Telp. +62-021-5383866, +62-021-5377891 Email: admin@sekolahathalia.sch.id

Oleh: Lidia Kurniasari, Guru Bahasa Indonesia SMA

Sebagai makhluk sosial yang selalu hidup berdampingan satu dengan yang lain, manusia membutuhkan kemampuan untuk berinteraksi dan bersosialisasi. Kemampuan ini perlu dikuasai untuk memperkecil kesalahpahaman antarpelaku percakapan. Instrumen yang bisa membantu manusia untuk berinteraksi, yaitu bahasa. Sebagai alat komunikasi, bahasa memiliki peranan yang sangat penting. Kemampuan berbahasa yang baik dapat semakin meningkatkan kualitas interaksi seseorang.

Konsep komunikasi dapat dilakukan di lingkungan seseorang dilahirkan, tempat utama dan pertamanya adalah keluarga. Keluarga atau orang tua sangat berperan penting dalam proses pemerolehan bahasa pada anak, yang biasanya disebut bahasa ibu. Mother tongue atau first language adalah bahasa pertama yang dikuasai oleh manusia sejak lahir melalui interaksi sesama anggota masyarakat tempatnya dilahirkan. Proses pembentukan bahasa pertama pada anak terjadi dengan cara mendengar komunikasi yang terjadi antara orang tuanya dan orang sekitarnya. Bahasa-bahasa itu akan masuk ke dalam “gudang bahasa” seorang anak, kemudian seiring dengan berjalannya waktu akan dipahami dan diterbitkan menjadi kalimat-kalimat.

Kepandaian seseorang dalam menguasai bahasa ibu sangat penting untuk proses belajar berikutnya karena bahasa dianggap sebagai dasar cara berpikir. Orang tua perlu menyadari pentingnya pemakaian bahasa ibu dalam pembentukan karakter anak saat memasuki lingkungan masyarakat yang lebih luas. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu orang yang berbicara dan diajak bicara, tempat terjadinya proses interaksi, waktu berlangsungnya proses interaksi, topik pembicaraan, dan bahasa yang digunakan. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat mengambil peran penting dalam memperkenalkan bahasa ibu kepada anaknya.
Anak zaman sekarang lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan teman sebaya atau “hidup” di dunia media sosial. Anak lebih tertarik belajar bahasa asing karena stigma yang terbentuk bahwa menguasai bahasa asing dapat mempermudah mereka memiliki koneksi yang lebih luas dan karier yang lebih menjanjikan. Orang tua atau pendidik tidak bisa menyalahkan konsep tersebut, tetapi hal yang perlu ditanamkan kepada mereka adalah tanggung jawab mempertahankan atau melestarikan bahasa ibu. Bahasa adalah jendela untuk memandang realitas kehidupan. Setiap bangsa memiliki cara pandangnya sendiri dalam menyikapi realitas. Hilangnya bahasa dapat menghilangkan cara pandang, etika bangsa, nilai, dan norma. Orang tua memiliki peran besar untuk memberi anak-anaknya hak mempelajari beragam bahasa, tetapi dengan tetap memberikan tanggung jawab untuk memaknai nilai, norma, dan budaya Indonesia melalui bahasa ibu.

Sekolah Athalia sebagai sekolah Kristen yang ingin membentuk karakter siswa agar lebih baik, dapat menjadi wadah yang tepat untuk melestarikan bahasa ibu. Kesadaran orang tua dan guru sangat diperlukan untuk memulai pemaksimalan penggunaan bahasa ibu di lingkungan rumah dan sekolah. Mari kita memberikan contoh yang baik bagi anak-anak dan membukakan pintu cara pandang bangsa.

“Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Pelajari Bahasa Asing.”

Slogan yang diungkapkan oleh Pemerintah tersebut memberikan penguatan pengertian bahwa bahasa Indonesia dan bahasa daerah sebagai bahasa ibu harus diutamakan dan dilestarikan. Memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal jati diri bangsa melalui pemakaian bahasa ibu.


By NO Comment 11th February 2020

Leave a Reply

*

WhatsApp chat