Telp. +62-021-5383866, +62-021-5377891 Email: admin@sekolahathalia.sch.id

1 Korintus 11:1

Ucapan Paulus ini terasa lebih kuat bila dibaca dalam English Standard Version (ESV). Kata “imitator” menjelaskan dengan sempurna bagaimana Paulus menghendaki pembacanya meninggalkan gaya hidup yang lama, dan beranjak pada gaya hidup seperti Paulus. Yaitu, menjadi pengikut Kristus! Sebuah ajakan yang luar biasa.

Perkataan Paulus senantiasa memperlihatkan hidup yang memiliki integritas yang kuat. Demikian pula dalam perkataannya di 1 Korintus 11:1. Kata “imitator” berasal dari kata Yunani: mimētēs, yang artinya adalah  peniru atau pengikut. Lebih jauh lagi, akar kata mimetes adalah mimos, yang artinya mimik atau raut wajah. Paulus menghendaki perubahan hidup yang utuh, bukan hanya di dalam hati, tetapi juga terlihat dengan jelas di kehidupan sehari-hari (terlihat melalui raut wajah).

Paulus mendedikasikan hidupnya total di dalam Kristus. Dedikasi tersebut tidak hanya mengambil arah vertikal, kepada Tuhan saja, melainkan juga mengambil arah horisontal, yaitu kepada sesama manusia. Paulus menyadari bahwa karya penebusan Yesus di kayu salib telah menjamah kehidupannya secara radikal. Tidaklah heran apabila Paulus merasa menjadi manusia berhutang, yang harus menkontribusikan dirinya sebagai alat yang dapat dipakai Tuhan untuk menyampaikan isi hatiNya.

Paulus mendedikasikan dirinya menjadi kontributor berita Injil. Dia adalah kontributor aktif. Seluruh kesempatan dipergunakannnya seperti seakan-akan besok sudah kiamat. Maka, hari  dimana ada kesempatan dia bekerja menyampaikan Injil, maka hal tersebut tidak akan disia-siakan. Setiap langkahnya, harus dipastikan menjejak secara pasti. Paulus akan selalu berusaha untuk dapat memberikan pengaruh pada orang-orang disekelilingnya.

1 Korintus 10:33 mengatakan: “Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.” Paulus dengan setia menjadikan hidupnya sebagai aliran kabar keselamatan. Menjadikan hidup sebagai aliran itulah yang disebut sebagai hidup yang berkontribusi.  Saat ini banyak orang yang berusaha membuat aliran masuk ke dalam hidupnya. Mereka berusaha membuat aliran yang menguntungkan bagi dirinya sendiri. Tidaklah demikian bagi Paulus. Dia justru menjadikan hidupnya sebagai aliran kabar keselamatan untuk orang lain.

Paulus tidak sekedar merelakan hidupnya dijadikan Tuhan sebagai aliran kabar keselamatan (Injil), dia juga bertindak aktif membuat tindakan-tindakan strategis agar orang-orang disekelilingnya terpengaruh melalui hidupnya. Paulus amat jeli memikirkan hal tersebut. Paulus telah memikirkan matang-matang untuk berani mendeklarasikan pendapatnya di 1 Korintus 11:1 “be imitators of me …” Sebuah deklarasi yang berani! Dia tidak ragu apabila ada pendapat yang mengatakan dia sombong, mengapa orang lain harus meneladani dia? Apakah dia sudah merasa sempurna sehingga layak diteladani?

Sikap berani Paulus berkata “be imitators of me …” memperlihatkan kesungguhan dia untuk membuat orang lain mengikut dia mengikuti Kristus. Paulus berani menularkan imannya kepada orang lain. Bagaimana dengan kita? Adakah iman kita semakin kuat untuk berani bertindak seperti Paulus? (BD/ Tim kerohanian karakter)

By NO Comment 12th January 2015

Leave a Reply

*

WhatsApp chat