Oleh: Lita Desiana, guru TK B1
Lomba 17 Agustus di KB-TK Athalia
Kali ini redaksi mewawancarai salah satu guru dari KB-TK Athalia terkait kemeriahan lomba 17 Agustus pada perayaan HUT ke-78 RI. Manfaat apa saja yang akan didapat oleh setiap murid saat mereka ikut serta pada kegiatan tersebut? Mari kita simak penjelasan dari Ibu Lita.
Redaksi: Pembelajaran apa yang didapat para murid saat ikut lomba?
Bu Lita: Pembelajaran yang didapat oleh para murid yang setiap tahun dirayakan, adalah:
- Menumbuhkan semangat juang dan pantang menyerah, karena untuk meraih sebuah kemenangan, murid harus mau berusaha dan bekerja keras.
Hal ini terlihat ketika para murid memiliki semangat dalam memberikan usaha terbaiknya dengan segenap kemampuan dalam setiap lomba. Contohnya adalah saat murid mengikuti lomba memasukkan ring (simpai kecil) ke cone dengan menggunakan kaki. Pasti perlu semangat untuk berusaha dan tekun melakukannya sampai semua ring (simpai kecil) masuk ke cone dengan cepat.
- Murid dapat menerima kekalahan dengan lapang dada saat mengikuti lomba dan tidak membenci yang menang. Walaupun mereka mungkin merasa sedih karena kalah, mereka diajak untuk tidak marah-marah. Murid belajar untuk tetap memiliki karakter sukacita, yaitu bersikap benar termasuk di situasi yang tidak nyaman. Saat murid menang, mereka juga belajar untuk tidak sombong tetapi tetap memberikan semangat buat teman yang kalah.
- Melatih para murid untuk belajar mengambil keputusan ketika ingin memenangkan lomba. Caranya yaitu dengan memiliki sikap yang fokus dalam perlombaan dan menjunjung tinggi sportivitas.
- Membantu merangsang kecerdasan dan tumbuh kembang kemampuan motorik murid, misalnya: dalam lomba makan kerupuk, memindahkan bendera, balap karung, dan lain-lain. Lomba-lomba ini memerlukan koordinasi mata, kaki, dan tangan, sehingga pada saat yang sama menstimulasi kemampuan motoriknya.
- Murid belajar untuk mampu menerima tantangan yang ada. Misalnya adalah ketika lomba memindahkan belut dari satu ember ke ember yang lain, pasti memerlukan keberanian untuk melakukannya.
- Belajar bekerja sama untuk memupuk persahabatan dan kekompakan di antara rekan-rekan satu tim. Contohnya adalah pada saat lomba tarik tambang dan lari estafet. Lomba-lomba ini memerlukan kerja sama dan komunikasi dalam tim untuk mendengarkan pendapat dari orang lain. Juga untuk menerima instruksi supaya dapat melakukannya dengan tepat dan bisa memperoleh kemenangan.
- Murid belajar mendengarkan dengan penuh perhatian aturan dan instruksi dalam perlombaan.
- Meningkatkan rasa percaya diri sehingga murid menjadi berani ketika harus tampil di depan umum.
- Yang terpenting adalah menumbuhkan semangat cinta tanah air Indonesia. Guru bisa menceritakan makna di balik lomba-lomba. Misalnya lomba makan kerupuk, yang mewakili susahnya makan dalam masa penjajahan, semangat gotong-royong dan persatuan saat lomba tarik tambang.
Redaksi: Bagaimana cara menentukan lomba 17 Agustus yang tepat untuk unit KB (Batita dan Pra-TK) dan TK (TK A-TK B)?
Bu Lita:
- Memilih lomba sesuai dengan usia dan tingkat pencapaian murid. Misalnya lomba memasukkan bola sesuai dengan pola, untuk KB hanya pola AB-AB, sedangkan untuk TK pola AB-AB, ABC-ABC, atau ABCD-ABCD. Contoh lainnya, pada lomba memindahkan bendera untuk usia KB/Batita (2 atau 3 bendera) dalam jarak yang lebih pendek. Juga untuk siswa TK (4 bendera) dalam jarak yang lebih jauh.
- Memperhatikan durasi lomba dan disesuaikan dengan usia murid karena kemampuan murid KB-TK dalam menyelesaikan lomba berbeda-beda. Misalnya usia KB memerlukan waktu yang sedikit lebih lama dibanding usia TK.
- Menumbuhkan dan menstimulasi kematangan emosi, keterampilan sosial, kematangan kognitif. Melatih berkonsentrasi saat bermain dan belajar, dan mengembangkan keterampilan motorik.
Redaksi: Apa saja lomba 17 Agustus yang diadakan dari KB (Batita-Pra TK) dan TK (TK A dan TK B)?
Bu Lita: Lomba yang diadakan untuk KB dan TK adalah:
- Batita
Lomba memindahkan bendera, mengelompokkan benda sesuai warna, menyusun balok.
Tujuan dari lomba ini adalah untuk melatih koordinasi mata, tangan, dan melatih fokus. Juga untuk menumbuhkan keberanian murid, interaksi dengan teman, dan merangsang kemampuan motorik kasar murid. - Pra-TK
Lomba meronce dan memindahkan bendera.
Tujuannya adalah untuk melatih rasa percaya diri anak, melatih kemampuan kognitif, fokus, dan meningkatkan kemampuan motorik kasar murid. Juga untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, menumbuhkan sikap penuh semangat, sportif saat berkompetisi mengikuti lomba bersama teman sebaya. - TK A
Lomba menyusun gelas warna putih dan bentuk geometri warna merah dengan pola AB-AB. Lomba menyusun bola sesuai warna (merah, kuning, biru, hijau).
Tujuannya adalah agar murid dapat mengenal warna bendera merah-putih dan warna-warna dasar, seperti merah, hijau, biru, dan kuning. Selain itu juga untuk mengembangkan motorik kasar dan halus murid. Tujuan lainnya adalah agar mereka bersyukur dan bangga menjadi anak Indonesia lewat lomba perayaan hari Kemerdekaan Indonesia. Mereka juga dilatih untuk bisa bersikap sportif dalam permainan kompetitif, dan mengembangkan rasa percaya diri. - TK B
Lomba membalikkan gelas dan mengisi bola sesuai pola ABC-ABC. Lomba memasukkan ring (simpai kecil) ke dalam cone menggunakan kaki.
Tujuannya adalah untuk menumbuhkan sikap percaya diri, menstimulasi kemampuan motorik murid, melatih kecerdasan kognitif, dan menumbuhkan daya juang. Saat murid mengikuti aturan lomba, mereka akan berlatih memecahkan masalah sederhana berdasarkan prioritas atau urutan.
Kesimpulan
Ternyata melalui wawancara ini kita mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang manfaat yang didapat oleh para murid saat mengikuti perlombaan. Selain dari segi sosial emosional, sensorik motorik, juga melatih perkembangan kognitif murid. Jadi mereka tak sekadar bermain tetapi juga sambil belajar dengan penuh sukacita. Terlebih KB-TK Athalia tidak asal pilih kegiatan lomba tetapi benar-benar disesuaikan dengan kondisi dan tahapan tumbuh kembang murid.