Telp. +62-021-5383866, +62-021-5377891 Email: admin@sekolahathalia.sch.id

Oleh: Welly Alfons Rossall

“Sesungguhnya, TUHAN, Allahmulah yang empunya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit, dan bumi dengan segala isinya; … Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap; …”

(Ulangan 10:14, 17)

Jika kita berbicara tentang Allah yang Mahatinggi, maka kita sedang membahas mengenai Allah yang menciptakan manusia, langit, bumi, dan segala isinya. Dia adalah Allah yang memiliki otoritas begitu besar. Di Alkitab, kita tahu bahwa Allah mendemonstrasikan kuasa-Nya di Mesir melalui Musa, ketika Firaun mengeraskan hati dengan tidak mengizinkan bangsa Israel keluar dari Mesir. Allah pun mengirimkan tulah-tulah yang dahsyat! Kuasa-Nya melampaui para allah di Mesir dan mengatasi alam semesta, hingga akhirnya Firaun tunduk pada otoritas Allah dan mengizinkan bangsa Israel keluar dari Mesir.

Kita juga bisa melihat kuasa Allah yang Mahatinggi dari kisah patung sembahan bangsa Filistin—Dagon yang jatuh di hadapan tabut perjanjian, sebagai lambang kehadiran Allah yang saat itu direbut oleh bangsa Filistin dan ditempatkan di kuil mereka. Hal ini menunjukkan bahwa Ia adalah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan.

Ada banyak kisah lain di Alkitab yang membuat kita mengenal sosok-Nya sebagai Allah yang Mahatinggi. Namun, tidak hanya melalui cerita Alkitab, saya pun mengalaminya sendiri. Bulan Agustus 2021, istri saya—Jessica—berpulang ke rumah Bapa. Hal itu membuat saya sangat berduka. Beberapa kali di dalam doa, saya mengungkapkan kepada Tuhan bahwa sosok yang sangat ingin saya jumpai pertama kali saat meninggal nanti adalah Jessica. Suatu saat, Tuhan seolah bertanya, “Siapakah yang lebih engkau kasihi—Aku atau Jessica?”

Hal itu sungguh menyadarkan saya tentang siapa yang seharusnya menjadi sosok paling utama dalam hidup. Sejak saat itu, doa saya adalah agar dapat mengenal Tuhan lebih lagi, sehingga nanti saat tiba waktunya saya berjumpa dengan Tuhan, Dia adalah sosok pertama yang saya rindukan. Saya ingin memeluk-Nya!

Sekarang, saya belajar untuk taat dan bergantung penuh pada-Nya. Saya ingin berjalan bersama-Nya dengan kerendahan hati dan terus meninggikan Dia. Biarkan Allah yang Mahatinggi memimpin kehidupan saya!

By NO Comment 25th March 2022
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

*

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
WhatsApp chat