Partnership Program SMP Athalia 2023

Oleh: Beryl Sadewa – Wakasek Kesiswaan SMP Athalia

Partnership Program di SMP Athalia

Belum lama ini, SMP Athalia, sebuah sekolah di BSD, Serpong, menyelenggarakan kegiatan Partnership Program yang berlangsung dalam dua gelombang. Gelombang pertama 29 Agustus 2023 dan gelombang kedua pada 12 September 2023. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan murid-nurid  kelas VI SD Athalia kepada kegiatan belajar mengajar di SMP pada umumnya dan SMP Athalia pada khususnya. Setelah mengikuti kegiatan ini, diharapkan mereka memiliki sedikit gambaran mengenai proses belajar mengajar di jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu SMP.
 
Dalam kegiatan Partnership Program ini, peserta diperkenalkan kepada SMP Athalia, khususnya  melalui perpustakaan dan kegiatan pembelajaran. Di perpustakaan, mereka dijelaskan prosedur peminjaman buku maupun pemakaian fasilitas lain yang ada di perpustakaan. Mereka juga berkesempatan mengikuti kegiatan pembelajaran bersama guru-guru SMP Athalia, seperti mata pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Inggris, Seni Tari, Seni Lukis, dan Olahraga. 
 

Memperkenalkan Kegiatan Berorganisasi di SMP Athalia

Selain kegiatan pembelajaran, hal yang cukup berbeda di SMP adalah belajar berorganisasi. SMP Athalia memiliki dua wadah untuk memfasilitasi murid-murid dalam berorganisasi, yaitu OSIS dan Boys’ Brigade (BB). Sepintas, peserta mendapat informasi berkaitan dengan kegiatan-kegiatan OSIS dan BB yang dapat mereka ikuti nantinya. Mereka juga dapat berinteraksi langsung dengan pengurus OSIS dan NCO*) dalam kelompok kecil.
 

Konsep Kegiatan Partneship Program

Kegiatan ini dikemas sedemikian rupa menyerupai konsep Amazing Race. Hal ini dilakukan untuk menambah minat dan semangat peserta. Misalnya, peserta diharapkan mampu bekerja sama untuk menemukan petunjuk-petunjuk tersembunyi yang dipersiapkan sebelumnya agar mereka dapat masuk ke aktivitas berikutnya. 
 
Jumlah murid yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 110 murid yang didampingi oleh guru-guru SD. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan guru-guru SMP yang kreatif, 12 orang pengurus OSIS, dan 8 orang NCO.
 
 
 

*) NCO (Non Commisioned Officer) adalah anggota BB yang telah mengikuti latihan kepemimpinan dan diangkat menjadi pemimpin bagi anggota-anggota BB lainnya. Pada dasarnya mereka adalah kepanjangan tangan para officer (Pembina BB) dalam menjalankan kegiatan BB di cabangnya.

Profil Siswa SMA Athalia Peraih Juara 1 Atletik Lompat Jauh Putra KOSN 2022

Oleh: Chandria Wening Krisnanda – konselor bina karir

Pada tanggal 28 Maret 2022 menjadi hari yang paling berkesan bagi Jason Sander. Untuk pertama kalinya dia berasil mendapatkan juara 1 Atletik Lompat Jauh Putra tingkat SMA yang diadakan oleh pemerintah kota Tangerang Selatan. KOSN singkatan dari Kompetisi Olahraga Siswa Nasional, yang setiap tahunnya menggelar kompetisi olahraga mulai dari level SD, SMP, dan SMA. KOSN tahun ini diadakan di SMAN 2 kota Tangerang Selatan.

Semua ini berawal saat Jason mendapatkan informasi dari temannya bahwa ada komunitas olahraga atletik yaitu, lari, lempar, dan lompat. Namun sejak setahun yang lalu Jason lebih tertarik pada lompat jauh. Keberhasilan sebagai peraih juara 1 Atletik Lompat jauh ini tidak mudah untuk diraih begitu saja. Jason harus mengikuti proses latihan kekuatan fisik yang teratur dan terjadwal hampir setiap hari dalam seminggu. Orang tua, teman, pelatih komunitas atletik, dan guru olahraga di SMA Athalia, sebuah sekolah di BSD, Serpong, mendukung Jason untuk terus berlatih meningkatkan performa lompat jauh.

Saat di sekolah, penampilan siswa kelas XI MIPA 1 yang juga hobi bermain basket ini begitu sederhana dan rendah hati. Namun, saat berada di lapangan, Jason begitu gesit dan lincah. Jason juga mengagumi sosok atlet profesional yaitu, Mike Powell, seorang atlet pemegang rekor dunia untuk lompat jauh.

Kedepannya Jason berharap dia dapat terus menekuni cabang olahraga atletik lompat jauh ini. Mari kita dukung dalam doa sehingga anugerah Tuhan terus tercurah bagi Jason Sander. Leap higher for the glory of God, Jason!

Kehangatan yang Terjalin di Pra-event Temu Alumni

Oleh: Martin Manurung, konselor SMA.

Semangat “We Are One” di Usia 25 Tahun Sekolah Athalia

Dalam rangka merayakan HUT ke-25 Sekolah Athalia, sekolah Kristen di BSD, Serpong, diadakan serangkaian kegiatan bertema “We Are One.”
Salah satu kegiatan istimewanya adalah Pra-Event Temu Alumni, yang menjadi ajang pemanasan sebelum acara puncak Temu Raya Alumni pada 8 Agustus 2020.

Panitia menargetkan 350 alumnus dari delapan angkatan untuk hadir dan bersatu dalam acara utama nanti. Mereka akan berkumpul, berbagi pengalaman, berdiskusi, dan mempererat relasi demi menyatukan langkah alumni Sekolah Athalia di berbagai bidang kehidupan.


Tujuan dan Makna Acara Pra-Event Temu Alumni

Mengumpulkan delapan angkatan alumni Athalia yang kini tersebar di berbagai kota, bahkan hingga luar negeri, bukan hal yang mudah. Karena itu, Pra-Event Temu Alumni diadakan dengan dua tujuan utama:

  1. Membangun semangat dan antusiasme alumni menjelang acara puncak Temu Raya.
  2. Menghidupkan kembali rasa kebersamaan dan kekeluargaan setelah bertahun-tahun tidak berjumpa, baik dengan teman seangkatan maupun para guru.

Persiapan kegiatan ini dilakukan selama kurang lebih dua bulan, melibatkan banyak pihak dari alumni hingga siswa aktif SMA Athalia.


Persiapan oleh Alumni dan Siswa Aktif

Tim panitia terdiri dari para alumni — Keia, Disa, Moses, Adit, Andy, Krishna, Andrew, Kenisha, Kezia Adelia, Fily, dan Marcella — serta beberapa siswa aktif SMA Athalia seperti Kelvin, Jordan, dan Victor.
Keterlibatan lintas generasi ini mencerminkan semangat “We Are One” yang sesungguhnya.

Acara pra-event dilaksanakan pada Sabtu, 29 Februari 2020 pukul 18.00–22.00, dan berhasil menjadi momen penuh sukacita bagi seluruh peserta.


Jalannya Acara: Penuh Canda, Musik, dan Nostalgia

Acara dipandu oleh Bapak Martin Manurung dan Ester Kumala Tantri (Angkatan 3) sebagai MC.
Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Pak Presno, kemudian dilanjutkan dengan permainan tebak lagu yang mencairkan suasana.

Momen ini juga dimanfaatkan untuk saling menyapa dan menanyakan kabar para alumni — termasuk status relasi mereka yang menjadi bahan canda segar di antara teman lama.

Suasana nostalgia semakin terasa lewat kuis kenangan masa SMA dan cerita-cerita “kenakalan lucu” semasa sekolah yang dibagikan oleh beberapa alumni.


Barbeque dan Musik yang Menghangatkan Malam

Keseruan malam itu berlanjut dengan pertunjukan musik dari para alumni dan guru yang menambah keakraban suasana.
Acara semakin meriah ketika para alumni dibagi ke dalam kelompok angkatan untuk barbeque (BBQ) bersama.

Di tengah gelak tawa dan aroma daging bakar, terlihat para alumni berbincang santai dengan guru-guru yang dulu mengajar mereka.
Kehangatan hubungan antara guru dan murid lama membuat malam itu begitu berkesan.


Dukungan dari Guru, OSIS, dan Orang Tua

Acara pra-event ini juga mendapat dukungan dari perwakilan OSIS SMA Athalia serta orang tua alumni yang turut berkontribusi melalui donasi dan konsumsi.
Beberapa guru SD dan SMP yang pernah mengajar para alumni juga turut hadir, menambah suasana nostalgia semakin kental.

Tercatat 115 alumni dari angkatan pertama hingga ketujuh hadir dalam acara ini — jumlah yang membuktikan semangat kebersamaan masih kuat di antara keluarga besar Sekolah Athalia.


Harapan untuk Temu Raya Alumni 2020

Seluruh peserta, baik alumni maupun guru, tampak antusias dan menikmati setiap momen dalam acara pra-event ini.
Harapannya, Temu Raya Alumni pada 8 Agustus 2020 dapat berlangsung lebih meriah, dihadiri lebih banyak alumnus, dan menjadi momentum penting untuk mempererat relasi seluruh keluarga besar Athalia.

Puncak Bulan Bahasa SMP Athalia

Pada Oktober lalu, tepat 31 Oktober, SMP Athalia menggelar acara puncak Bulan Bahasa yang telah diagendakan sejak jauh-jauh hari. Ada beragam lomba di bidang literasi yang menggugah para remaja makin mencintai bahasa Indonesia, belajar bahasa asing, mampu bekerja sama dalam tim dan teman-teman sekelas.

SMP Athalia mengangkat tema “Bahasa sebagai Pemersatu Bangsa” dalam perayaan bulan bahasa tahun ini. Beragam lomba diharapkan dapat mengembangkan siswa lebih percaya diri dalam mengekspresikan seni dan bahasa, tampil di depan umum, dan bekerja sama. Acara tahun ini difokuskan pada bahasa Indonesia dan Inggris. Lomba bercerita untuk kelas tujuh, membaca puisi untuk kelas delapan, dan pidato untuk kelas sembilan adalah tiga lomba untuk tiga jenjang berbeda di bangku SMP yang menggunakan bahasa Indonesia. Setiap kelas mengirimkan beberapa wakil untuk setiap lombanya—dua wakil per kelas untuk lomba bercerita, tiga siswa per kelas untuk lomba membaca puisi, dan dua orang per kelas untuk lomba berpidato.

Kategori Lomba Individu

Bercerita

  • Juara 1: Grace (7F)
  • Juara 2: Cristopher (7L)
  • Juara 3: Catalina (7L)

Membaca Puisi

  • Juara 1: Sebastian (8JE)
  • Juara 2: Michelle (8N)
  • Juara 3: Evelyn (8JU)

Pidato

  • Juara 1: Marsya
  • Juara 2: Cathleen
  • Juara 3: Mario

Selain itu, ada tiga lomba lain dalam bahasa Inggris—guessing word untuk kelas tujuh, spelling bee untuk kelas delapan, dan story telling untuk kelas sembilan. Hampir sama seperti lomba-lomba dalam bahasa Indonesia, lomba dalam bahasa Inggris juga diikuti oleh beberapa siswa setiap kelasnya.

Kategori Lomba Kelompok

Guessing Word

  • Juara 1: 7L
  • Juara 2: 7F
  • Juara 3: 7D

Spelling Bee

  • Juara 1: 8N
  • Juara 2: 8JE
  • Juara 3: 8E

Story Telling

  • Juara 1: 9W
  • Juara 2: 9E
  • Juara 3: 9R

Selain dua jenis lomba tersebut, ada dua lomba lain yang tak kalah menyenangkan, yaitu lomba poster! Setiap kelas dari angkatan kelas tujuh, delapan, dan sembilan membuat poster kelas masing-masing dengan tema “Bahasa sebagai Pemersatu Bangsa”. Panitia memilih tiga juara dari tiap angkatan. Selanjutnya, ada juga lomba yel-yel—dipilih 1 kelas sebagai pemenang dari tiga angkatan tersebut. Yang terakhir, lomba mading. Dari tiga angkatan, setiap kelas harus menampilkan mading kelas masing-masing.

Lomba Poster per Kelas

7:

  • Juara 1: 7D
  • Juara 2: 7L
  • Juara 3: 7R

8:

  • Juara 1: 8D
  • Juara 2: 8N
  • Juara 3: 8JE

9

  • Juara 1: 9W
  • Juara 2: 9F
  • Juara 3: 9R

Lomba Yel-Yel

  • Kelas 7: 7L
  • Kelas 8: 8JU
  • Kelas 9: 9F

Lomba Mading

  • Juara 1: 8D
  • Juara 2: 9R
  • Juara 3: 9F

Perlombaan berlangsung menyenangkan. Para siswa bersukacita dan mengembangkan semangat saling mendukung. Mereka tidak berkompetisi, tetapi berjuang menampilkan yang terbaik versi diri mereka dan mengasah kemampuan bekerja sama dengan teman-teman satu tim.

Seluruh rangkaian lomba hari itu ditutup dengan pentas teater bertema “Malin Kundang” yang diperankan oleh siswa-siswi SMP. Pementasan ini dikemas dengan gaya “anak sekarang” yang kental dengan dialog kekinian, dicampur dengan humor-humor renyah ala anak muda. Para pemain mendapatkan apresiasi yang besar dari penonton yang merupakan siswa SMP, para guru, dan staf. (SO)

bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia
bulan bahasa SMP Athalia

Puncak Bulan Bahasa di SD Athalia

Oleh: Rundiyati

Acara Puncak Bulan Bahasa

Puncak acara Bulan Bahasa dilaksanakan pada 28 Oktober 2019 sekaligus untuk memperingati hari Sumpah Pemuda. Acara ini diadakan di Aula F. Siswa kelas I-VI mengikuti acara dengan sangat antusias. Pada puncak acara ini, dipersembahkan berbagai rangkaian acara yang melibatkan seluruh siswa dan guru.

Rangkaian Berlangsungnya Acara

Acara ini berlangsung singkat, tetapi tidak menghilangkan maknanya. Tepat pukul 08.15, acara ini dimulai. Seperti tontonan spektakuler berkelas, acara ini diawali dengan hitungan mundur membuat seluruh peserta serasa terhipnotis untuk melihat puncak acara ini. Dilanjutkan dengan pemutaran video berdurasi singkat yang menceritakan kegiatan selama Bulan Bahasa dimulai dari pembukaan hingga acara di tiap minggunya. Video ini mengingatkan kembali proses kegiatan yang sudah dijalani, yakni mendapatkan pembekalan baru berkaitan dengan literasi, seperti menulis huruf kanji, membuat poster, membuat komik, spelling bee, story telling, teater, menggambar cerita, dan debat.

Setelah pemutaran video, Kania Kaban (6S) dan Brielle (3L) melakukan duet, menyanyikan lagu “Rayuan Pulau Kelapa” diiringi tiga guru musik. Onel (5M) selaku MC dalam acara ini mampu menarik seluruh penonton sehingga acara ini tak membosankan.

Senandung merdu dari Paduan Suara SD Athalia di bawah asuhan Kak Nina membawa suasana jadi tenang. Semua yang hadir di sana terhanyut ke dalam simfoni musik dan paduan suara yang indah.

Ada pula pementasan drama “Timun Mas” yang mengisahkan sepasang suami-istri (diperankan Nicholas 6W dan Clara 6S) yang merindukan kehadiran seorang anak. Suatu hari, mereka mendatangi seorang raksasa (diperankan oleh Oswel anak kelas 5H) untuk meminta diberikan seorang anak. Raksasa ini memberikan benih mentimun pada pasangan tersebut. Benih ini nantinya akan tumbuh menjadi sebuah timun berwarna emas yang berisi seorang bayi. Bayi ini kemudian diberi nama Timun Mas (diperankan oleh Desnaretha 4M).

Acara berlanjut dengan persembahan “Tari Indang” oleh siswa-siswi kelas VI. Puncaknya, seluruh ruangan dipenuhi gema suara siswa dan guru yang membacakan “Sumpah Pemuda” dan menyanyikan lagu “Bangun Pemudi Pemuda” secara serentak.

Untuk mengiringi anak-anak keluar dari aula F, kembali diperdengarkan lagu “Indonesia Jaya”. Selesai acara di Aula F, seluruh siswa kembali ke kelas masing-masing. Mereka mendapatkan kenang-kenangan berupa booknote bergambar seperti yang ada di spanduk dan bertuliskan “Bulan Bahasa”.

bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia
bulan bahasa SD Athalia

AKSEN 2019: Menjalin Kebersamaan untuk Mencapai Satu Tujuan

Oleh: Tesalonika Maria Kaynna – X IPS 1

AKSEN di Athalia dan Tema Tahun 2019

AKSEN bagi kita—warga Athalia—bukanlah sesuatu yang baru. Sekolah Athalia mengadakan acara tersebut setiap tahun dengan tema dan konsep yang berbeda-beda.

Tahun ini, AKSEN diadakan pada 19 Oktober dengan tema “Zenith” yang berarti “Highest Point” atau “Titik Puncak”. Tema ini mengangkat tiga nilai, yakni solidaritas, integritas, dan respek. Tema dan ketiga nilai tersebut direalisasikan lewat kabaret—pertunjukan hiburan berupa nyanyian, tarian, dan sebagainya—yang menjadi bagian dalam AKSEN 2019. Tak hanya kabaret, ada pula penampilan band dari SMP dan SMA Athalia. Mereka adalah Saisho Kara, Latreia, dan Phosphenes.

Persiapan AKSEN

Persiapan AKSEN dilakukan selama kurang lebih 6 bulan. Diawali dengan pemilihan tema, nilai-nilai, dan konsep, kemudian berlanjut ke pembuatan naskah, lagu, koreografi, penampil, pemeran, dan sebagainya. Bagian yang paling dasar, yaitu merancang alur cerita dan konsep. Beberapa kali rumusan naskah direvisi supaya pesan cerita dapat tersampaikan, sambil menyesuaikan dengan nilai-nilai acara dan budaya Sekolah Athalia. Belum lagi, koreografi-koreografi yang harus dikejar. Melatih para pemeran yang berdialog juga menjadi suatu tantangan karena mereka adalah kunci cerita kabaret ini sehingga mereka dituntut untuk memahami dan merasakan alur cerita—kisah Matteo dalam berjuang meraih titik tertingginya—sehingga pesan-pesan yang disisipkan di beberapa dialog tertentu dapat sampai ke penonton. Semua tidak mudah, tentu saja. Kami harus berjuang di kepanitiaan ini seraya mengikuti pelajaran-pelajaran. Banyak yang harus kami susul dan yang harus dikerjakan di rumah—tugas sekolah maupun tugas kepanitiaan—sehingga menjaga kesehatan sendiri menjadi suatu perjuangan pula.

Namun, terlepas dari tantangan-tantangan tersebut, buat saya sendiri, banyak sekali hal menguntungkan dan menyenangkan yang saya temukan sepanjang persiapan AKSEN. Selain belajar untuk percaya satu sama lain dan bekerja sama, kami juga bisa melatih diri dalam mengatur waktu karena hal tersebut diperlukan demi tercapainya kerja yang efisien. Adapun kami, panitia kelas 10, dituntut untuk berani menyuarakan pendapat, terbuka satu dengan yang lain, terutama dengan kakak kelas. Terkait dengan hal itu, salah satu dampak yang terasa adalah bertambahnya kenalan. Yang tidak saling mengenal kini sering bertukar sapa, bahkan saling melempar guyonan.

Kesan

Hal-hal mengesankan dan unik yang dapat ditemukan selama persiapan acara sekaligus dalam kepanitiaan besar ini menjadi suatu kenangan tersendiri buat kami. Dari saling memberikan pesan-pesan kecil di bagian belakang name tag kami, berbagi hadiah tanda semangat, mengadakan konser di aula, menyaksikan inside jokes konyol yang tiap-tiap bidang punya, canda-tawa, dan masih banyak lagi. Bahkan, akhir-akhir ini, beberapa kali saya mendengar lontaran kalimat dari orang-orang yang berada di dalam kepanitiaan dan terlibat dalam acara mengenai betapa rindunya mereka ketika mengingat momen-momen tersebut.

Ketika tiba hari yang sudah kita persiapkan sekian lama, ada rasa tegang dan cemas yang menyelip di benak kami. Di dalam doa kami, tersisip harapan kepada Tuhan supaya acara boleh berjalan mulus, sepadan dengan perjuangan yang telah kami lalui bersama. Lantas, di akhir acara, tepatnya setelah lagu “We’re All In This Together”, rasa lega meluap. Euforia di atas panggung yang dipenuhi panitia dan penampil AKSEN tidak terbendung lagi. Rasa bangga, puas, dan sukacita dirasakan kami semua. Bahkan, ada beberapa yang tak kuasa menahan haru hingga menangis, terutama kakak-kakak kelas 12. Ya, ini adalah AKSEN terakhir mereka, begitu pun kakak kelas 11. Masih teringat jelas kala itu, sorak-sorai terdengar riuh, suasana menjadi gegap gempita, sorot lampu menyilaukan mata, orang-orang saling berpelukan, semua mengukir senyuman lebar. Momen-momen indah itu pun diabadikan dalam bentuk foto, juga sebagai bentuk kenangan.

AKSEN 2019, terima kasih untuk kesempatan ini. Sampai jumpa di AKSEN selanjutnya. Zenith, highest point!

AKSEN 2019
Aksen
Aksen
Aksen
Aksen
Aksen
Aksen
Aksen
Aksen
Aksen
Aksen
Aksen
Aksen
Aksen
Aksen
Aksen
Aksen
Aksen
Aksen
Aksen