Telp. +62-021-5383866, +62-021-5377891 Email: admin@sekolahathalia.sch.id

Indonesia memiliki hutan tropis yang paling luas dan paling kaya keanekaragaman hayatinya di dunia dan tidak tertandingi oleh negara lain dengan ukuran luas yang sama. Bahkan hampir setiap ekspedisi ilmiah yang dilakukan di hutan tropis Indonesia selalu menghasilkan penemuan species baru.
Namun sekarang Indonesia menjadi pusat perhatian dunia, karena kalangan di dalam negeri dan masyarakat internasional begitu gusar menyaksikan perusakan sumber daya alam hutan (deforestasi) yang semena-mena di negeri ini. Bahkan pada tahun 2007, Indonesia ditetapkan sebagai negara penghancur hutan tercepat dalam Guinness World Records. Penyebabnya antara lain, salah satu sektor perekonomian yang mengalami pertumbuhan paling pesat, yaitu industri pulp dan kertas, ternyata didirikan tanpa terlebih dahulu membangun Hutan Tanaman Industri (HTI) yang sangat diperlukan untuk menjamin pengadaan pasokan kayu pulp, sehingga mengandalkan bahan bakunya dari pembukaan hutan alam secara besar-besaran. Bahkan terkadang dengan melakukan pembalakan ilegal yang diyakini telah merusak hutan seluas lebih dari 10 juta ha dan selama lebih dari 60 tahun terakhir telah menggunduli sebanyak 40% dari luas hutan Indonesia.
Rusaknya hutan Indonesia yang merupakan paru-paru dunia berpotensi mengakibatkan bencana alam tanah longsor, banjir, bencana kekeringan pada saat musim kemarau, memberikan andil terhadap rusaknya lapisan ozon, efek rumah kaca, global warming, punahnya kekayaan flora dan fauna khas Indonesia, dan sebagainya.
Dalam rangka memperingati Hari Kehutanan Sedunia pada tanggal 20 Maret, marilah kita lestarikan hutan dengan cara yang dapat kita lakukan, misalnya mengurangi penggunaan kertas, meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya hutan untuk kelangsungan hidup generasi mendatang, serta terus-menerus menanamkan kesadaran tersebut di tengah-tengah lingkungan kita. Sehingga diharapkan sebagai generasi penerus bangsa dan calon-calon pemimpin masa depan kita dapat memiliki kearifan dan kebijaksaan mengenai pelestarian, kelangsungan dan keselamatan hutan Indonesia. (Ind).

Sumber: FWI/GFW. 2001. Keadaan Hutan Indonesia. Bogor , Indonesia: Forest Watch Indonesia dan Washington D.C.: Global Forest Watch

hari kehutanan

By 4 Comments 24th February 2011
  • IR. ANSHARI
    1st November 2013

    Hari kehutanan se dunia yang tiap tahunnya di selenggarakan pada tanggal 20 maret,adalah memen yang paling penting untuk kita simak. hutan merupakan sember kehidupan manusia , keaneka ragaman hayati flora dan fauna. ketika kelestariannya tidak di jaga, maka dapat menimbulkan malapeteka yang hebat. kenapa ? akibat dari perambahan hutan yang liar, terjadi dampak yang buruk bagi lingkungan hidup, meningkatnya emisi karbon, deforestasi dan degredasi. dampak yang kita rasakan pada saat sekarang ini dalah terjadinya kenaikan suhu yg tinggi, atau lebih di kenal dengan GLOBAL WARMING, di tuntut peran para lembaga -lembaga Limgkungan< pemantau hutan agar lebih pro aktif melakukan kampanye tentang bahaya dari dampak pengrusakan hutan dan lingkungan. dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam memberikan pemahaman yentang arti penting lingkungan hidup dan mengajak menghijaukan kembaki hutan di sejitar kita. salam lingkungan hijau, CARE INSTITUTE for DVELOPMENT AND DEVELOPMENT , Ir,. Anshari…….Direktur Eksekutif………………..Good GREEN WORLD……….Good GREEN INDONESIAN AN D ………….VERY GOOD for WORLD FOREST DAY 20 MARET 2914 AND WORLD ENVIRONMEN DAY 5 JUNI 2014

    Reply
    • admin
      4th November 2013

      Terima kasih untuk komentar Anda di situs kami.

      Salam lingkungan hijau,
      Admin

      Reply
  • kresna
    15th October 2014

    Sebenarnya kerusakan hutan disebabkan karena pertumbuhan penduduk semakin pesat. Kebutuhan akan buku tulis semakin meningkat, lalu pohon-pohon yang ada di hutan ditebang. Selain itu, karena banyaknya jumlah penduduk, kebutuhan akan tempat tinggal mengharuskan alam terbuka tertimbun oleh bangunan-bangunan manusia. Jika setiap orang memiliki motor, berapa saja asap polusi yang timbul. Dan masih banyak lagi efek buruk yang ditimbulkan dari kebanyakan jumlah penduduk. Untuk menanggulanginya kita harus pembatasan kelahiran. Misalkan mengikuti KB satu anak cukup, menghindari pernikahan dini.

    Salam hangat
    Selamatkan hutan kita

    Reply
    • lianysuwito
      15th October 2014

      Terima kasih sebelumnya untuk komentarnya di situs kami.
      Memang betul sebenarnya ada banyak cara untuk mengurangi kerusakan hutan.
      Setuju dengan pendapat Anda, tetapi memang semua hal itu harus dilengkapi dengan kasadaran seluruh bagian, kalangan/ tingkat masyarakat.
      Sehingga pemerintah juga mau mendukung dan membuat peraturan-peraturan yang sesuai. Itulah tugas kita yang sudah paham untuk membagikan apa yang kita ketahui pada masyarakat.
      Mari berjuang bersama menyelamatkan hutan kita.

      Salam lestari,
      Admin

      Reply

Leave a Reply

*

WhatsApp chat