Telp. +62-021-5383866, +62-021-5377891 Email: admin@sekolahathalia.sch.id

Menurutku, Natal sama dengan kelahiran Yesus. Sejujurnya, agak susah membayangkan suasana kelahiran waktu itu. Kalau kita hanya mendengarnya, itu mungkin biasa saja. Tapi kalau kita benar-benar melihatnya, kelahiran di kandang itu sangat tidak biasa dan menjijikkan. Jangan mengira kandang tempat kelahiran Yesus itu sama seperti gambar yang selama ini kita lihat. Di gambar-gambar, kandangnya terlihat bersih dan sepertinya nyaman. Tapi, sebenarnya, kandang itu sangat kotor dan sangat bau, jauh dari kata nyaman dan bersih. Disana banyak kotoran dan bulu binatang. Kalau kita memikirkannya, kandang domba untuk kelahiran manusia biasa saja sudah amat tidak layak, apalagi untuk kelahiran Tuhan. Amat sangat tidak layak sekali. Tetapi Tuhan kita mau merendahkan dirinya dengan lahir di kandang yang amat sangat menjijikkan sekali seperti itu.

Natal juga adalah sebuah momen yang amat langka dimana seorang Bayi yang dinubuatkan selama beratus-ratus tahun yang lalu, lahir. Kalau dipikir baik-baik, orang zaman dulu ternyata sangat sabar menunggu kelahiran Bayi Yesus. Jarak antara kelahiran Yesus dan para nabi yang menubuatkan kelahiranNya itu kira-kira 750 tahun. Adakah di antara kita yang kelahirannya sudah dinubuatkan beratus-ratus tahun sebelumnya? Kalau ada, tentu itu adalah keajaiban dunia ke 9.

Kelahiran Yesus juga adalah penggenapan janji Allah. Allah sudah berjanji akan mengirimkan Juruselamat dan ketika Yesus lahir janji Allah itu tergenapi. Bayi Yesus adalah bayi yang sangat penting. Bayangkan saja jika Tuhan memilih hidup enak di surga, surga bakal sepi dan kita semua ‘umpel-umpelan’ di neraka. Untunglah kita mempunyai Allah yang sangat baik dan memikirkan nasib kita semua. Disalib itu adalah hukuman tersadis karena terpidananya mati perlahan-lahan, bukannya seperti ditembak atau kursi listrik yang membuat terpidananya langsung mati. Tangan kita tergores saja rasanya sudah amat sangat perih, apalagi ditusuk paku sampai menembus. Memikirkannya saja sudah tidak mau. Tapi Yesus mau demi kita.

Dan pada saat Natal ini, adalah waktu dimana kita harus bersyukur pada Tuhan. Tuhan mau lahir, di kandang domba, untuk kita. Padahal kita yang sudah nakal dan memilih dosa daripada taat pada Tuhan. Kalau dipikir, kita saja susah mengampuni orang yang bersalah. Tapi Tuhan yang Maha Pengampun, mau berkorban untuk mengampuni kita. Karena itu bersyukurlah, Tuhan sudah sangat baik. Jangan pernah berpikir Tuhan itu jahat dan tidak mengerti kita. Buktinya Dia sangat mengerti kebutuhan utama kita yaitu hidup kekal.

Oh iya, teman-teman, tahukan kalian mengapa pohon natal ujungnya lancip? Itu dimaksudkan agar kita makin dekat dan fokus pada Tuhan. Pada natal ini, kita harusnya berdiam diri, merefleksikan kegiatan kita setahun ini apakah kita sudah memuliakan Tuhan atau belum. Jika sudah, bagus, tapi jika belum, kita harus lebih giat lagi karena Tuhan menciptakan kita memang untuk memuliakan nama Tuhan.

Satu hal yang perlu kita ingat: jangan melupakan arti Natal sesungguhnya, yaitu kelahiran Juruselamat yang rela menebus dosa kita. Waktu Natal banyak dari kita sering terlalu sibuk dengan perayaan natal, tapi kita melupakan kalau Natal itu adalah kelahiran Juruselamat di kandang domba, pada malam yang sunyi dan kudus. Atau kita terlalu terfokus dengan hadiah duniawi yang kita dapatkan, tetapi melupakan hadiah Natal sesungguhnya, yaitu Bayi Yesus yang lahir untuk kita.

Selamat merayakan hari Natal. Tuhan Yesus memberkati.

By NO Comment , , , 14th January 2010

Leave a Reply

*

WhatsApp chat