Berkreasi bersama di Smart Club Handicraft

Smart club Handicraft dilaksanakan setiap hari Kamis, pukul 15.30-17.00 bagi murid-murid SMP. Smart club Handicraft ini memang baru saja diadakan pada tahun ajaran 2014/2015, namun ternyata mendapat respon yang cukup baik dari para siswa. 15 orang siswa mendaftarkan diri untuk mengikuti smart club yang terdiri dari siswa-siswa kelas VII dan VIII.

Selama beberapa pertemuan, kelas Handicraft telah mengajarkan keterampilan seperti membuat pola, menjahit, dan sebagainya. Segala keperluan peralatan dan bahan seperti kain flanel, jarum, dan benang telah disediakan dahulu oleh guru pengajar. Hal ini memudahkan para siswa untuk berkarya karena semua bahan telah tersedia. Para siswa juga diperbolehkan untuk memilih pola mana yang sesuai dengan keinginan mereka. Selama beberapa pertemuan terakhir para siswa telah memiliki keterampilan untuk membuat gantungan kunci, boneka magnet, serta hiasan untuk gantungan pintu, dan sebagainya.
hasil handicraft
Pada dasarnya Bu Djuwita selaku guru pengajar memang ingin agar kelas smart club tidak menjadi kelas yang kaku dan membebankan siswa. Oleh karena itu Bu Djuwita berusaha menjadikan kelas Handicraft sebagai kelas yang menyenangkan dimana anak-anak dapat berkreasi. “Saya memang tidak menerapkan peraturan khusus di dalam kelas, yang penting mereka mau mengikuti dan mau mengerjakan dengan sungguh-sungguh,” kata Bu Djuwita.

Selama kelas berlangsung, Bu Djuwita juga mendatangi siswa satu persatu dan membantu para siswa yang kesulitan secara perlahan. Pekerjaan siswa yang sudah selesai akan dikumpulkan untuk dinilai. Setelah dinilai, hasil pekerjaan dapat dibawa pulang dan dipakai sesuai keinginan para siswa. Namun, Bu Djuwita tidak mau terpaku hanya pada hasil, tetapi juga pada proses mereka dalam mengerjakan. Apakah mereka mengerjakannya dengan tekun dan sungguh-sungguh memiliki keinginan untuk belajar.

kelas handicraft
Meski biasa didominasi oleh perempuan, ternyata ada juga siswa laki-laki yang mengikuti kelas Handicraft. Kelas ini sendiri memang terbuka  bagi setiap siswa SMP yang ingin mengikuti. Maka dari itu Bu Djuwita dengan senang hati juga mengajar para siswa laki-laki yang memang memiliki keinginan untuk belajar.

kelas handicraft
Tidak ada diskriminasi dalam kelas yang didominasi oleh perempuan, sebaliknya justru salah satu siswa laki-laki dapat mengajari teman-temannya yang masih kesulitan. Memang tentu ada siswa-siswa yang masih belajar secara perlahan, tetapi Bu Djuwita selalu menghimbau agar semua dapat saling membantu satu sama lain. Hal ini jugalah yang mungkin membuat para siswa rajin untuk datang ke kelas dan tidak melewatkan pertemuan di setiap minggunya. (LDS)

Untuk mengetahui Smart Club apa saja yang ada di Sekolah Athalia, klik di sini

 

Be Sociable, Share!

There are no comments, yet.

Why don’t you be the first? Come on, you know you want to!

Leave a Comment

*

Athalia Magazine