Telp. +62-021-5383866, +62-021-5377891 Email: admin@sekolahathalia.sch.id

..menolak Keinginan yang Salah dan Memilih Melakukan yang Benar..

Plato, filsuf ternama dari Yunani itu pernah ditanya: Manusia seperti apa yang paling pantas menguasai sebuah kota? Plato menjawab: Manusia yang sanggup menguasai dirinya sendiri.

Seorang pemimpin harus siap untuk berdiri tegak, tidak terombang ambing oleh emosi, keinginan pribadi, atau pendapat-pendapat yang saling bertentangan. Seorang pemimpin harus bisa mengendalikan dirinya dengan baik.

Guru adalah pemimpin. Dia memimpin para siswa yang dididiknya. Bila seorang guru membiarkan emosi menguasai dirinya, mengeluh saat menghadapi tantangan, meluapkan amarah pada siswa yang tak mengikuti peraturan, atau mendendam pada rekan yang berbuat salah, maka bagaimana dia bisa mendidik siswanya untuk mengendalikan diri dengan baik?

Inti pengendalian diri adalah fokus. Agar bisa mengendalikan diri dengan baik, kita harus tahu fokus hidup kita. Itulah yang membuat kita bisa menolak keinginan yang salah dan memilih melakukan apa yang benar, dan bersedia melakukan “5 I will” yang dibutuhkan untuk bisa mengendalikan diri dengan baik.

Mari menjadi pemimpin yang baik: Memimpin lewat teladan hidup, bukan sekedar ucapan mulut.

Latar Belakang:
Pengendalian Diri merupakan kualitas yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya agar dapat memiliki hidup yang berkemenangan, dan mencapai tujuan hidup.

Tujuan:
Mengingatkan seluruh guru dan karyawan untuk bertumbuh dalam karakter pengendalian diri dan hidup dalam ketaatan penuh akan pimpinan Roh Kudus.

Strategi:
Mengucapkan “Fokus!” kepada setiap guru dan karyawan yang pertama kali kita jumpai seraya membuat gerakan tangan.

Gerakan tangan :
“Saat pertama kali bertemu rekan, arahkan jari telunjuk dan jari tengah ke kedua mata kita kemudian arahkan kedua jari itu ke mata rekan tersebut sambil berkata: Fokus!”.

Ayat Referensi:
Roma 6: 11
Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Galatia 5:16
Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
Mzmur 119:11
Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
Efesus 6:16
.. dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.

Kutipan-kutipan:
Self control is responding to sin in the same way a dead man does
Self control putting self under the control of the Holy Spirit. Then walking in victory is walking in the Spirit.

Teladan Pengendalian Diri dalam Alkitab:
PAULUS

Bagaimana Paulus mengembangkan Pengendalian Diri?
• Menjadi anggota keluarga Allah (Roma 8:1, 14; Gal 5: 22-23)
• Menaati Roh Kudus (Roma 8: 3-4; 7-8)
• Dengar-dengaran akan pimpinan Roh (Roma 8: 12-13)

Komitmen Paulus (I Korintus 9:27)
Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Evaluasi Pribadi:
Berapa banyak Pengendalian Diri yang saya miliki?
Apakah saya…..
• mengejar pertumbuhan rohani daripada kenikmatan dunia?
• menawan setiap pikiran dalam ketaatan kepada Kristus?
• mengendalikan nafsu makan dengan hanya mengonsumsi makananan yang sehat?
• mengenali dan mengakui setiap kelemahan diri sehingga dapat mengalami kuasa Kristus?
• berseru memohon pertolongan Tuhan untuk melepaskan diri dari keterikatan atau kecanduan akan sesuatu hal?
melakukan puasa sesuai prinsip Alkitab?
• pernah meminta Allah memenuhimu dengan Roh-Nya?
• menanggapi setiap ujian yang Allah berikan dengan ucapan syukur akan rencanaNya dan mencari manfaatnya bagi diri saya jika saya memberikan tanggapan yang benar?
• pernah meledak dalam kemarahan yang tidak terkontrol?
• menyingkirkan hal-hal yang dapat memuaskan keinginan-keinginan saya?

Effective: Februari, 2009

Leave a Reply

*

WhatsApp chat