Telp. +62-021-5383866, +62-021-5377891 Email: admin@sekolahathalia.sch.id

Oleh: Ngatmiati, S.Th

Pada Senin–Selasa, 6 dan 7 Januari 2020, di Sekolah Athalia dilaksanakan retret bagi guru dan staf dengan tema “Tetaplah Berdoa” dengan dasar Firman Tuhan dari 1 Tesalonika 5:17. Tema ini dilatarbelakangi adanya kesadaran bahwa dunia pendidikan menghadapi banyak tantangan yang akan berdampak pada proses pembelajaran. Kadangkala, beratnya tantangan bisa melemahkan semangat. Oleh karena itu, dibutuhkan doa sebagai penopang dalam kehidupan pribadi dan pelayanan. Butuh kuasa Tuhan untuk terlibat karena banyak hal yang berada di luar batas kemampuan manusia. Melalui retret, guru dan staf Athalia merasa terberkati dan menikmati pengalaman baru dalam berdoa. Komitmen baru untuk lebih tekun dalam doa pun kembali diperbaharui.

Tantangan bukan hanya dihadapi oleh para guru dan staf di sekolah. Keluarga juga pasti menghadapi tantangan-tantangan yang tidak mudah. Misalnya, berkembangnya budaya yang tidak sesuai kebenaran Firman Tuhan yang bisa berdampak pada bergesernya nilai-nilai moral keluarga; kegiatan tiap anggota keluarga yang padat seperti sekolah atau bekerja sehingga waktu, perhatian, kebersamaan untuk keluarga menjadi berkurang; teknologi (sosial media, game, dan lain sebagainya) mengalihkan perhatian dari keluarga. Belum lagi masalah ekonomi, komunikasi, dan relasi antaranggota keluarga, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut jika tidak disikapi dengan tepat bisa berakibat buruk bagi relasi antaranggota keluarga. Banyak relasi dalam keluarga yang akhirnya retak karena berbagai persoalan yang mendera mereka.

Ada beberapa keluarga yang mungkin sudah mengerahkan segala daya upaya untuk mengatasi setiap tantangan, tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Dalam kondisi demikian, bisa saja keluarga menjadi apatis atau kehilangan pengharapan. Keluarga butuh penopang yang kokoh supaya dimampukan bertahan ketika diterpa badai kehidupan dan lebih lagi menjadi keluarga yang memuliakan nama Tuhan. Keluarga perlu bersatu hati untuk memiliki waktu doa bersama untuk saling menopang satu dengan yang lain. Dengan berdoa, keluarga menyadari bahwa mereka memiliki keterbatasan dan datang kepada Allah yang Mahakuasa untuk berserah.

1 Samuel 1:1-3 menceritakan tentang keluarga Hana yang dari tahun ke tahun ke Silo untuk sujud menyembah dan mempersembahkan korban kepada Tuhan semesta alam. Keluarga ini begitu setia dalam beribadah kepada Tuhan. Ketika menghadapi pergumulan, Hana membawanya dalam doa. Saat itu, Hana sedang terluka hatinya oleh Penina, yang mengejek Hana yang tidak kunjung punya anak. Hana berdoa kepada Tuhan semesta alam. Hana mengakui kuasa dan otoritas yang dimiliki Tuhan. Tuhan menyatakan kuasanya dengan membuat seorang perempuan mandul bisa punya anak, tidak hanya satu orang, tetapi enam orang anak termasuk Samuel (1 Sam. 2:21).

Keluarga perlu memiliki waktu-waktu khusus untuk berdoa bersama karena melalui doa bersama keluarga, ada beberapa manfaat yang didapatkan. 1

  • Doa bersama keluarga bisa melepaskan luka-luka emosi dan saling mengampuni dengan pertolongan Tuhan dan pada akhirnya berdampak pada penyembuhan.
  • Doa bersama keluarga dapat memperkuat komunikasi dan relasi antaranggota keluarga jika dilakukan dengan tulus dan terbuka, bukan sekadar formalitas.
  • Doa bisa memberikan perlindungan terhadap anggota keluarga dari keputusan-keputusan yang salah maupun serangan-serangan si jahat yang membawa kepada dosa.
  • Doa baik untuk kesehatan anggota keluarga karena doa bisa menurunkan stres, mendorong tiap anggota keluarga menjadi pribadi yang lebih baik sehingga keluarga akan menjadi lebih sehat.
  • Doa bersama keluarga mengajarkan anak-anak sejak dini untuk mencari Tuhan terlebih dahulu.
  • Doa membantu anggota keluarga mengembangkan sudut pandang Allah jika doa dilandasi dengan kebenaran firman Tuhan. Anggota keluarga melihat bagaimana Tuhan bekerja menolong umat-Nya seperti yang tertulis di Alkitab.
  • Doa bersama keluarga akan menjadi warisan yang berharga yaitu pengalaman iman bagi anak-anak. Kelak anak-anak akan mengingat keluarganya adalah keluarga pendoa sehingga ketika dia mengalami pergumulan dia akan berdoa.

Selamat berdoa bersama keluarga.

1 Disarikan dari https://www.beliefnet.com/love-family/galleries/6-benefits-of-praying-together-as-a-family.aspx; https://www.crosswalk.com/family/parenting/kids/10-benefits-of-family-prayer-time.html

By NO Comment 5th March 2020

Leave a Reply

*

WhatsApp chat