Telp. +62-021-5383866, +62-021-5377891 Email: admin@sekolahathalia.sch.id

Kita sebagai orang tua ingin agar anak kita dapat membicarakan segala hal dengan kita-baik ataupun buruk. Hal ini membutuhkan banyak kesabaran dan kerja keras. Bagaimanapun, keterbukaan, kejujuran dan komunikasi yang efektif dapat menyatukan keluarga dan menciptakan situasi yang baik untuk membangun komunikasi dan relasi yang positif dengan anak-anak kita.

Berikut ini beberapa tips dalam menjalin komunikasi yang baik dengan anak:

  1. Secara terbuka tunjukkan cinta, perasaan dan penerimaan. Anak yang merasa aman dan terlindungi lebih terbuka untuk membagikan pikiran dan perasaan mereka.
  2. Investasikan waktu untuk berhubungan dengan anak. Buatlah diri kita tersedia (available) untuk mengajar anak dan membuat mereka tahu bahwa waktu untuk dapat bersama-sama mereka itu penting dan berharga bagi kita.
  3. Luangkan waktu tiap harinya untuk mengobrol. Hal ini dapat dilakukan secara informal, contohnya saat mengendarai mobil, makan malam, sebelum tidur, atau pada pertemuan keluarga yang lebih formal. Pastikan juga untuk memeriksa kelanjutan dari setiap diskusi.
  4. Mulailah pembicaraan. Bicarakan dengan anak mengenai hal-hal dimana mereka terlibat atau hal-hal yang menarik perhatian mereka. Untuk menghindari respon singkat, tanyakan pertanyaan terbuka dan minta mereka menjelaskan lebih lanjut jawaban mereka.
  5. Untuk anak yang lebih muda, berkomunikasilah sesuai dengan level mereka. Secara fisik, rendahkan tubuh (jongkok, duduk, berlutut, dll) dan gunakan kata-kata yang lebih mudah dan sederhana.
  6. Dengarkan baik-baik. Hilangkan segala gangguan dan berikan anak kita atensi atau perhatian yang penuh- tidak terbagi-bagi. Buatlah kontak mata dan biarkan mereka tahu bahwa mereka didengar. Ijinkan mereka untuk mengekspresikan perasaan dan tidak memotong perkataan mereka.
  7. Jangan merasa gagal/ tak bisa, khususnya saat berhubungan dengan anak remaja. Meskipun anak remaja menunjukkan perilaku seperti tak peduli dan tak mau bicara, mereka tetap butuh untuk berbicara dengan kita. Cari tahu situasi dimana anak merasa nyaman dan bersedia untuk mengatakan perasaan dan pikiran mereka, contohnya dengan duduk bersampingan saat berkendara, saat membuat makan malam atau ketika melakukan tugas-tugas rumah bersama. Dengarkan dengan sabar dan siap ketika mereka juga telah siap untuk berbicara.
  8. Perhatikan dengan seksama, tidak hanya kata-kata yang mereka ucapkan, tetapi juga bahasa tubuh, perilaku, emosi, dan intensitas. Hal-hal ini akan membantu kita untuk dapat memahami anak dengan lebih baik dan menolong kita untuk mengawasi perilaku mereka.
  9. Akui dan terimalah apa yang anak bagikan pada kita. Simpati, empati, dukungan dan pengertian. Jangan menyalahkan atau mengkritik mereka dengan berlebihan. Tunjukkan penerimaan untuk setiap anak.
  10. Ekspresikan perasaan dan nilai-nilai yang kita miliki dengan cara yang tidak menghakimi.
  11. Hindari komunikasi negatif. Contohnya, menguliahi, mengomel, mengancam, atau berkata-kata kasar, berbohong, dan memberi tahu anak apa yang harus dilakukan tanpa memikirkan perasaan mereka.
  12. Pujilah anak atas usaha mereka untuk berkomunikasi. Buat mereka tahu bahwa kita menghargai apa yang mereka katakan dan keterbukaan mereka pada kita.

Konsistensi dan komunikasi yang efektif dapat menciptakan hubungan yang lebih kuat dengan anak kita. Penghargaan dan kepercayaan yang terbangun dapat memudahkan mereka untuk membagikan lebih banyak informasi dengan kita saat mereka bertumbuh. Selain itu, kemampuan yang dipelajari melalui komunikasi sehari-hari (berbicara dan mendengarkan) dapat menolong untuk membangun harga diri, kepercayaan diri serta memampukan mereka untuk lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Diterjemahkan dari: www.barringtonyouthandfamilyservices.org/uploads/LDS/karakter

Leave a Reply

*

WhatsApp chat