SD

Profil Murid SD Athalia

5 Beliefs Athalia

Apa Natur Murid yang dipercaya oleh Sekolah Athalia?
Berikut adalah kepercayaan Athalia tentang natur murid yang sejalan dengan kisah Allah di atas,

Setiap Murid Milik Allah
Murid diciptakan oleh dan untuk Allah. Mereka adalah milik-Nya, bukan milik orang tua, guru, apalagi diri sendiri. Pendidikan Kristen membentuk murid untuk hidup sesuai kehendak Allah sebagai pemilik dan pemimpin hidup mereka. Ini berarti membantu mereka menyadari identitas mereka sebagai umat Allah yang hidup dalam kisah Allah di dunia.

Setiap Murid Berharga
Murid diciptakan menurut gambar rupa Allah. Mereka berharga di mata-Nya dan memiliki martabat yang luhur — kemuliaan dan kehormatan yang berasal dari pancaran kemuliaan Allah dan keterhubungan mereka dengan-Nya. Pendidikan Kristen membentuk murid untuk menyadari keberhargaan dirinya dan menghormati martabat orang lain sebagai wujud penghormatan kepada Allah.

Setiap Murid Unik
Murid diciptakan Allah unik dengan seluruh keberadaan dirinya. Tidak ada satu murid yang sama, bahkan anak kembar sekalipun. Di mata Allah, setiap murid yang Ia ciptakan dan kasihi bukanlah kesalahan atau kegagalan, melainkan bagian berharga dari karya-Nya. Pendidikan Kristen menyediakan ruang bagi setiap murid untuk mengembangkan keunikannya dan menolong mereka menemukan serta menjalani peran khusus mereka dalam rencana besar Allah.

Setiap Murid Cerdas
Murid diciptakan Allah dengan kapasitas yang luar biasa: akal untuk berpikir (head), hati untuk merasakan dan membentuk afeksi (heart), serta tindakan yang selaras dengan kehendak Allah (hands). Kapasitas ini perlu dilatih dan dikembangkan agar murid memiliki kapabilitas untuk melaksanakan kehendak Allah dan memikul tanggung jawab yang dipercayakan kepada mereka. Pendidikan Kristen menjadi ruang formasi di mana Roh Kudus menolong murid mengenal dan mengembangkan kapasitasnya, serta mengarahkan kapabilitasnya untuk melayani sesama dan memuliakan Allah.

Setiap Murid Bertujuan
Murid diciptakan Allah dengan tujuan ilahi, masing-masing dengan peran dan panggilannya masing-masing. Mereka diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya. Pendidikan Kristen menjadi sarana penting untuk mempersiapkan murid memahami dan menjalankan panggilan hidup mereka sebagai co-ruler—mengelola dan menatalayani bumi—dan co-creator—membentuk hidup yang memancarkan karakter Allah dan menolong orang lain bertumbuh serupa Kristus demi memenuhi bumi dengan kemuliaan-Nya.

Profil Karakter Murid SD Athalia
Setelah melalui masa Pembentukan (Growing) hal penting yang mendasar di TK, selanjutnya jangka waktu enam tahun di SD difokuskan untuk Membentuk (Shaping) murid sebagai Responsible Learner. Murid dibimbing dan dibentuk untuk berpikir dan bertindak berdasarkan karakter ilahi (apa yang menyenangkan bagi Tuhan). Ini adalah masa untuk memperkokoh kepribadian murid dengan kematangan yang sesuai dengan usia mereka, yang berbuah dalam karakter: penuh perhatian, ketaatan, kerajinan, kejujuran, ketertiban, tanggung jawab, inisiatif, pengendalian diri.

Responsible Learner menggambarkan murid SD yang dibentuk terus menerus hati, pikiran, dan tangan (heart-head-hand) secara utuh. Responsible Learner diasah hati, pikiran, dan tangannya melalui interaksi otentik. Responsible Learner menggunakan tiap kesempatan belajar sebagai ruang untuk bertanggung jawab dan menikmatinya sebagai bagian dari pembentukan yang membuahkan kematangan untuk melangkah ke masa SMP (remaja).

Christian Character-based Learning Community

Athalia sebagai Christian Character-based Learning Community
Sekolah Kristen Athalia adalah sebuah Christian Character-Based Learning Community, yaitu komunitas pembelajaran yang berpusat pada Kristus dan secara sengaja membentuk karakter murid melalui seluruh pengalaman belajar dan kehidupan bersama di sekolah.

Kami percaya bahwa setiap anak diciptakan menurut gambar dan rupa Allah serta dipanggil untuk bertumbuh menjadi pribadi yang mengasihi Allah, mengasihi sesama, dan menjalankan tanggung jawabnya sebagai penatalayan ciptaan-Nya. Karena itu, pendidikan tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter yang semakin mencerminkan Kristus.

Mengapa karakter penting?
Pengetahuan dan keterampilan penting, tetapi karakter menentukan bagaimana seseorang menggunakan pengetahuan dan keterampilannya. Sekolah Athalia percaya bahwa pendidikan yang utuh harus menolong murid bertumbuh dalam integritas, tanggung jawab, kasih, kerendahan hati, ketekunan, dan kebijaksanaan sehingga mereka dapat menjadi berkat bagi sesama dan memuliakan Tuhan melalui hidupnya.

Mengapa komunitas penting?
Karakter tidak dibentuk terutama melalui teori, tetapi melalui relasi dan kehidupan bersama. Komunitas sekolah menjadi tempat murid belajar menghormati, melayani, bekerja sama, menyelesaikan konflik, menerima koreksi, dan bertanggung jawab terhadap sesama. Dalam komunitas inilah nilai-nilai Kristiani dipelajari, dipraktikkan, dan dihidupi setiap hari.

Mengapa disiplin diperlukan?
Disiplin merupakan bagian penting dari proses pertumbuhan. Disiplin membantu murid memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi dan setiap tindakan membawa dampak bagi diri sendiri maupun orang lain. Melalui disiplin, murid belajar mengembangkan pengendalian diri, tanggung jawab, dan kebiasaan hidup yang baik.

Mengapa setiap anggota saling bertanggung jawab?
Pembentukan karakter merupakan tanggung jawab bersama. Murid, orang tua, guru, dan sekolah dipanggil untuk bekerja sama membangun komunitas yang mencerminkan kasih dan kebenaran Allah. Setiap anggota komunitas berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman, mendukung, dan mendorong pertumbuhan satu sama lain.

Peran dan Tanggung Jawab
Pembentukan karakter murid berlangsung paling efektif ketika sekolah dan keluarga berjalan bersama dalam tujuan yang sama. Oleh karena itu, setiap anggota komunitas memiliki peran dan tanggung jawab yang saling melengkapi.

Murid
Murid diharapkan berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar dan pembentukan karakter dengan:
Menghormati Allah, diri sendiri, dan sesama.
Mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh.
Menunjukkan integritas dalam perkataan dan tindakan.
Bertanggung jawab atas pilihan dan perilakunya.
Berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan saling menghargai.

Orang Tua
Orang tua merupakan pendidik utama yang Tuhan percayakan bagi anak. Oleh karena itu, orang tua diharapkan:
Menjadi mitra sekolah dalam pembentukan karakter dan perkembangan anak.
Mendukung nilai-nilai dan budaya yang dihidupi sekolah.
Menjalin komunikasi yang terbuka dan konstruktif dengan sekolah.
Mendampingi anak dalam pertumbuhan akademik, sosial, emosional, dan spiritualnya.
Memberikan teladan yang konsisten di rumah.

Guru
Guru berperan sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan dalam komunitas pembelajaran dengan:
Mengajar dan membimbing murid berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab.
Membangun relasi yang penuh kasih, hormat, dan keadilan.
Menolong murid bertumbuh dalam karakter dan kompetensi.
Memberikan arahan, koreksi, dan pendampingan yang membangun.
Menjadi teladan dalam integritas, pelayanan, dan pembelajaran sepanjang hayat.

Sekolah
Sekolah bertanggung jawab untuk:
Menyediakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan berpusat pada Kristus.
Membangun budaya sekolah yang mendukung pembentukan karakter.
Menjalin kemitraan yang sehat dengan keluarga.
Menjalankan pendampingan dan pendisiplinan secara adil, konsisten, dan bertujuan membangun.

Pendisiplinan

Pendisiplinan sebagai Pembentukan Karakter
Di Sekolah Kristen Athalia, pendisiplinan dipahami sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pembentukan karakter, bukan sekadar pemberian hukuman atas pelanggaran yang dilakukan.

Kami percaya bahwa setiap anak sedang bertumbuh dan belajar. Karena itu, ketika terjadi kesalahan, fokus utama sekolah bukanlah menghukum, melainkan menolong murid memahami dampak dari tindakannya, mengambil tanggung jawab, memperbaiki kesalahan, dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa.

Disiplin bukan hukuman
Pendisiplinan bertujuan mendidik, membimbing, dan mengarahkan. Konsekuensi diberikan bukan untuk mempermalukan atau membalas kesalahan, melainkan untuk membantu murid belajar dari pengalaman yang terjadi.

Disiplin adalah pembelajaran
Melalui proses disiplin, murid belajar tentang tanggung jawab, pengendalian diri, pengambilan keputusan yang bijaksana, dan konsekuensi dari setiap pilihan yang dibuat.

Restorasi relasi
Ketika sebuah tindakan berdampak pada orang lain atau komunitas, proses disiplin juga bertujuan memulihkan relasi yang terganggu. Murid didorong untuk mengakui kesalahan, meminta maaf, melakukan perbaikan yang diperlukan, dan membangun kembali kepercayaan.

Pertumbuhan karakter
Pendisiplinan diarahkan pada pembentukan karakter yang semakin mencerminkan Kristus. Tujuan akhirnya bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, tetapi perubahan hati yang menghasilkan perilaku yang benar.

Refleksi dan tanggung jawab
Murid didorong untuk merefleksikan tindakan yang dilakukan, memahami dampaknya terhadap diri sendiri maupun orang lain, serta mengambil langkah-langkah yang bertanggung jawab untuk memperbaiki keadaan.

Dengan demikian, setiap proses pendisiplinan dipandang sebagai kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan semakin dewasa dalam karakter serta relasi dengan Allah dan sesama.

Program Kemitraan

  1. ATHALIA PARENTS COMMUNITY (APC)
    Merupakan bentuk kemitraan antara orang tua dan pihak sekolah. APC terdiri atas pengurus inti dan perwakilan orang tua dari tiap tingkat. Perwakilan orang tua dari tiap tingkat ini disebut CPR (Coordinator Parent Relation) yang melaluinya orang tua dapat menyampaikan aspirasi dan memberikan sumbangsih kepada pihak sekolah demi mendukung keberhasilan proses belajar murid.
  2. PARENTING CLASS COMMUNITY (PCC)
    Adalah kelas parenting yang merupakan sarana pembekalan bagi orang tua dalam mengantisipasi dan mengatasi masalah yang berhubungan dengan pengasuhan putra-putrinya. Di dalam Parenting Class Community ini, para orang tua saling belajar, berlatih, dan berbagi pengalaman tentang bagaimana cara dan metode apa yang tepat dalam mendidik putra-putrinya.
  3. PARENT TEACHING PROGRAM (PTP)
    Adalah program yang membutuhkan kerja sama orang tua untuk mengajar dalam kelas-kelas sesuai rencana pembelajaran yang telah ditetapkan. PTP merupakan kesempatan bagi orang tua untuk mengalami langsung bagaimana proses pendidikan berlangsung di Athalia, sambil ikut membuka wawasan, berbagi cerita, dan mengajarkan keterampilan yang dimiliki sesuai profesi orang tua kepada para murid.
  4. ATHALIA LEARNING COMMUNITY (ALC)
    ALC ini dibentuk untuk menolong seluruh anggota komunitas Athalia belajar banyak hal sehingga dapat berperan sebagai agen pembawa perubahan. Program ALC umumnya berupa seminar, pelatihan, community service, dll.
  5. PARENTS IN TOUCH (PIT)
    Persekutuan doa para orang tua murid yang khusus mendoakan para murid dan guru-guru yang mengajar. Tujuan PIT adalah untuk menyerahkan tiap murid dalam perlindungan Tuhan, menyerahkan guru-guru agar mengajar dengan baik, dan melibatkan orang tua untuk ikut dalam pergumulan pendidikan putra-putrinya.
  6. FAMILY DAY
    Wadah kebersamaan seluruh komunitas Athalia yang diadakan setiap tahun. Family Day melibatkan orang tua sebagai panitia inti, dan dalam penyelenggaraannya bekerja sama dengan sekolah. Penyelenggaraan Family Day meliputi bazaar, performance murid-guru-orang tua, permainan-permainan, dan perlombaan yang intinya meningkatkan kesehatian baik dalam keluarga masing-masing, maupun seluruh komunitas.

 Program Pendidikan

Pendekatan Pembelajaran SD Athalia

“Belajar dengan hati, tangan, dan pikiran”

Di SD Athalia, pertumbuhan sebagai Responsible Learner dijalani dalam proses Shaping, yaitu proses menghidupi kebiasaan belajar, karakter dan nilai-nilai Kristiani yang menjadi fondasi bagi kehidupan murid. Seluruh pengalaman belajar dirancang untuk mengembangkan Heart, Head, dan Hand secara seimbang, sehingga murid bertumbuh dalam seluruh aspek kehidupannya.

Proses Shaping berlangsung secara bertahap melalui tiga fase perkembangan.

Foundation (Kelas I–II)
Pada tahap Foundation, murid membangun dasar sebagai pembelajar yang mengasihi Tuhan dan sesama. Dengan pendampingan yang berlandaskan kebenaran dan kasih (disiplin dan kasih karunia), murid belajar taat dan perhatian pada suara Tuhan dan figur otoritas yang ilahi. Murid belajar membangun kebiasaan mendasar yang baik dan benar, seperti: mengenal Tuhan, mengembangkan rasa percaya diri sebagai ciptaan Allah yang berharga, serta menghargai seluruh makhluk.

Formation (Kelas III–IV)
Pada tahap Formation, murid mulai dibentuk kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai dasar untuk membangun relasi yang penuh kasih terhadap sesama manusia dan lingkungan di sekitarnya. Berbagai pengalaman belajar mendorong murid untuk aktif berpartisipasi, bekerja sama, bertanggung jawab terhadap tugas, serta mengembangkan potensi yang Tuhan anugerahkan.

Maturity (Kelas V–VI)
Pada tahap Maturity, murid diperlengkapi menjadi pembelajar yang semakin mandiri yang dapat dipercaya dan memimpin diri. Murid belajar mengambil keputusan yang bijaksana, bertanggung jawab atas proses belajarnya, serta mempersiapkan diri memasuki jenjang SMP sebagai Responsible Learner yang siap terus bertumbuh.

Program Pembelajaran


Kegiatan Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler
Untuk mewujudkan perjalanan pembentukan tersebut, SD Athalia menyelenggarakan program pendidikan yang terintegrasi melalui 3 jenis kegiatan pembelajaran, yaitu: kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Ketiga program tersebut dirancang secara bertahap sesuai dengan fokus pembentukan pada setiap jenjang sehingga seluruh pengalaman belajar saling melengkapi dalam membentuk murid secara utuh.

Intrakurikuler
Pendidikan Agama Kristen, Pendidikan Pancasila, IPA (mulai kelas III), IPS (mulai kelas III), Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, bahasa Mandarin, Teknologi Informatika & Komputer (TIK), Pendidikan Anti Korupsi (DikSi), Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Seni Budaya dan Prakarya (SBdP).

Kokurikuler
Kerohanian : Devosi, Ibadah, Christmas Carol, Natal, Paskah,
Retret (kelas V)
Karakter : Kamp Karakter, Shepherding, Perayaan Karakter,
Mastering Myself Camp
Kebangsaan : Upacara Bendera, HUT RI, Bulan Budaya,
Hari kartini dan Pendidikan Nasional, BB Junior Day
(kelas III), BB Junior Camp (kelas IV)
Kognitif & Sosial : Field Trip, Student Led Conference (SLC),
Perpustakaan, Peer Teaching, Karya Cipta Tulis,
Kelas Inspiratif, Kelas Konselor, Aktivitas Bersama
(ViBer), SexEdu, Celebration.
Ekstrakurikuler
Kepanduan : Ekskul wajib (masuk dalam jam pembelajaran)
Musik : Ekskul wajib (masuk dalam jam pembelajaran)
Smart Club : Ekskul pilihan, pelaksanaan diluar jam pembelajaran,
berbayar
Project Club : Ekskul yang diikuti oleh murid yang terpilih (hasil
seleksi).

Kegiatan Harian dan Mingguan
Devosi/ Renungan
Murid mengikuti Devosi yang dilaksanakan di kelas setiap pagi selama 25 menit sebelum pelajaran dimulai. Aktivitas dalam devosi: menyanyikan 1 pujian, membaca perikop Firman Tuhan, membaca renungan dari buku renungan murid, sharing (berbagi hidup guru dan murid dalam keseharian).

Ibadah/ Chapel
Ibadah murid dilaksanakan selama 2JP setiap 2x dalam sebulan. Pelayan Ibadah diambil dari guru dan murid untuk Pujian, dan guru Agama/pembina kerohanian atau pembicara tamu untuk yang menyampaikan Firman Tuhan. Ibadah Kelas III-VI dilaksanakan setiap Senin dan Ibadah Kelas I-II dilaksanakan setiap Selasa.

Shepherding
Shepherding dilaksanakan setiap Jumat selama 2JP di kelas masing-masing. Sebagai gembala bagi murid, guru mengajarkan karakter yang dipelajari pada level tersebut dalam bentuk cerita, sharing, permainan, roleplay, simulasi, dan proyek ketaatan yang wajib dilaksanakan di sekolah maupun di rumah.

Upacara Bendera dan Senam Bersama
Upacara Bendera dilaksanakan setiap hari Senin, bergantian dengan kegiatan Senam dan Ibadah murid. Upacara dan Senam dilakukan selama 1 JP bersama-sama guru dan murid di lapangan. Petugas upacara semua dipilih bergantian dari murid kelas III-VI. Kelas I-II, khusus petugas pengibar bendera, dilakukan oleh guru.

Boys’ Brigade Junior (BB Junior)
Boys’ Brigade merupakan program kepanduan yang telah dilaksanakan di Sekolah Dasar Athalia pada tahun ajaran 2024/2025. Program ini berlandaskan pada dua kegiatan inti yang disebut sebagai pilar Boys’ Brigade, yaitu kerohanian dan kedisiplinan. Tujuan utama dari Boys’ Brigade adalah memperluas Kerajaan Allah di tengah anak-anak dan remaja, serta membina sikap taat, hormat, disiplin, dan penghargaan terhadap diri sendiri serta segala tingkah laku yang mengarah pada karakter Kristus sejati. BB Junior dilaksanakan rutin setiap Rabu selama 3 JP.

Aktivitas Bersama (ViBer)
ViBer merupakan aktivitas awal masuk sekolah setelah libur cukup panjang, agar murid dapat menyesuaikan diri sebelum mereka kembali belajar. Viber dilaksanakan di hari pertama awal masuk setelah libur mid semester, libur semester. Aktivitas yang dilakukan antara lain, senam bersama, jalan sehat, games atau aktivitas yang lain.

Kelas Konselor
Kelas Konselor dilaksanakan setiap hari Rabu, disesuaikan dengan jadwal dan program BB Junior untuk kelas III-VI. Sedangkan untuk kelas I-II bergantian dengan jadwal Ibadah setiap Selasa.
Selain masuk kelas secara rutin bergantian setiap Selasa atau Rabu, Konselor juga membuat program dan mengadakan seminar yang dilaksanakan di akhir semester I dan II, dengan nara sumber konselor tamu dari SMP/SMA atau psikolog undangan. Kelas Konselor juga terjadwal dalam program MELANGKAH di setiap kelas I-VI.

Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan adalah sarana pembentukan budaya literasi dan tanggung jawab. Perpustakaan merupakan bagian penting bagi proses pembelajaran. Perpustakaan Sekolah Athalia memiliki koleksi buku-buku bacaan fiksi maupun nonfiksi, yang bersifat hiburan maupun yang merupakan sumber informasi mendukung pembelajaran.
Seluruh murid didorong untuk gemar membaca dan diharapkan dapat meminjam, memelihara serta mengembalikan setiap buku yang telah dipinjam pada tanggal yang telah ditetapkan.
Selain meminjam buku pada jadwal wajib kunjung perpustakaan, murid kelas IV-VI diizinkan meminjam buku untuk dibawa pulang dengan ketentuan yang berlaku.
Murid wajib mengunjungi perpustakaan sesuai jadwal masing-masing kelas.
Diluar jam kunjungan perpustakaan sesuai jadwal kelas, murid dapat membaca buku di selasar depan perpustakaan pada jam istirahat.
Buku yang dipinjam harus dijaga dengan baik dan dikembalikan tepat waktu. Apabila buku hilang atau rusak karena kelalaian, murid dan orang tua bertanggung jawab mengganti atau menyelesaikan biaya penggantian sesuai ketentuan sekolah.

Kegiatan Unggulan Tahunan
MELANGKAH
Program MELANGKAH adalah program pengenalan lingkungan sekolah dan pembiasaan awal yang dilakukan bertahap sesuai jenjang kelas. MELANGKAH berarti mengenal langsung lingkungan sekolah.
Tujuan utama Program MELANGKAH adalah membentuk murid menjadi Responsible Learner sejak awal masuk sekolah. Secara khusus, program ini bertujuan untuk:
Membantu murid mengenal kehidupan nyata di sekolah.
Membentuk kebiasaan dasar yang konsisten.
Melatih tanggung jawab, kemandirian, dan pengendalian diri.
Membantu guru memiliki arah pembinaan yang jelas per jenjang.
Menyiapkan murid agar siap belajar secara sosial, emosional, spiritual, dan akademik.

Format Jadwal Mingguan

BB Junior Camp
BB Junior Camp adalah kegiatan perkemahan yang wajib diikuti oleh murid Kelas IV, yang dilaksanakan selama 2 hari 1 malam dengan menginap di sekolah. Melalui kegiatan perkemahan ini, para murid diharapkan dapat belajar mengenai kedisiplinan, ketaatan, rasa hormat, kemandirian, serta memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan memahami indahnya hidup dalam sebuah komunitas.

Retret
Pada tahap Kelas V, murid mulai diarahkan untuk semakin mengenal diri, memahami relasi dengan Tuhan dan sesama, serta belajar mengambil inisiatif dalam merespons kebenaran yang mereka terima. Karena itu, retret dirancang sebagai perjalanan hati: dari sekadar mengetahui kebenaran, mengalami perjumpaan pribadi, dipulihkan dalam relasi, lalu belajar menjaga pertumbuhan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Alur Besar Retret

Mastering Myself Camp (MMC)
Kegiatan MMC dilaksanakan di luar sekolah, Camping menginap 2 hari 1 malam di luar sekolah (tempat perkemahan), pada penghujung kelas VI setelah rangkaian asesmen dan ujian selesai. MMC menjadi momen penting bagi murid kelas VI untuk membangun kebersamaan, kemandirian, tanggung jawab, kepedulian, serta kemampuan bekerja sama sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana apresiasi terhadap perkembangan karakter murid melalui dukungan dari guru dan teman-teman.

Dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti refleksi karakter, permainan kelompok, outbound, devosi, api unggun, dan kebersamaan dalam kehidupan berkemah, diharapkan murid dapat memiliki pengalaman yang membangun iman, karakter, dan relasi yang lebih baik.


Field Trip
Field Trip dilaksanakan minimal 1x setahun, dan bisa 2x apabila memang diperlukan untuk menunjang pembelajaran. Field Trip bertujuan memberi pengalaman belajar nyata yang menolong murid memahami ciptaan Tuhan, kehidupan masyarakat, budaya, lingkungan, sejarah, sains, dan tanggung jawab sosial.

Tahapan Field Trip per level

Program Field Trip per Kelas

GRADUATE IMPACT PROJECT
Graduate Impact Project merupakan proyek untuk kelas VI SD Athalia yang bertujuan memperkuat kehadiran Athalia sebagai komunitas yang menyaksikan kasih Allah melalui tindakan nyata. Program ini dirancang agar setiap angkatan lulusan tidak hanya menyelesaikan proses belajar di ruang kelas, tetapi juga meninggalkan dampak yang dapat dirasakan oleh komunitas sekolah dan lingkungan sekitar.

Pada tahun ajaran 2026/2027, Graduate Impact Project kelas VI mengangkat tema Zero Waste School Movement, yaitu gerakan sekolah tanpa limbah. Melalui program ini, murid kelas VI diajak untuk melihat persoalan sampah sebagai masalah nyata, memahami dampaknya, lalu merancang dan menjalankan solusi yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

Timeline Program

KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN

  1. Kesiapan Belajar
    Membawa perlengkapan belajar sesuai jadwal.
    Menyelesaikan tugas dengan jujur dan bertanggung jawab.
    Mengikuti instruksi guru selama pembelajaran.
    Menjaga ketertiban kelas dan lingkungan belajar.
    Menggunakan bahasa yang sopan kepada guru dan teman.
  2. Barang yang Tertinggal
    Untuk melatih tanggung jawab, murid dibiasakan menyiapkan perlengkapan dari rumah. Penyusulan barang dibatasi sampai pukul 07.30 WIB, kecuali untuk kebutuhan penting seperti obat-obatan, kacamata, atau dokumen khusus yang diperlukan pada hari tersebut.
  3. Kejujuran Akademik
    Murid wajib mengerjakan tugas, ulangan, proyek, dan penilaian secara jujur. Bentuk ketidakjujuran akademik antara lain:
    Menyontek.
    Memberi jawaban kepada teman saat penilaian.
    Mengambil atau menyalin karya orang lain tanpa izin.
    Meminta orang lain mengerjakan tugas pribadi.
    Menggunakan bantuan digital/AI tanpa izin guru.
    Tindak lanjut ketidakjujuran akademik dapat berupa refleksi, pengulangan tugas, nilai khusus sesuai ketentuan guru/sekolah, pembinaan karakter, dan komunikasi dengan orang tua.