TK

Profil Murid KB-TK Athalia

5 Beliefs Athalia

Apa Natur Murid yang dipercaya oleh Sekolah Athalia?
Berikut adalah kepercayaan Athalia tentang natur murid yang sejalan dengan kisah Allah di atas,

Setiap Murid Milik Allah
Murid diciptakan oleh dan untuk Allah. Mereka adalah milik-Nya, bukan milik orang tua, guru, apalagi diri sendiri. Pendidikan Kristen membentuk murid untuk hidup sesuai kehendak Allah sebagai pemilik dan pemimpin hidup mereka. Ini berarti membantu mereka menyadari identitas mereka sebagai umat Allah yang hidup dalam kisah Allah di dunia.

Setiap Murid Berharga
Murid diciptakan menurut gambar rupa Allah. Mereka berharga di mata-Nya dan memiliki martabat yang luhur — kemuliaan dan kehormatan yang berasal dari pancaran kemuliaan Allah dan keterhubungan mereka dengan-Nya. Pendidikan Kristen membentuk murid untuk menyadari keberhargaan dirinya dan menghormati martabat orang lain sebagai wujud penghormatan kepada Allah.

Setiap Murid Unik
Murid diciptakan Allah unik dengan seluruh keberadaan dirinya. Tidak ada satu murid yang sama, bahkan anak kembar sekalipun. Di mata Allah, setiap murid yang Ia ciptakan dan kasihi bukanlah kesalahan atau kegagalan, melainkan bagian berharga dari karya-Nya. Pendidikan Kristen menyediakan ruang bagi setiap murid untuk mengembangkan keunikannya dan menolong mereka menemukan serta menjalani peran khusus mereka dalam rencana besar Allah.
Setiap Murid Cerdas
Murid diciptakan Allah dengan kapasitas yang luar biasa: akal untuk berpikir (head), hati untuk merasakan dan membentuk afeksi (heart), serta tindakan yang selaras dengan kehendak Allah (hands). Kapasitas ini perlu dilatih dan dikembangkan agar murid memiliki kapabilitas untuk melaksanakan kehendak Allah dan memikul tanggung jawab yang dipercayakan kepada mereka. Pendidikan Kristen menjadi ruang formasi di mana Roh Kudus menolong murid mengenal dan mengembangkan kapasitasnya, serta mengarahkan kapabilitasnya untuk melayani sesama dan memuliakan Allah.

Setiap Murid Bertujuan
Murid diciptakan Allah dengan tujuan ilahi, masing-masing dengan peran dan panggilannya masing-masing. Mereka diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya. Pendidikan Kristen menjadi sarana penting untuk mempersiapkan murid memahami dan menjalankan panggilan hidup mereka sebagai co-ruler—mengelola dan menatalayani bumi—dan co-creator—membentuk hidup yang memancarkan karakter Allah dan menolong orang lain bertumbuh serupa Kristus demi memenuhi bumi dengan kemuliaan-Nya.

Profil Karakter Murid TK Athalia
Selama empat tahun di Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak, anak-anak menjalani tahap awal Pertumbuhan (Growing) sebagai Joyful Explorer, yang bertumbuh dalam karakter-karakter dasar: penuh perhatian, ketaatan, dan sukacita. Ketaatan, adalah pertumbuhan sebagai respons kasih kepada Allah. Ketaatan berasal dari hati yang terlebih dahulu belajar untuk peka dan penuh perhatian—kepada Tuhan, sesama, dan lingkungannya. Sukacita adalah karakter penting yang mengiringi perjalanan belajar murid TK. Sukacita yang sejati bukan sekadar perasaan senang, melainkan buah dari relasi yang hidup dengan Kristus dan orang dewasa yang beriman. Dengan sukacita ini, anak-anak dimampukan untuk belajar dan beraktivitas dengan hati yang penuh syukur dan siap dalam berbagai situasi baik yang menyenangkan maupun yang menantang. Joyful Explorer menggambarkan anak usia TK yang belajar dengan rasa ingin tahu, sukacita, dan semangat menjelajahi dunia di sekitarnya. Joyful Explorer bertumbuh dalam kesadaran akan kasih Tuhan (God-awareness) dan mengenali siapa diri mereka sebagai ciptaan-Nya yang berharga (self-awareness).

Christian Character-based Learning Community

Athalia sebagai Christian Character-based Learning Community
Sekolah Kristen Athalia adalah sebuah Christian Character-Based Learning Community, yaitu komunitas pembelajaran yang berpusat pada Kristus dan secara sengaja membentuk karakter murid melalui seluruh pengalaman belajar dan kehidupan bersama di sekolah.

Kami percaya bahwa setiap anak diciptakan menurut gambar dan rupa Allah serta dipanggil untuk bertumbuh menjadi pribadi yang mengasihi Allah, mengasihi sesama, dan menjalankan tanggung jawabnya sebagai penatalayan ciptaan-Nya. Karena itu, pendidikan tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter yang semakin mencerminkan Kristus.

Mengapa karakter penting?
Pengetahuan dan keterampilan penting, tetapi karakter menentukan bagaimana seseorang menggunakan pengetahuan dan keterampilannya. Sekolah Athalia percaya bahwa pendidikan yang utuh harus menolong murid bertumbuh dalam integritas, tanggung jawab, kasih, kerendahan hati, ketekunan, dan kebijaksanaan sehingga mereka dapat menjadi berkat bagi sesama dan memuliakan Tuhan melalui hidupnya.

Mengapa komunitas penting?
Karakter tidak dibentuk terutama melalui teori, tetapi melalui relasi dan kehidupan bersama. Komunitas sekolah menjadi tempat murid belajar menghormati, melayani, bekerja sama, menyelesaikan konflik, menerima koreksi, dan bertanggung jawab terhadap sesama. Dalam komunitas inilah nilai-nilai Kristiani dipelajari, dipraktikkan, dan dihidupi setiap hari.

Mengapa disiplin diperlukan?
Disiplin merupakan bagian penting dari proses pertumbuhan. Disiplin membantu murid memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi dan setiap tindakan membawa dampak bagi diri sendiri maupun orang lain. Melalui disiplin, murid belajar mengembangkan pengendalian diri, tanggung jawab, dan kebiasaan hidup yang baik.

Mengapa setiap anggota saling bertanggung jawab?
Pembentukan karakter merupakan tanggung jawab bersama. Murid, orang tua, guru, dan sekolah dipanggil untuk bekerja sama membangun komunitas yang mencerminkan kasih dan kebenaran Allah. Setiap anggota komunitas berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman, mendukung, dan mendorong pertumbuhan satu sama lain.

Peran dan Tanggung Jawab
Pembentukan karakter murid berlangsung paling efektif ketika sekolah dan keluarga berjalan bersama dalam tujuan yang sama. Oleh karena itu, setiap anggota komunitas memiliki peran dan tanggung jawab yang saling melengkapi.

Murid
Murid diharapkan berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar dan pembentukan karakter dengan:
Menghormati Allah, diri sendiri, dan sesama.
Mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh.
Menunjukkan integritas dalam perkataan dan tindakan.
Bertanggung jawab atas pilihan dan perilakunya.
Berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan saling menghargai.

Orang Tua
Orang tua merupakan pendidik utama yang Tuhan percayakan bagi anak. Oleh karena itu, orang tua diharapkan:
Menjadi mitra sekolah dalam pembentukan karakter dan perkembangan anak.
Mendukung nilai-nilai dan budaya yang dihidupi sekolah.
Menjalin komunikasi yang terbuka dan konstruktif dengan sekolah.
Mendampingi anak dalam pertumbuhan akademik, sosial, emosional, dan spiritualnya.
Memberikan teladan yang konsisten di rumah.

Guru
Guru berperan sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan dalam komunitas pembelajaran dengan:
Mengajar dan membimbing murid berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab.
Membangun relasi yang penuh kasih, hormat, dan keadilan.
Menolong murid bertumbuh dalam karakter dan kompetensi.
Memberikan arahan, koreksi, dan pendampingan yang membangun.
Menjadi teladan dalam integritas, pelayanan, dan pembelajaran sepanjang hayat.

Sekolah
Sekolah bertanggung jawab untuk:
Menyediakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan berpusat pada Kristus.
Membangun budaya sekolah yang mendukung pembentukan karakter.
Menjalin kemitraan yang sehat dengan keluarga.
Menjalankan pendampingan dan pendisiplinan secara adil, konsisten, dan bertujuan membangun.

Pendisiplinan

Pendisiplinan sebagai Pembentukan Karakter
Di Sekolah Kristen Athalia, pendisiplinan dipahami sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pembentukan karakter, bukan sekadar pemberian hukuman atas pelanggaran yang dilakukan.

Kami percaya bahwa setiap anak sedang bertumbuh dan belajar. Karena itu, ketika terjadi kesalahan, fokus utama sekolah bukanlah menghukum, melainkan menolong murid memahami dampak dari tindakannya, mengambil tanggung jawab, memperbaiki kesalahan, dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa.

Disiplin bukan hukuman
Pendisiplinan bertujuan mendidik, membimbing, dan mengarahkan. Konsekuensi diberikan bukan untuk mempermalukan atau membalas kesalahan, melainkan untuk membantu murid belajar dari pengalaman yang terjadi.

Disiplin adalah pembelajaran
Melalui proses disiplin, murid belajar tentang tanggung jawab, pengendalian diri, pengambilan keputusan yang bijaksana, dan konsekuensi dari setiap pilihan yang dibuat.

Restorasi relasi
Ketika sebuah tindakan berdampak pada orang lain atau komunitas, proses disiplin juga bertujuan memulihkan relasi yang terganggu. Murid didorong untuk mengakui kesalahan, meminta maaf, melakukan perbaikan yang diperlukan, dan membangun kembali kepercayaan.

Pertumbuhan karakter
Pendisiplinan diarahkan pada pembentukan karakter yang semakin mencerminkan Kristus. Tujuan akhirnya bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, tetapi perubahan hati yang menghasilkan perilaku yang benar.

Refleksi dan tanggung jawab
Murid didorong untuk merefleksikan tindakan yang dilakukan, memahami dampaknya terhadap diri sendiri maupun orang lain, serta mengambil langkah-langkah yang bertanggung jawab untuk memperbaiki keadaan.

Dengan demikian, setiap proses pendisiplinan dipandang sebagai kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan semakin dewasa dalam karakter serta relasi dengan Allah dan sesama.

Program Kemitraan

  1. ATHALIA PARENTS COMMUNITY (APC)
    Merupakan bentuk kemitraan antara orang tua dan pihak sekolah. APC terdiri atas pengurus inti dan perwakilan orang tua dari tiap tingkat. Perwakilan orang tua dari tiap tingkat ini disebut CPR (Coordinator Parent Relation) yang melaluinya orang tua dapat menyampaikan aspirasi dan memberikan sumbangsih kepada pihak sekolah demi mendukung keberhasilan proses belajar murid.
  2. PARENTING CLASS COMMUNITY (PCC)
    Adalah kelas parenting yang merupakan sarana pembekalan bagi orang tua dalam mengantisipasi dan mengatasi masalah yang berhubungan dengan pengasuhan putra-putrinya. Di dalam Parenting Class Community ini, para orang tua saling belajar, berlatih, dan berbagi pengalaman tentang bagaimana cara dan metode apa yang tepat dalam mendidik putra-putrinya.
  3. PARENT TEACHING PROGRAM (PTP)
    Adalah program yang membutuhkan kerja sama orang tua untuk mengajar dalam kelas-kelas sesuai rencana pembelajaran yang telah ditetapkan. PTP merupakan kesempatan bagi orang tua untuk mengalami langsung bagaimana proses pendidikan berlangsung di Athalia, sambil ikut membuka wawasan, berbagi cerita, dan mengajarkan keterampilan yang dimiliki sesuai profesi orang tua kepada para murid.
  4. ATHALIA LEARNING COMMUNITY (ALC)
    ALC ini dibentuk untuk menolong seluruh anggota komunitas Athalia belajar banyak hal sehingga dapat berperan sebagai agen pembawa perubahan. Program ALC umumnya berupa seminar, pelatihan, community service, dll.
  5. PARENTS IN TOUCH (PIT)
    Persekutuan doa para orang tua murid yang khusus mendoakan para murid dan guru-guru yang mengajar. Tujuan PIT adalah untuk menyerahkan tiap murid dalam perlindungan Tuhan, menyerahkan guru-guru agar mengajar dengan baik, dan melibatkan orang tua untuk ikut dalam pergumulan pendidikan putra-putrinya.
  6. FAMILY DAY
    Wadah kebersamaan seluruh komunitas Athalia yang diadakan setiap tahun. Family Day melibatkan orang tua sebagai panitia inti, dan dalam penyelenggaraannya bekerja sama dengan sekolah. Penyelenggaraan Family Day meliputi bazaar, performance murid-guru-orang tua, permainan-permainan, dan perlombaan yang intinya meningkatkan kesehatian baik dalam keluarga masing-masing, maupun seluruh komunitas.

Program Pendidikan

Pendekatan Pembelajaran KB-TK Athalia

“Belajar dengan sensori, relasi, dan imajinasi”

Selama empat tahun di Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak, murid menjalani tahap awal pembentukan (Growing) sebagai Joyful Explorer. Pada tahap ini, anak belajar mengenal Allah sebagai Pencipta dan Bapa yang mengasihi mereka, mengenali dirinya sebagai ciptaan Tuhan yang berharga, serta mulai membangun relasi yang sehat dengan sesama dan lingkungan.

Sebagai Joyful Explorer, pertumbuhan karakter murid berpusat pada tiga karakter dasar, yaitu penuh perhatian, ketaatan, dan sukacita. Murid belajar memberi perhatian kepada Tuhan, orang lain, dan lingkungan sekitarnya. Dari hati yang penuh perhatian, mereka dibimbing untuk bertumbuh dalam ketaatan sebagai respons kasih kepada Allah, bukan sekadar mengikuti aturan. Seluruh proses belajar juga diwarnai dengan sukacita, yaitu sukacita yang lahir dari relasi dengan Kristus sehingga murid menikmati proses belajar, berani mencoba hal baru, serta tetap bersyukur dalam berbagai situasi.

Perjalanan pertumbuhan setiap murid dikembangkan secara bertahap selama empat tahun melalui empat fokus utama:

Secure Explorer (Batita)
Guru membangun relasi yang hangat, aman, dan penuh kasih sehingga murid merasa diterima, dikasihi, dan percaya untuk mulai mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Melalui rutinitas, permainan, dan interaksi yang penuh perhatian, murid belajar membangun rasa aman, mengembangkan kepekaan terhadap orang lain, serta menikmati pengalaman belajar sebagai anugerah dari Tuhan.


Curious Explorer (Pra TK)
Guru membimbing murid mengeksplorasi dunia ciptaan Tuhan melalui permainan, pengalaman sensorik, dan pembelajaran yang menyenangkan. Dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih, murid bertumbuh menjadi anak yang berani bertanya, mencoba hal baru, dan menemukan dengan penuh sukacita.

Guided Explorer (TK A)
Guru menuntun murid untuk belajar dengan lebih terarah melalui pengalaman bermain, penyelidikan sederhana (inquiry), dan pembiasaan yang konsisten. Murid mulai mengembangkan kemandirian, mengenal aturan, bekerja sama dengan teman, serta belajar bertanggung jawab terhadap tugas-tugas sederhana sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan.

Meaningful Explorer (TK B)
Guru menghadirkan pengalaman belajar yang semakin bermakna dan terintegrasi. Murid belajar menghubungkan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan iman dalam kehidupan sehari-hari. Keterhubungan ini menolong murid untuk mengalami bahwa pengetahuan dan keterampilan baru yang ia pelajari ternyata bisa berguna bagi dirinya dan sekitarnya, dengan cara yang bermakna dan otentik.

Melalui perjalanan ini, KB-TK Athalia mempersiapkan setiap murid untuk bertumbuh menjadi Joyful Explorer. Dalam tiap tahapan pertumbuhan, setiap kegiatan pembelajaran memberi kesempatan pada murid untuk dengan sukacita mengasihi Tuhan, mengembangkan hati yang penuh perhatian, dan taat sebagai respons kasih kepada Kristus.

Program Pembelajaran
Program Khas di setiap Jenjang
Setiap tahap perkembangan memiliki program khusus yang dirancang untuk mendukung fokus pertumbuhan murid sebagai Joyful Explorer.

Play Date (Batita)
Play Date merupakan kegiatan yang melibatkan orang tua dan murid melalui berbagai aktivitas bermain bersama. Program ini membantu membangun rasa aman, mempererat hubungan antara anak, orang tua, dan guru, sehingga murid merasa nyaman untuk mulai mengeksplorasi lingkungan sekolah.

Grandparents Day (Pra TK)
Grandparents Day menghadirkan kakek dan nenek sebagai bagian dari pengalaman belajar murid. Melalui berbagai aktivitas bersama, murid belajar menghargai keluarga, membangun relasi antargenerasi, serta mengenal kasih Tuhan yang dinyatakan melalui keluarga.

Joyful Caring Day (TK A & TK B)
Joyful Caring Day merupakan kegiatan pelayanan sederhana yang memberikan kesempatan kepada murid untuk mempraktikkan karakter yang telah ditanamkan melalui tindakan nyata kepada orang lain, lingkungan, maupun komunitas di sekitarnya. Murid belajar bahwa sukacita sejati bertumbuh ketika mereka menjadi berkat bagi sesama.

Growing Camp (TK B)
Growing Camp merupakan program khusus bagi murid TK B sebagai perayaan perjalanan pertumbuhan mereka selama menjadi Joyful Explorer di KB-TK Athalia. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk one day camp dengan berbagai aktivitas yang dirancang untuk memperkuat karakter, kemandirian, kerja sama, kepemimpinan, serta kemampuan memecahkan masalah melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.


Program Berkesinambungan
Beberapa program dilaksanakan secara berkesinambungan pada setiap tahap perkembangan dengan penekanan yang berbeda sesuai kebutuhan anak.

Kegiatan Harian dan Mingguan


Devosi dan Pendalaman Karakter

Devosi dilaksanakan secara rutin di kelas sebagai bagian dari pembentukan iman dan karakter murid. Devosi ini dilakukan setiap pagi bersama guru kelas. Melalui pujian, doa, cerita Firman Tuhan, refleksi sederhana, dan percakapan bersama guru, murid belajar mengenal kasih Tuhan serta menghidupi tiga karakter dasar Joyful Explorer, yaitu Penuh Perhatian (Attentive), Ketaatan (Obedient), dan Sukacita (Joyful).

Nilai-nilai karakter tersebut dihidupi dalam berbagai situasi sehari-hari, baik saat belajar, bermain, maupun berinteraksi dengan teman dan guru sehingga menjadi kebiasaan yang terus bertumbuh.

Ibadah Bersama (Chapel)
Ibadah dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pembinaan kerohanian murid. Dalam ibadah, murid diajak memuji Tuhan, mendengarkan Firman Tuhan melalui cerita Alkitab yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, serta merespons firman melalui doa, lagu, maupun aktivitas sederhana.
Melalui ibadah, murid belajar mengenal Tuhan, mengembangkan kasih kepada sesama, serta membangun kebiasaan beribadah sejak usia dini.

Nature Sensory Play
Nature Sensory Play merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap minggu bagi murid BATITA dan Pra TK. Murid mengeksplorasi berbagai bahan alam dan media sensorik seperti pasir, tanah, air, daun, batu, lumpur, bunga, serta berbagai tekstur lainnya.

Melalui pengalaman multisensori ini, murid mengembangkan kemampuan mengamati, bereksplorasi, memecahkan masalah sederhana, meningkatkan koordinasi motorik, serta belajar menghargai ciptaan Tuhan.

Sensori Integrasi
Program Sensori Integrasi dilaksanakan secara rutin mulai dari BATITA hingga TK B di ruang Sensori Integrasi yang dirancang khusus untuk mendukung perkembangan sensorik anak. Melalui berbagai permainan terarah, murid memperoleh stimulasi pada sistem vestibular (keseimbangan), proprioseptif (kesadaran posisi dan gerakan tubuh), serta taktil (indera peraba).
Kegiatan dalam program ini membantu mengembangkan kemampuan regulasi diri, koordinasi motorik, keseimbangan, konsentrasi, serta kesiapan belajar. Dengan stimulasi sensorik yang sesuai tahap perkembangan, murid diharapkan mampu berpartisipasi dalam kegiatan belajar sehari-hari dengan lebih percaya diri, fokus, dan optimal.

Bermain Air (Splash Garden)
Murid mengikuti kegiatan bermain air sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Berbagai aktivitas eksplorasi dilakukan untuk mengembangkan motorik, kerja sama, serta keberanian mencoba hal-hal baru.

Berkebun (Gardening)
Program berkebun mulai dilaksanakan pada jenjang TK A. Murid belajar menanam, merawat, mengamati pertumbuhan tanaman, serta memanen hasilnya sebagai bentuk penghargaan terhadap ciptaan Tuhan.

Selain mengenalkan konsep sains secara sederhana, kegiatan ini menumbuhkan rasa tanggung jawab, kesabaran, kepedulian terhadap lingkungan, dan kebiasaan merawat apa yang telah Tuhan percayakan.

Bahasa Inggris
Program Bahasa Inggris dimulai sejak Pra TK hingga TK B. Pembelajaran dilakukan secara menyenangkan melalui lagu, permainan, cerita, percakapan sederhana, phonics, dan pengenalan kosakata yang sesuai dengan perkembangan usia anak. Tujuan program ini adalah membangun pengenalan Bahasa Inggris dasar.

Gerak dan Musik (Music and Movement)
Program Gerak dan Musik dilaksanakan secara rutin untuk mengembangkan kepekaan musikal, koordinasi gerak, rasa percaya diri, serta kemampuan berekspresi melalui kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Murid diperkenalkan pada berbagai konsep dasar musik, seperti tempo, ritme, dan dinamika, melalui lagu, permainan musik, gerak, dan aktivitas vokal sederhana. Selain itu, murid juga berkesempatan memainkan berbagai alat musik sederhana, seperti triangle, ring bell, angklung, dan alat musik ritmis lainnya. Melalui pengalaman tersebut, murid belajar mendengarkan, mengikuti irama, bekerja sama dalam kelompok, serta mengekspresikan sukacita dan kreativitas melalui musik.

Menggambar
Mulai jenjang TK A, murid mengikuti kelas menggambar sebagai sarana mengembangkan kreativitas, kemampuan visual, koordinasi motorik halus, serta keberanian menuangkan ide dan imajinasi.

Guru membimbing murid untuk menikmati proses berkarya tanpa menekankan hasil semata, sehingga setiap anak dapat mengembangkan potensi kreatifnya secara optimal.

Komputer
Program Komputer diberikan mulai dari TK A sebagai pengenalan literasi digital sesuai tahap perkembangan anak. Murid belajar menggunakan perangkat komputer melalui aktivitas yang sederhana, menyenangkan, dan edukatif.
Program ini bertujuan membangun keterampilan dasar penggunaan teknologi sekaligus menanamkan kebiasaan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Parent-Teaching
Parent-Teaching merupakan program kolaborasi antara sekolah dan keluarga, di mana orang tua berbagi pengalaman, profesi, atau keterampilan kepada murid sesuai tema pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, murid memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata, memperluas wawasan, serta melihat bahwa proses belajar tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga melibatkan keluarga dan komunitas.

Celebration Day
Celebration Day merupakan puncak pembelajaran yang diselenggarakan pada akhir tahun ajaran sebagai bentuk apresiasi terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan murid selama satu tahun. Melalui berbagai penampilan, pameran karya, maupun presentasi hasil belajar, murid diberi kesempatan untuk menunjukkan pengalaman belajar, kreativitas, dan karakter yang telah bertumbuh kepada orang tua dan komunitas sekolah.

Perayaan Natal
Perayaan Natal merupakan bagian dari pembinaan iman murid untuk mengenal kasih Allah melalui kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk ibadah dan berbagai penampilan murid.

Perayaan Paskah
Perayaan Paskah merupakan bagian dari pembinaan iman murid untuk mengenal kasih, pengorbanan, dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus melalui ibadah dan kegiatan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Perayaan Hari Kemerdekaan dan Hari Kartini
Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Kartini dilaksanakan sebagai bagian dari pembentukan karakter murid dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air, menghargai perjuangan para pahlawan, serta mengenal nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini. Berbagai kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak dirancang untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, serta penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.

Laporan Perkembangan Belajar Siswa

Program Kelas Mingguan

Berisikan tentang kegiatan yang akan dilakukan setiap minggu melalui Google Classroom.

  • Lembar Observasi

Berisi tentang pengamatan guru kelas terhadap siswa dan diberikan setiap bulan.

  • Laporan Perkembangan

Merupakan laporan yang mengidentifikasi tahap perkembangan siswa yang diberikan di tengah dan akhir semester.