Pentingnya Kesehatan Mental Remaja: Tips Mengatasi Stres dari Psikiater dr. Lahargo Kembaren

Kesehatan Mental Sama Pentingnya dengan Kesehatan Fisik

Mens sana in corpore sano”—di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat. Prinsip ini menjadi dasar pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik secara seimbang.

Athalia mengangkat isu ini dalam sebuah seminar bertema “Mental Health yang diselenggarakan pada Kamis, 5 Desember 2019. Narasumber utama seminar ini adalah dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ, seorang psikiater dari Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Bogor. Beliau membawakan dua sesi seminar untuk jenjang SMP dan SMA dengan tema yang sama.


Apa Itu Sehat Menurut dr. Lahargo Kembaren?

Dr. Lahargo memulai pembahasan dengan menjelaskan makna sehat secara menyeluruh, yaitu sehat fisik, sosial, dan jiwa.
Menurutnya, seseorang dikatakan sehat jiwa jika:

  • Merasa bahagia dan memiliki emosi positif,
  • Mampu beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari,
  • Dapat menerima kelebihan dan kekurangan diri sendiri maupun orang lain.

Pada masa remaja, individu mengalami banyak perubahan hormon dan dinamika emosi. Dr. Lahargo menyebutkan tujuh perubahan emosional umum yang dialami remaja, yaitu:

  1. Meningkatnya perhatian pada lawan jenis,
  2. Kesetiaan pada kelompok sebaya,
  3. Mudah terpengaruh,
  4. Bersikap egois,
  5. Mudah kecewa, kesal, malu, atau tertekan,
  6. Ingin dipuja (narsisis),
  7. Rasa ingin tahu yang tinggi dan keinginan untuk mencoba hal baru.

Perubahan-perubahan ini membuat remaja rentan mengalami stres. Ketika stresor mulai mengganggu kehidupan sosial, akademik, atau kesehatan fisik, penting bagi remaja untuk mempertimbangkan konsultasi dengan profesional, seperti psikolog atau psikiater.


Mengapa Penting Berkonsultasi dengan Profesional?

Dr. Lahargo menekankan bahwa berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater sama halnya dengan berobat ke dokter.

  • Jika tubuh terasa sakit, kita pergi ke dokter umum.
  • Jika batin terganggu, kita menemui psikolog atau psikiater.

Berkonsultasi dapat membantu seseorang melihat masalah secara objektif, menemukan insight baru, dan menyusun strategi pemecahan masalah yang sehat.


Dampak Stres dan Cara Mengatasinya

Stres yang tidak ditangani dapat menimbulkan dampak negatif, seperti:

  • Perasaan frustrasi,
  • Keluhan fisik (pusing, sakit perut, tidak nafsu makan).

Namun, dr. Lahargo juga menjelaskan bahwa stres tidak selalu buruk. Dalam kadar tertentu, stres bisa menjadi motivasi untuk berprestasi lebih baik.

Agar stres tidak berujung negatif, berikut tujuh tips mengatasi stres secara sehat dari dr. Lahargo Kembaren:

  1. Jangan ragu untuk meminta bantuan.
  2. Bernapas pelan dan panjang.
  3. Konsumsi makanan sehat.
  4. Rutin berolahraga.
  5. Kerjakan tugas tanpa menunda.
  6. Jangan khawatir pada hal-hal di luar kendali.
  7. Maafkan diri sendiri atas kegagalan.

Peran Orang Tua, Guru, dan Teman Sebaya

Kehidupan remaja penuh dengan dinamika dan tantangan. Oleh karena itu, dukungan lingkungan sekitar sangat penting.
Orang tua, guru, dan teman sebaya perlu mendengarkan tanpa menghakimi agar remaja merasa aman mengekspresikan diri dan mendapatkan bantuan ketika dibutuhkan.


Kesimpulan

Kesehatan mental remaja adalah fondasi penting menuju kehidupan dewasa yang seimbang. Dengan memahami diri, mengelola stres secara sehat, dan berani mencari bantuan profesional, remaja dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan bahagia. (SO)

Posted in Edukasi and tagged , .