Telp. +62-021-5383866, +62-021-5377891 Email: admin@sekolahathalia.sch.id

Efesus 5:16-17, Pengkhotbah 3

Oleh: Wahyu Setianingrum

Allah sudah menetapkan sejak semula bahwa dunia ini harus “dibatasi” waktu. Itu sebabnya Ia terlebih dahulu menciptakan terang dan gelap. Kedua ciptaan inilah yang membuat adanya hari-hari. Setelah itu baru kemudian Ia mencipta yang lainnya.

Ada enam hari lamanya masa penciptaan itu. Pada hari yang ketujuh Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaanNya, lalu akhirnya memberkati semua yang Ia kerjakan. Allah telah menciptakan waktu, maka secara langsung Allah sudah menetapkan agar segala sesuatu harus diatur menurut waktu. Mengatur waktu dan menggunakan waktu dengan baik merupakan perintah yang tidak dapat kita elakkan. Tidak ada yang boleh menganggap bahwa mengatur segala sesuatu menurut waktu itu tidak berguna atau tidak perlu. “Karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya,” kata pengkhotbah.

Berbicara tentang waktu, dalam bahasa Yunani eksagorazo bisa berarti memborong, menebus, mempergunakan dengan baik; memerah keuntungan sebanyak-banyaknya dari. Maksud dari pengertian ini yaitu rebutlah setiap kesempatan yang baik. Hal ini juga menyatakan bahwa kita harus selalu hidup dalam kearifan (Efesus 5:15, 16).

Pada zaman yang jahat ini setiap hari adalah jahat dan merusak sehingga kita tidak dapat menggunakan waktu secara efektif. Untuk itu kita harus selalu hidup dengan bijaksana supaya kita dapat menebus waktu yang telah kita sia-siakan, merebut setiap kesempatan yang ada dan mempergunakan waktu yang ada dengan baik. Mengerti kehendak Tuhan adalah jalan terbaik untuk menebus waktu kita, Efesus 5:17, Mazmur 119:125, Pengkhotbah 8:5, 6, (dalam naskah aslinya kata “waktu” itu maksudnya waktu yang tepat).

Banyak waktu kita terbuang karena tidak mengerti kehendak Tuhan, walaupun Tuhan Yesus telah melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini (Galatia 1:4). “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya,” menurut Pengkhotbah 3:1. Oleh karena itu manfaatkanlah waktu secara efektif selagi kita masih diberi kesempatan untuk mempergunakannya. Pada waktunya nanti, Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada kita dalam pengadilan-Nya (17), sebab manusia tidak mengetahui waktu kecelakaan yang dapat menimpanya secara tiba-tiba (9:12).

Pada tahun 2012 yang lalu kami (saya dan suami) mendoakan seorang ibu yang divonis mengalami kanker usus stadium 4. Pihak keluarga ibu tersebut meminta kami untuk mendoakannya. Si ibu menceritakan bahwa ia dulu tidak pernah pergi ke gereja, untuk berdoa pun jarang karena ia merasa selama ini sudah cukup berbuat baik pada banyak orang. Namun kurang lebih satu bulan sebelum ia mengetahui penyakit yang dideritanya, ibu ini menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi dan kemudian di baptis. Selama 2 bulan di rumah sakit banyak hal yang dia rasakan tentang pertolongan dan penyertaan Tuhan. Ada satu kalimat terlontar dari si ibu “Kenapa tidak dari dulu saya hidup sungguh-sungguh dalam Tuhan, sekarang saya sakit tidak bisa pergi ke gereja atau ikut dalam pelayanan.” Sampai pada akhirnya ibu tersebut dipanggil Tuhan masih tetap dalam keadaan sakit.

Kita yang masih memiliki waktu, seringkali tak menyadari betapa waktu itu demikian terbatas dan bahwa akhir dari hidup kita tak ada seorangpun yang tahu. Berapa panjangkah perjalanan hidup yang telah kita jalani hingga sekarang? Berapa lamakah perjalanan waktu yang telah kita susuri? Dan di manakah ujung perjalanan ini akan usai? Dan saat tirai kehidupan kita diturunkan. Oleh karena itu manfaatkanlah waktu secara efektif selagi kita masih diberi kesempatan untuk mempergunakannya, sebab pada waktunya nanti, Allah akan meminta pertanggungjawaban itu pada kita. AMIN.

 

Leave a Reply

*

pengumuman PSB
WhatsApp chat