Telp. +62-021-5383866, +62-021-5377891 Email: admin@sekolahathalia.sch.id
Kisah kesaksian kesembuhan – Ganendra Bagas Verelian Simanjuntak kelas V-H

 

Hari Sabtu, 22 Juni 2013 adalah hari yang tak akan pernah kulupakan. Hari itu sejak pagi, aku merasakan sakit perut melilit yang tiada henti hingga aku tidak dapat beranjak dari tempat tidur. Orang tuaku berusaha dengan memberikan aku obat sakit perut. Namun usaha itu pun tidak dapat mengurangi rasa sakitku. Tepat jam 12.00 WIB, akhirnya aku minta dibawa ke rumah sakit.

 

Setiba di salah satu rumah sakit di BSD, dokter jaga di Unit Gawat Darurat segera memeriksaku. Hasil pemeriksaan dokter adalah aku terdiagnosa Usus Buntu. Diagnosa awal itu telah dipastikan ke Dokter Bedah, ternyata memang benar, aku terkena Usus Buntu bahkan sudah pecah di dalam perut dan harus segera dilakukan tindakan operasi. Mendengar kata operasi, hatiku pun menjadi takut. Rasa takut, sedih dan sakit bercampur menjadi satu. Pukul 17.30 WIB, aku dibawa ke ruang operasi. Aku melihat orang tua dan adikku berdoa. Mereka membesarkan hatiku agar tidak takut dan hanya berserah pada Tuhan. Tepat pukul 20.00 WIB, operasiku selesai dilakukan. Dokter bedah memanggil orang tuaku lalu aku dipindah ke kamar perawatan. Selama malam itu kondisiku masih belum sadar dari obat bius.

Hari kedua kondisiku sudah sadar. Saat terbangun pagi hari aku melihat orang tua dan adik berada di sampingku. Selang infus masih terpasang di tanganku dan selang oksigen masih terpasang di hidungku. Aku masih lemas, tidak dapat bergerak bebas dan tidak dapat beranjak dari tempat tidurku. Saat itu aku pikir bahwa aku sudah sembuh namun ternyata aku keliru. Jahitan sepanjang 5 sentimeter di perutku mulai terasa sakit sekali. Setelah itu, perutku kembali sakit melilit sepanjang hari hingga aku tidak dapat makan, minum dan tidur. Setiap kali perutku ditekan rasa sakitnya luar biasa. Hal ini terus berlangsung sampai hari ketiga.

Hari keempat, keadaanku bukan bertambah baik malah semakin buruk. Bukan hanya sakit melilit pada perutku bahkan juga disertai muntaber yang tidak normal. Berulangkali ini terjadi hingga kondisiku lemas, lemah dan pucat. Saat dokter kunjungan memeriksaku, mereka bingung obat apa lagi yang harus dimasukkan dalam tubuhku agar setidaknya dapat mengurangi rasa sakit. Dokter kelihatan seperti menyerah. Aku melihat orang tuaku sudah pasrah dan ikut bingung. Sore itu, Ayah mulai berpikir untuk membawaku ke rumah sakit lain. Bunda terlihat sedih dan bingung sambil memelukku. Dalam keadaan tanpa jawaban ini, kami sekeluarga pasrah lalu berkumpul untuk berdoa. Selesai berdoa, keadaanku tenang sejenak namun beberapa menit kemudian ada rasa mual dan melilit hebat yang kurasakan. Diawali dengan buang air besar yang berbentuk cairan dan warnanya sangat tidak wajar, lalu secara bersamaan aku muntah darah dalam jumlah banyak dan warna yang tidak wajar pula. Keluargaku panik, para perawat dan seorang dokter jaga langsung berdatangan. Segala peralatan medis dan obat didatangkan kekamar, sepertinya mereka berjaga-jaga bila hal buruk terjadi padaku. Mereka segera memeriksa kondisiku. Di sinilah mujizat Tuhan terjadi atasku. Aku merasakan tubuhku kuat dan sehat. Bahkan ketika dokter memeriksa dan menekan perutku, tidak ada rasa sakit sedikit pun yang kurasakan. Dokter jaga dan perawat terheran-heran dan tidak dapat mempercayai. Mereka segera menghubungi Dokter Bedah. Ketika Dokter Bedah datang, ia langsung memeriksaku. Dengan penuh keyakinan aku menantang dokter tersebut untuk memeriksa dan menekan perutku. Sungguh, aku tidak merasakan sakit sedikit pun, Puji Tuhan aku sembuh! Tuhan Yesus yang sembuhkanku. Aku dan keluargaku sangat percaya bahwa Tuhan Yesus mengeluarkan penyakitku melalui muntaber hebat itu.

Hari kelima, dokter bedah menyatakan aku sudah sembuh dan dapat pulang besok. Aku sangat gembira dan bersyukur. Tuhan Yesus sangat baik bagiku. Mujizat itu terjadi, justru di saat kita lemah dan berserah. Kuasa doa memang luar biasa!

Semoga kesaksianku ini dapat menjadi berkat bagi teman-teman semua. Amin.

By 2 Comments , 26th August 2013
  • summer
    28th August 2013

    Mujizat itu terjadi, justru di saat kita lemah dan berserah. Kuasa doa memang luar biasa!

    Reply

Leave a Reply

*

WhatsApp chat