Profil Murid SMA Athalia
5 Beliefs Athalia
Apa Natur Murid yang dipercaya oleh Sekolah Athalia?
Berikut adalah kepercayaan Athalia tentang natur murid yang sejalan dengan kisah Allah di atas,
Setiap Murid Milik Allah
Murid diciptakan oleh dan untuk Allah. Mereka adalah milik-Nya, bukan milik orang tua, guru, apalagi diri sendiri. Pendidikan Kristen membentuk murid untuk hidup sesuai kehendak Allah sebagai pemilik dan pemimpin hidup mereka. Ini berarti membantu mereka menyadari identitas mereka sebagai umat Allah yang hidup dalam kisah Allah di dunia.
Setiap Murid Berharga
Murid diciptakan menurut gambar rupa Allah. Mereka berharga di mata-Nya dan memiliki martabat yang luhur — kemuliaan dan kehormatan yang berasal dari pancaran kemuliaan Allah dan keterhubungan mereka dengan-Nya. Pendidikan Kristen membentuk murid untuk menyadari keberhargaan dirinya dan menghormati martabat orang lain sebagai wujud penghormatan kepada Allah.
Setiap Murid Unik
Murid diciptakan Allah unik dengan seluruh keberadaan dirinya. Tidak ada satu murid yang sama, bahkan anak kembar sekalipun. Di mata Allah, setiap murid yang Ia ciptakan dan kasihi bukanlah kesalahan atau kegagalan, melainkan bagian berharga dari karya-Nya. Pendidikan Kristen menyediakan ruang bagi setiap murid untuk mengembangkan keunikannya dan menolong mereka menemukan serta menjalani peran khusus mereka dalam rencana besar Allah.
Setiap Murid Cerdas
Murid diciptakan Allah dengan kapasitas yang luar biasa: akal untuk berpikir (head), hati untuk merasakan dan membentuk afeksi (heart), serta tindakan yang selaras dengan kehendak Allah (hands). Kapasitas ini perlu dilatih dan dikembangkan agar murid memiliki kapabilitas untuk melaksanakan kehendak Allah dan memikul tanggung jawab yang dipercayakan kepada mereka. Pendidikan Kristen menjadi ruang formasi di mana Roh Kudus menolong murid mengenal dan mengembangkan kapasitasnya, serta mengarahkan kapabilitasnya untuk melayani sesama dan memuliakan Allah.
Setiap Murid Bertujuan
Murid diciptakan Allah dengan tujuan ilahi, masing-masing dengan peran dan panggilannya masing-masing. Mereka diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya. Pendidikan Kristen menjadi sarana penting untuk mempersiapkan murid memahami dan menjalankan panggilan hidup mereka sebagai co-ruler—mengelola dan menatalayani bumi—dan co-creator—membentuk hidup yang memancarkan karakter Allah dan menolong orang lain bertumbuh serupa Kristus demi memenuhi bumi dengan kemuliaan-Nya.
Profil Karakter Murid SMA Athalia
Selama tiga tahun di Sekolah Menengah Atas (SMA), murid memasuki tahap Influencing & Contributing di mana murid mengembangkan kepemimpinan diri yang membawa pengaruh dan kontribusi positif bagi komunitas. Memimpin di sini bukan soal jabatan, tetapi tentang sikap hati dan tanggung jawab untuk memberi pengaruh yang baik. Dalam peran apa pun, murid belajar berkontribusi dan membangun relasi yang berdampak. Inilah gambaran seorang Servant Leader. Kepemimpinan Servant Leader dibangun di atas dasar kerendahan hati (humility) untuk belajar dan melayani, antusiasme (enthusiasm) dalam menjalani panggilan, daya tahan (endurance) dalam menghadapi tantangan, serta keberanian (boldness) untuk menyuarakan kebenaran dengan kasih.
Servant Leader menggambarkan murid SMA yang mengembangkan seluruh keberadaannya yang unik (SHAPE: spiritual gifts, heart, abilities, personality, experience) untuk terlibat sebagai agen restorasi dunia yang berdosa. Servant Leader tidak hanya aktif dalam tindakan nyata, tetapi juga dalam proses mendengarkan, merangkul perbedaan, dan memimpin diri dan orang lain dengan keteladanan yang semakin konsisten. Dengan kesadaran akan kasih Allah (God- awareness), pemahaman yang dalam tentang siapa mereka dalam Kristus (self- awareness), dan komitmen untuk berdampak (world-awareness), murid SMA diperlengkapi untuk memberi dampak nyata di mana pun mereka berada.
Christian Character-based Learning Community
Athalia sebagai Christian Character-based Learning Community
Sekolah Kristen Athalia adalah sebuah Christian Character-Based Learning Community, yaitu komunitas pembelajaran yang berpusat pada Kristus dan secara sengaja membentuk karakter murid melalui seluruh pengalaman belajar dan kehidupan bersama di sekolah.
Kami percaya bahwa setiap anak diciptakan menurut gambar dan rupa Allah serta dipanggil untuk bertumbuh menjadi pribadi yang mengasihi Allah, mengasihi sesama, dan menjalankan tanggung jawabnya sebagai penatalayan ciptaan-Nya. Karena itu, pendidikan tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter yang semakin mencerminkan Kristus.
Mengapa karakter penting?
Pengetahuan dan keterampilan penting, tetapi karakter menentukan bagaimana seseorang menggunakan pengetahuan dan keterampilannya. Sekolah Athalia percaya bahwa pendidikan yang utuh harus menolong murid bertumbuh dalam integritas, tanggung jawab, kasih, kerendahan hati, ketekunan, dan kebijaksanaan sehingga mereka dapat menjadi berkat bagi sesama dan memuliakan Tuhan melalui hidupnya.
Mengapa komunitas penting?
Karakter tidak dibentuk terutama melalui teori, tetapi melalui relasi dan kehidupan bersama. Komunitas sekolah menjadi tempat murid belajar menghormati, melayani, bekerja sama, menyelesaikan konflik, menerima koreksi, dan bertanggung jawab terhadap sesama. Dalam komunitas inilah nilai-nilai Kristiani dipelajari, dipraktikkan, dan dihidupi setiap hari.
Mengapa disiplin diperlukan?
Disiplin merupakan bagian penting dari proses pertumbuhan. Disiplin membantu murid memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi dan setiap tindakan membawa dampak bagi diri sendiri maupun orang lain. Melalui disiplin, murid belajar mengembangkan pengendalian diri, tanggung jawab, dan kebiasaan hidup yang baik.
Mengapa setiap anggota saling bertanggung jawab?
Pembentukan karakter merupakan tanggung jawab bersama. Murid, orang tua, guru, dan sekolah dipanggil untuk bekerja sama membangun komunitas yang mencerminkan kasih dan kebenaran Allah. Setiap anggota komunitas berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman, mendukung, dan mendorong pertumbuhan satu sama lain.
Peran dan Tanggung Jawab
Pembentukan karakter murid berlangsung paling efektif ketika sekolah dan keluarga berjalan bersama dalam tujuan yang sama. Oleh karena itu, setiap anggota komunitas memiliki peran dan tanggung jawab yang saling melengkapi.
Murid
Murid diharapkan berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar dan pembentukan karakter dengan:
Menghormati Allah, diri sendiri, dan sesama.
Mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh.
Menunjukkan integritas dalam perkataan dan tindakan.
Bertanggung jawab atas pilihan dan perilakunya.
Berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan saling menghargai.
Orang Tua
Orang tua merupakan pendidik utama yang Tuhan percayakan bagi anak. Oleh karena itu, orang tua diharapkan:
Menjadi mitra sekolah dalam pembentukan karakter dan perkembangan anak.
Mendukung nilai-nilai dan budaya yang dihidupi sekolah.
Menjalin komunikasi yang terbuka dan konstruktif dengan sekolah.
Mendampingi anak dalam pertumbuhan akademik, sosial, emosional, dan spiritualnya.
Memberikan teladan yang konsisten di rumah.
Guru
Guru berperan sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan dalam komunitas pembelajaran dengan:
Mengajar dan membimbing murid berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab.
Membangun relasi yang penuh kasih, hormat, dan keadilan.
Menolong murid bertumbuh dalam karakter dan kompetensi.
Memberikan arahan, koreksi, dan pendampingan yang membangun.
Menjadi teladan dalam integritas, pelayanan, dan pembelajaran sepanjang hayat.
Sekolah
Sekolah bertanggung jawab untuk:
Menyediakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan berpusat pada Kristus.
Membangun budaya sekolah yang mendukung pembentukan karakter.
Menjalin kemitraan yang sehat dengan keluarga.
Menjalankan pendampingan dan pendisiplinan secara adil, konsisten, dan bertujuan membangun.
Pendisiplinan
Pendisiplinan sebagai Pembentukan Karakter
Di Sekolah Kristen Athalia, pendisiplinan dipahami sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pembentukan karakter, bukan sekadar pemberian hukuman atas pelanggaran yang dilakukan.
Kami percaya bahwa setiap anak sedang bertumbuh dan belajar. Karena itu, ketika terjadi kesalahan, fokus utama sekolah bukanlah menghukum, melainkan menolong murid memahami dampak dari tindakannya, mengambil tanggung jawab, memperbaiki kesalahan, dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa.
Disiplin bukan hukuman
Pendisiplinan bertujuan mendidik, membimbing, dan mengarahkan. Konsekuensi diberikan bukan untuk mempermalukan atau membalas kesalahan, melainkan untuk membantu murid belajar dari pengalaman yang terjadi.
Disiplin adalah pembelajaran
Melalui proses disiplin, murid belajar tentang tanggung jawab, pengendalian diri, pengambilan keputusan yang bijaksana, dan konsekuensi dari setiap pilihan yang dibuat.
Restorasi relasi
Ketika sebuah tindakan berdampak pada orang lain atau komunitas, proses disiplin juga bertujuan memulihkan relasi yang terganggu. Murid didorong untuk mengakui kesalahan, meminta maaf, melakukan perbaikan yang diperlukan, dan membangun kembali kepercayaan.
Pertumbuhan karakter
Pendisiplinan diarahkan pada pembentukan karakter yang semakin mencerminkan Kristus. Tujuan akhirnya bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, tetapi perubahan hati yang menghasilkan perilaku yang benar.
Refleksi dan tanggung jawab
Murid didorong untuk merefleksikan tindakan yang dilakukan, memahami dampaknya terhadap diri sendiri maupun orang lain, serta mengambil langkah-langkah yang bertanggung jawab untuk memperbaiki keadaan.
Dengan demikian, setiap proses pendisiplinan dipandang sebagai kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan semakin dewasa dalam karakter serta relasi dengan Allah dan sesama.
Program Kemitraan
FAMILY DAY
Wadah kebersamaan seluruh komunitas Athalia yang diadakan setiap tahun. Family Day melibatkan orang tua sebagai panitia inti, dan dalam penyelenggaraannya bekerja sama dengan sekolah. Penyelenggaraan Family Day meliputi bazaar, performance murid-guru-orang tua, permainan-permainan, dan perlombaan yang intinya meningkatkan kesehatian baik dalam keluarga masing-masing, maupun seluruh komunitas.
ATHALIA PARENTS COMMUNITY (APC)
Merupakan bentuk kemitraan antara orang tua dan pihak sekolah. APC terdiri atas pengurus inti dan perwakilan orang tua dari tiap tingkat. Perwakilan orang tua dari tiap tingkat ini disebut CPR (Coordinator Parent Relation) yang melaluinya orang tua dapat menyampaikan aspirasi dan memberikan sumbangsih kepada pihak sekolah demi mendukung keberhasilan proses belajar murid.
PARENTING CLASS COMMUNITY (PCC)
Adalah kelas parenting yang merupakan sarana pembekalan bagi orang tua dalam mengantisipasi dan mengatasi masalah yang berhubungan dengan pengasuhan putra-putrinya. Di dalam Parenting Class Community ini, para orang tua saling belajar, berlatih, dan berbagi pengalaman tentang bagaimana cara dan metode apa yang tepat dalam mendidik putra-putrinya.
PARENT TEACHING PROGRAM (PTP)
Adalah program yang membutuhkan kerja sama orang tua untuk mengajar dalam kelas-kelas sesuai rencana pembelajaran yang telah ditetapkan. PTP merupakan kesempatan bagi orang tua untuk mengalami langsung bagaimana proses pendidikan berlangsung di Athalia, sambil ikut membuka wawasan, berbagi cerita, dan mengajarkan keterampilan yang dimiliki sesuai profesi orang tua kepada para murid.
ATHALIA LEARNING COMMUNITY (ALC)
ALC ini dibentuk untuk menolong seluruh anggota komunitas Athalia belajar banyak hal sehingga dapat berperan sebagai agen pembawa perubahan. Program ALC umumnya berupa seminar, pelatihan, community service, dll.
PARENTS IN TOUCH (PIT)
Persekutuan doa para orang tua murid yang khusus mendoakan para murid dan guru-guru yang mengajar. Tujuan PIT adalah untuk menyerahkan tiap murid dalam perlindungan Tuhan, menyerahkan guru-guru agar mengajar dengan baik, dan melibatkan orang tua untuk ikut dalam pergumulan pendidikan putra-putrinya.
Program Pendidikan
Pendekatan Pembelajaran
“Belajar Memimpin dengan Terhubung dan Berdampak Nyata”
Di jenjang SMA, proses pembelajaran memasuki tahap Influencing & Contributing, yaitu masa ketika murid tidak lagi hanya dibentuk bagi dirinya sendiri atau komunitas terdekatnya, tetapi diperlengkapi untuk membawa pengaruh yang positif dan memberikan kontribusi nyata sesuai dengan talenta, panggilan, dan kehendak Tuhan atas hidupnya.
Selaras dengan visi Athalia untuk mendidik murid menjadi murid Kristus, serta misi untuk membimbing setiap murid menghidupi rencana Tuhan bagi dirinya, seluruh pengalaman belajar dirancang untuk membentuk Servant Leader yang mengenal Tuhan, memimpin dengan karakter Kristus, dan siap menjadi berkat bagi gereja, masyarakat, bangsa, bahkan dunia.
Proses pembentukan ini berlangsung melalui tiga tahap pertumbuhan yang berkesinambungan:
Seeking Meaning
Memasuki masa remaja, murid mulai bertanya tentang banyak hal: Siapakah saya? Apa tujuan hidup saya? Mengapa saya perlu belajar? Di Athalia, proses pencarian ini diarahkan kepada Kristus sebagai sumber kebenaran. Melalui Christian Deep Learning dan berbagai pengalaman belajar yang bermakna, murid dibimbing untuk memahami identitasnya sebagai gambar Allah, mengenali potensi yang Tuhan percayakan, serta membangun relasi yang semakin intim dengan Tuhan sebagai dasar dalam menjalani setiap proses belajar dengan berbagai jenis orang yang akan ditemuinya.
Finding Direction
Seiring dengan pertumbuhan tersebut, murid dibimbing untuk menemukan arah hidup yang Tuhan rancangkan bagi dirinya. Melalui berbagai pengalaman autentik seperti penelitian, Student-Led Conference, penyusunan portofolio, tes minat dan bakat, serta pendampingan karier, murid diajak merefleksikan kekuatan, minat, nilai hidup, dan kesempatan yang Tuhan berikan. Proses ini menolong murid menemukan panggilan hidupnya sehingga keputusan mengenai studi lanjut maupun masa depan tidak hanya didasarkan pada kemampuan atau peluang, tetapi juga pada keyakinan akan rencana Tuhan dalam hidupnya.
Called to Serve & Go to the World
Pada tahap akhir, murid diperlengkapi untuk melangkah sebagai Servant Leader yang siap menghidupi panggilannya di tengah dunia. Melalui pengalaman seperti Live In, AKSEN (Ajang Kreativitas dan Seni), proyek pembelajaran, serta berbagai kesempatan melayani, murid belajar mengintegrasikan iman, pengetahuan, karakter, dan keterampilan dalam kehidupan nyata. Mereka dipersiapkan untuk memasuki dunia perguruan tinggi, dunia kerja, maupun berbagai bidang pelayanan dengan komitmen untuk memuliakan Tuhan, melayani sesama, dan membawa pengaruh yang mencerminkan Kristus.
Program Pembelajaran
Untuk mewujudkan perjalanan pembentukan tersebut, SMA Athalia menyelenggarakan program pendidikan yang terintegrasi melalui 3 jenis kegiatan pembelajaran, yaitu: kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Ketiga program tersebut dirancang secara bertahap sesuai dengan fokus pembentukan pada setiap jenjang sehingga seluruh pengalaman belajar saling melengkapi dalam membentuk murid secara utuh.

Kegiatan-kegiatan
Devosi dan Chapel
Murid wajib mengikuti renungan yang dilaksanakan di kelas sebelum pembelajaran dimulai dan chapel yang dilaksanakan di Aula.
Upacara
Upacara dilaksanakan setiap hari Senin dan siswa wajib memakai seragam nasional (putih-abu) lengkap dengan dasi dan topi.
Shepherding
Murid melatih karakter kerendahan hati, antusiasme, keberanian, dan daya tahan. Karakter-karakter ini dipraktikkan secara khusus untuk membentuk profil influencing & contributing demi membentuk kepemimpinan yang melayani dalam diri murid SMA Athalia.
Kamis Segar
Murid melakukan aktivitas fisik bersama, seperti jogging, permainan, atau senam dengan tujuan untuk meningkatkan kebugaran para murid. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Kamis pagi.
Boys’ Brigade
Boys’ Brigade adalah badan kepanduan Kristen. Seluruh murid SMP & SMA Athalia otomatis menjadi anggota BB Indonesia cabang 4 Athalia Distrik 3 Jakarta.
Retret
Retret merupakan kegiatan pembinaan kerohanian yang wajib diikuti oleh murid kelas X (siswa kelas X yang belum mengikuti retret akan diikutkan pada retret di tahun yang akan datang bersama dengan adik kelas).
Icon Camp
Icon-Camp merupakan sebuah kegiatan yang dirancang untuk memperdalam karakter dan kebiasaan murid mengenai Influencing and Contributing yang merupakan profil SMA Athalia (siswa kelas XI yang belum mengikuti Icon-Camp akan diikutkan pada Icon-Camp di tahun yang akan datang bersama dengan adik kelas).
Live in
Live In merupakan kegiatan aplikasi kehidupan sosial masyarakat. Kegiatan ini wajib diikuti oleh murid kelas XII. Kegiatan ini dilakukan di pemukiman warga yang sudah ditentukan. Murid tinggal di rumah warga dan melakukan kegiatan-kegiatan sosial.
Bimbingan Konseling
Kegiatan pelayanan pengembangan diri yang disediakan sekolah bagi murid SMA Athalia.
Field Trip
Field Trip diadakan guna menunjang materi pelajaran yang diberikan di kelas dan agar murid memiliki pengalaman melihat langsung objek pembelajaran di lapangan.
AKSEN
Ajang kreativitas dan seni bagi para murid. Kegiatan ini merupakan wadah untuk murid mengekspresikan kreativitasnya dalam bidang seni dengan penuh semangat dan berkolaborasi satu dengan yang lain. Kegiatan ini juga rutin menggalang dana untuk mendukung komunitas atau lembaga sosial masyarakat yang ada.
Athalia Cup
Athalia cup adalah turnamen olahraga yang diselenggarakan oleh SMA Athalia dan mengundang berbagai sekolah untuk terlibat di dalamnya. Kegiatan ini dirancang untuk membangun kebersamaan dalam kompetisi yang sehat dan penuh semangat.
Student-Led Conference
Sekolah memberikan kesempatan kepada murid SMA untuk mempresentasikan hasil pembelajaran mereka. Presentasi terbuka untuk komunitas Sekolah Athalia. Student-Led Conference diintegrasikan dengan program Science Fair.
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)
OSIS merupakan wadah organisasi bagi murid dan menampung seluruh kegiatan murid. Dengan demikian, semua murid SMA yang masih aktif secara otomatis menjadi anggota OSIS. Dasar hukum pembentukan OSIS adalah Tap MPR No IV/ MPR/1978 dan Tap Mendikbud No 0323/U/1978.
English Day
English Day adalah program yang dilakukan di setiap hari Kamis di SMA yang mendorong murid menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai aktivitas sekolah. Tujuannya adalah meningkatkan keberanian, kelancaran, dan kebiasaan positif dalam berbahasa Inggris.
Proyek Mata Pelajaran
Proyek Mata pelajaran adalah kegiatan pengembangan potensi terstruktur berbasis mata pelajaran yang difokuskan untuk Persiapan lomba (OSN, kompetisi ilmiah, dan lomba lainnya) dan Pengayaan materi yang sesuai minat murid.
Smart Club
Kegiatan Smart Club adalah wadah yang disediakan sekolah untuk mengeksplorasi kecerdasan majemuk yang dimiliki murid. Murid dapat mengikuti kegiatan Smart Club yang sesuai dengan kecerdasan majemuknya yang hendak dipertajam/dikembangkan. Kegiatan Smart Club bersifat tidak wajib dan dikategorikan sebagai Ekstrakurikuler yang bersifat pilihan dan ada kuota yang harus dipenuhi. Jenis Smart Club antara lain: Bola basket, Futsal, Tenis Meja, Memasak, Bulu tangkis, Fotografi, Bola Voli, dan lain lain. Jenis Smart Club yang ditawarkan dapat berubah setiap tahun pelajaran sesuai dengan kebutuhan.