Klik di sini untuk melihat/men-download album dokumentasi rangkaian acara HUT ke-30 Sekolah Athalia.
Oleh: Sylvia Tiono Gunawan (Staf PK3)
Penyertaan Tuhan
Perjalanan selama tiga puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Perjalanan ini juga tidak selalu dilalui dengan kegemilangan dan tanpa rintangan. Namun, perjalanan ini layak untuk dijalani, bahkan disyukuri, sebab ada Tuhan di sana dengan anugerah-Nya. Tuhan hadir, memimpin, menyertai, serta menopang Sekolah Athalia sampai hari ini. Perjalanan ini menjadi bukti nyata betapa luar biasanya Allah yang berkarya di sekolah ini.
Acara Ibadah Syukur dalam Rangka HUT ke-30 Sekolah Athalia
Oleh sebab itu, pada momen HUT ke-30 Athalia ini, Komunitas Sekolah Athalia bersama-sama menikmati Ibadah Syukur. Ibadah syukur khusus karyawan diadakan pada Jumat, 24 Oktober 2025, dan dilayani oleh Pdt. Yung Tik Yuk. Sedangkan ibadah syukur untuk umum beserta tamu undangan diadakan pada Sabtu, 25 Oktober 2025, dilayani oleh Ev. Anne Kartawijaya.
Ibadah Syukur ini kembali mengingatkan setiap anggota komunitas betapa besar dan ajaib kebaikan dan karya Tuhan di tengah Sekolah Athalia. Ibadah ini diwarnai dengan pujian, penghormatan, dan pengagungan atas kasih setia Allah kepada komunitas ini. Selain itu juga melalui kesaksian kisah hidup dari guru, siswa, dan orang tua yang secara langsung merasakan topangan tangan Tuhan.
Setiap kesaksian membuktikan bagaimana Tuhan setia dan terus bekerja dalam hidup setiap individu maupun komunitas Athalia. Kesaksian dari rekan-rekan mengingatkan kembali tentang bagaimana Tuhan berkenan memakai sekolah ini untuk terus menjadi berkat bagi banyak orang. Setiap pembelajaran dan setiap interaksi dipakai Tuhan untuk membentuk komunitas Athalia agar terus mengandalkan Tuhan dan makin serupa dengan Kristus.
Kebenaran firman Tuhan yang disampaikan oleh hamba-hamba-Nya juga mengingatkan setiap pendengar untuk terus berjalan bersama Tuhan. Diajak untuk mengalami Tuhan, baik di dalam komunitas Athalia maupun dalam kehidupan pribadi. Juga untuk memiliki perspektif yang benar dan mengikuti kehendak Tuhan dalam dunia pendidikan: mendidik anak untuk hidup takut akan Tuhan dan makin serupa dengan Kristus.
Komitmen untuk terus berjalan bersama Tuhan juga diteguhkan bersama-sama dalam ibadah ini. Ibadah diakhiri dengan pujian syukur atas apa yang telah Tuhan kerjakan di dalam dan melalui Sekolah Athalia. Selain itu juga sekaligus menaikkan doa agar Tuhan terus memimpin perjalanan Athalia selanjutnya.
Doa dan Harapan
Perjalanan Sekolah Athalia ke depan mungkin akan penuh tantangan, ditambah lagi dengan kemajuan zaman yang dapat menggerus iman anak-anak Tuhan. Oleh sebab itu, mari kita terus berdoa bagi Sekolah Athalia. Kiranya Tuhan terus menjaga dan memakai sekolah ini untuk membimbing setiap siswa menjadi murid Tuhan dan menghidupi rencana Tuhan baginya.
Doakan juga setiap anggota Komunitas Athalia—yayasan, pimpinan, karyawan, siswa, serta orang tua—agar bertumbuh dalam iman, memiliki karakter Kristus, dan menjadi terang di mana pun berada. Kiranya Sekolah Athalia terus meninggikan Tuhan dan dipakai Tuhan untuk menggenapi rencana-Nya di setiap zaman. Soli Deo Gloria.
Kali ini redaksi mewawancarai salah satu guru dari KB-TK Athalia terkait kemeriahan lomba 17 Agustus pada perayaan HUT ke-78 RI. Manfaat apa saja yang akan didapat oleh setiap murid saat mereka ikut serta pada kegiatan tersebut? Mari kita simak penjelasan dari Ibu Lita.
Redaksi: Pembelajaran apa yang didapat para murid saat ikut lomba?
Bu Lita: Pembelajaran yang didapat oleh para murid yang setiap tahun dirayakan, adalah:
Menumbuhkan semangat juang dan pantang menyerah, karena untuk meraih sebuah kemenangan, murid harus mau berusaha dan bekerja keras.
Hal ini terlihat ketika para murid memiliki semangat dalam memberikan usaha terbaiknya dengan segenap kemampuan dalam setiap lomba. Contohnya adalah saat murid mengikuti lomba memasukkan ring (simpai kecil) ke cone dengan menggunakan kaki. Pasti perlu semangat untuk berusaha dan tekun melakukannya sampai semua ring (simpai kecil) masuk ke cone dengan cepat.
Murid dapat menerima kekalahan dengan lapang dada saat mengikuti lomba dan tidak membenci yang menang. Walaupun mereka mungkin merasa sedih karena kalah, mereka diajak untuk tidak marah-marah. Murid belajar untuk tetap memiliki karakter sukacita, yaitu bersikap benar termasuk di situasi yang tidak nyaman. Saat murid menang, mereka juga belajar untuk tidak sombong tetapi tetap memberikan semangat buat teman yang kalah.
Melatih para murid untuk belajar mengambil keputusan ketika ingin memenangkan lomba. Caranya yaitu dengan memiliki sikap yang fokus dalam perlombaan dan menjunjung tinggi sportivitas.
Membantu merangsang kecerdasan dan tumbuh kembang kemampuan motorik murid, misalnya: dalam lomba makan kerupuk, memindahkan bendera, balap karung, dan lain-lain. Lomba-lomba ini memerlukan koordinasi mata, kaki, dan tangan, sehingga pada saat yang sama menstimulasi kemampuan motoriknya.
Murid belajar untuk mampu menerima tantangan yang ada. Misalnya adalah ketika lomba memindahkan belut dari satu ember ke ember yang lain, pasti memerlukan keberanian untuk melakukannya.
Belajar bekerja sama untuk memupuk persahabatan dan kekompakan di antara rekan-rekan satu tim. Contohnya adalah pada saat lomba tarik tambang dan lari estafet. Lomba-lomba ini memerlukan kerja sama dan komunikasi dalam tim untuk mendengarkan pendapat dari orang lain. Juga untuk menerima instruksi supaya dapat melakukannya dengan tepat dan bisa memperoleh kemenangan.
Murid belajar mendengarkan dengan penuh perhatian aturan dan instruksi dalam perlombaan.
Meningkatkan rasa percaya diri sehingga murid menjadi berani ketika harus tampil di depan umum.
Yang terpenting adalah menumbuhkan semangat cinta tanah air Indonesia. Guru bisa menceritakan makna di balik lomba-lomba. Misalnya lomba makan kerupuk, yang mewakili susahnya makan dalam masa penjajahan, semangat gotong-royong dan persatuan saat lomba tarik tambang.
Redaksi: Bagaimana cara menentukan lomba 17 Agustus yang tepat untuk unit KB (Batita dan Pra-TK) dan TK (TK A-TK B)?
Bu Lita:
Memilih lomba sesuai dengan usia dan tingkat pencapaian murid. Misalnya lomba memasukkan bola sesuai dengan pola, untuk KB hanya pola AB-AB, sedangkan untuk TK pola AB-AB, ABC-ABC, atau ABCD-ABCD. Contoh lainnya, pada lomba memindahkan bendera untuk usia KB/Batita (2 atau 3 bendera) dalam jarak yang lebih pendek. Juga untuk siswa TK (4 bendera) dalam jarak yang lebih jauh.
Memperhatikan durasi lomba dan disesuaikan dengan usia murid karena kemampuan murid KB-TK dalam menyelesaikan lomba berbeda-beda. Misalnya usia KB memerlukan waktu yang sedikit lebih lama dibanding usia TK.
Menumbuhkan dan menstimulasi kematangan emosi, keterampilan sosial, kematangan kognitif. Melatih berkonsentrasi saat bermain dan belajar, dan mengembangkan keterampilan motorik.
Redaksi: Apa saja lomba 17 Agustus yang diadakan dari KB (Batita-Pra TK) dan TK (TK A dan TK B)?
Bu Lita: Lomba yang diadakan untuk KB dan TK adalah:
Batita Lomba memindahkan bendera, mengelompokkan benda sesuai warna, menyusun balok. Tujuan dari lomba ini adalah untuk melatih koordinasi mata, tangan, dan melatih fokus. Juga untuk menumbuhkan keberanian murid, interaksi dengan teman, dan merangsang kemampuan motorik kasar murid.
Pra-TK Lomba meronce dan memindahkan bendera. Tujuannya adalah untuk melatih rasa percaya diri anak, melatih kemampuan kognitif, fokus, dan meningkatkan kemampuan motorik kasar murid. Juga untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, menumbuhkan sikap penuh semangat, sportif saat berkompetisi mengikuti lomba bersama teman sebaya.
TK A Lomba menyusun gelas warna putih dan bentuk geometri warna merah dengan pola AB-AB. Lomba menyusun bola sesuai warna (merah, kuning, biru, hijau). Tujuannya adalah agar murid dapat mengenal warna bendera merah-putih dan warna-warna dasar, seperti merah, hijau, biru, dan kuning. Selain itu juga untuk mengembangkan motorik kasar dan halus murid. Tujuan lainnya adalah agar mereka bersyukur dan bangga menjadi anak Indonesia lewat lomba perayaan hari Kemerdekaan Indonesia. Mereka juga dilatih untuk bisa bersikap sportif dalam permainan kompetitif, dan mengembangkan rasa percaya diri.
TK B Lomba membalikkan gelas dan mengisi bola sesuai pola ABC-ABC. Lomba memasukkan ring (simpai kecil) ke dalam cone menggunakan kaki. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan sikap percaya diri, menstimulasi kemampuan motorik murid, melatih kecerdasan kognitif, dan menumbuhkan daya juang. Saat murid mengikuti aturan lomba, mereka akan berlatih memecahkan masalah sederhana berdasarkan prioritas atau urutan.
Kesimpulan
Ternyata melalui wawancara ini kita mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang manfaat yang didapat oleh para murid saat mengikuti perlombaan. Selain dari segi sosial emosional, sensorik motorik, juga melatih perkembangan kognitif murid. Jadi mereka tak sekadar bermain tetapi juga sambil belajar dengan penuh sukacita. Terlebih KB-TK Athalia tidak asal pilih kegiatan lomba tetapi benar-benar disesuaikan dengan kondisi dan tahapan tumbuh kembang murid.
Bulan September sangat spesial buat perpustakaan, bagaimana tidak? Ada dua momen yang spesial di bulan ini, yaitu “Bulan Gemar Membaca” dan “Hari Kunjung Perpustakaan”. Dua momen tersebut penting untuk mendongkrak minat baca pengajar, staf, dan siswa Sekolah Athalia.
Untuk memperingati hari spesial tersebut, khususnya “Hari Kunjung Perpustakaan” pada tanggal 14 September, Perpustakaan Sekolah Athalia mengadakan games yang bisa diikuti oleh pengajar, staf, siswa, office boys & girls dan juga pengajar yang sedang mengadakan studi banding ke Sekolah Athalia. Games ini adalah mencari harta karun yang ada di perpustakaan dengan menjawab pertanyaan yang sudah disediakan Pustakawan. Selain itu games ini juga mewajibkan pengunjung perpustakaan untuk meneliti sebuah gambar dan mencari kesalahan pada gambar tersebut. Antusias pengunjung perpustakaan luar biasa untuk mencari harta karun tersebut, karena ada hadiah menarik yang sudah menanti.
Pustakawan menyediakan 25 buah buku fiksi dan nonfiksi, 42 buah topi keren, 20 buah poster dan 2 buah tas. Selain itu setiap pengunjung perpustakaan akan mendapatkan makanan ringan dan juga pembatas buku. Semua hadiah dan makanan ringan yang disediakan sudah habis tidak bersisa :).
Semoga minat baca pengajar, staf, dan siswa tetap terpelihara, semakin antusias ke perpustakaan dan semakin banyak pengunjung Perpustakaan.
(Dihimpun oleh: Hana Kristina Purba, koordinator Perpustakaan Sekolah Athalia)
Open House dan penerimaan siswa baru dari siswa luar Sekolah Athalia, diselenggarakan hari ini, Sabtu, 4 November 2017 mulai pukul 07.30 sampai dengan selesai. Acara diawali dengan pemutaran video clip tentang Sekolah Athalia (video company profile), dilanjutkan dengan sambutan dan doa pembuka oleh Bapak Anton Tamal selaku Kepala SMA Athalia. Dalam sambutannya, Bapak Anton menceritakan tentang rangkaian acara yang baru saja diselenggarakan di Sekolah Athalia, yaitu Bulan Bahasa, Athalia Cup, dan AKSEN (acara pentas seni) yang menggambil tema ENDEAVOUR yang artinya “something to die for” dengan tujuan untuk mengangkat semangat nasionalisme dalam diri siswa, dimana “NKRI Harga Mati” sebagai slogan dalam acara tersebut. Dekorasi dari acara tersebut masih menghiasi Aula F Sekolah Athalia tempat open house ini diselenggarakan.
Penampilan Siswa dan Keksaksian Alumni Sesi 1
Acara dilanjutkan dengan persembahan lagu dari Paduan Suara SD Athalia yang menyanyikan lagu “Rayuan Pulau Kelapa” dan “Hujan Rintik-Rintik”. Setelah itu siswa-siswi yang tergabung dalam Boys’ Brigade, yaitu suatu organisasi kepanduan dengan landasan nilai-nilai Kristiani, menyajikan kekompakan dan kepiawaian mereka dalam Fancy Drill, yaitu gerakan baris-berbaris yang diiringi musik. Setelah itu, acara diteruskan dengan Sharing Alumni, kesaksian dibawakan oleh Joel, alumnus kelas IPS SMA Athalia yang telah sejak TK hingga SMA bersekolah di Sekolah Athalia. Joel yang saat ini berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada menceritakan pengalamannya selama bersekolah di Athalia, juga tentang aturan-aturan di Sekolah Athalia yang tujuannya adalah untuk membentuk karakter siswa, yaitu karakter tertib dan disipilin. Karakter yang telah ditanamkan oleh Sekolah Athalia telah membentuknya menjadi pribadi yang sangat menghargai waktu sebagai pemberian Tuhan yang harus digunakan dengan bijaksana.
Pak Anton Tamal, kepala SMA Athalia, menyampaikan sambutan dan doa pembuka.
Tampilan aula F
Dekorasi AKSEN di aula F
Dekorasi aula F saat Penerimaan Siswa Baru
Paduan Suara SD Athalia.
Boys’ Brigade Athalia sedang menampilkan Fancy Drill.
Joel sedang menyampaikan kesaksian dalam Sharing Alumni.
Penampilan Siswa dan Keksaksian Alumni Sesi 2
Penampilan selanjutnya adalah performance dari siswa dan siswi SMA Athalia yang menyajikan tari modern dengan gerakan-gerakan yang gesit dan rancak penuh semangat. Suguhan menarik lainnya juga datang dari siswa TK Athalia yang yang menari dengan lincah dan gemulai. Kelucuan dan gerakan-gerakan mereka, serta kostum yang colorful mampu memukau para tamu open house yang hadir.
Acara dilanjutkan dengan Sharing Alumni, kali ini dari Nico, alumnus kelas IPA SMA Athalia. Sama seperti Joel, Nico pun bersekolah di Athalia sejak TK hingga SMA. Kini Nico telah berkuliah di Fakultas Teknik ITB yang masuk tanpa tes. Nico berbagi cerita tentang organisasi-organisasi siswa dan kepanitiaan-kepanitiaan yang ada di Athalia dan pernah diikutinya, seperti Boys’ Brigade, OSIS, AKSEN, dan lainnya. Ia sangat bersyukur dengan kesempatan tersebut karena menurutnya dengan berorganisasi di sekolah telah membantunya bertumbuh dalam karakter yang merupakan pengalaman berharga yang tidak terlupakan.
Performance Tari oleh siswa siswi SMA Athalia.
Murid-murid TK Athalia menampilkan tari tradisional Betawi.
Sharing Alumni disampaikan oleh Nico.
Para tamu yang hadir dalam acara Open House.
Pengenalan Budaya Sekolah Athalia
Setelah itu, pak Presno Saragih, selaku Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Athalia, menyampaikan tentang Budaya Sekolah Athalia, bagaimana Sekolah Athalia sangat memperhatikan tahap perkembangan siswa dalam mendidik, dalam melatih disiplin, tanggung jawab, dan mengembangkan karakter siswa. Tidak hanya itu, kerja sama dengan orang tua juga sangat diperlukan dalam mendidik siswa bersama-sama dengan pihak sekolah.
Beliau menyampaikan bahwa di Sekolah Athalia juga ada kelas parenting maupun seminar-seminar parenting yang sering diselenggaarakan agar orang tua dan pihak sekolah memiliki kesamaan visi dan misi serta wawasan dalam mendidik anak sehingga dapat bersinergi dan bekerjasama dengan baik dalam mendidik siswa. Seminar parenting yang dalam waktu dekat akan diselenggarakan adalah seminar “Dealing with Child Tantrum“, di tanggal 25 November 2017.
Stand pendaftaran pun dibuka di lobby F Sekolah Athalia. Bersamaan dengan ini, Pak Presno pun memperkenalkan Sekolah PINUS yang merupakan “anak” dari Sekolah Athalia. Sekolah Pinus didirikan karena keprihatikan para pendiri Sekolah Athalia, direktur, dan anggota yayasan dengan kondisi pendidikan di negara kita yang belum banyak menjangkau anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. Sekolah PINUS adalah sekolah gratis untuk menjangkau kalangan tersebut.
Pak Presno menyampaikan tentang Budaya Sekolah Athalia.
Prosedur penerimaan siswa baru sedang dijelaskan oleh Pak Daniel.
Sosialisasi Tata Cara dan Prosedur Pendafaran Siswa Baru
Bapak Daniel, sebagai salah satu anggota yayasan (Yayasan Pendidikan Kristen Athalia Kilang) dan ketua panitia Penerimaan Siswa Baru menyampaikan penjelasan mengenai tata cara dan prosedur pendaftaran. Setelah itu acara ditutup dengan doa oleh Bapak Presno Saragih dan diteruskan dengan pengarahan penjualan formulir.
Penjelasan dari Kepala Sekolah
Penjelasan tentang masing-masing Unit oleh kepala sekolah masing-masing diselenggarakan di Aula yang berbeda.
Untuk unit TK, bertempat di Aula F bersama dengan Ibu Risna Hutahaean, selaku kepala TK AThalia.
Unit SD, orang tua dapat menuju Aula E bersama Ibu Dewi Andrianti, selaku kepala SD Athalia.
Untuk unit SMP, penjelasan dan pengenalan unit SMP bertempat di Aula C bersama ibu Anita Octavia, selaku kepala SMP Athalia.
Sedangkan untuk unit SMA berlokasi di Aula D bersama bapak Anton Tamal, selaku kepala SMA Athalia.
Stand Pendaftaran dan Fasilitas Tour
Bagi calon orang tua TK yang ingin langsung membeli formulir stand pendaftaran tersedia di bagian belakang Aula F, sedangkan bagi calon orang tua yang ingin touring terlebih dahulu dapat menuju ke masing-masing gedung mengikuti masing-masing PIC tour.
Untuk touring ke gedung TK Athalia yang dipandu oleh Ibu Lingling.
Bagi orang tua SD yang ingin touring terlebih dahulu ditemani oleh Ibu Tini, ibu Hani, Bu Nana, Bu Ninik dan Ibu Tere, Ibu Lia sedangkan bagi yang ingin langsung membeli formulir stand pembelian telah tersedia di bagian belakang Aula E.
Demikian juga untuk unit SMP, bagi calon orang tua dan calon siswa yang ingin touring dipandu oleh Pak Nove, Pak Beryl, Pak Yusuf, dan Bu Nana. Stand penjualan formulir pun tersedia di bagian belakang Aula C.
Pun untuk unit SMA, touring dipandu oleh Ibu Lestari, Ibu Julinar, Pak Satya, Pak Hari, Bu Debora, dan Pak Totok.
Bu Risna menyampaikan presentasi dan memperkenalkan tentang TK Athalia kepada para calon orang tua.
Bu Dewi sedang menyampaikan presentasi tentang SD Athalia di aula E.
Presentasi tentang SMP Athalia sedang disampaikan oleh Ibu Anita di aula C.
Presentasi tentang SMA Athalia disampaikan oleh Bapak Anton di aula D.
Bu Lingling sedang mengajak calon orang tua siswa yang ingin melakukan touring ke gedung TK Athalia.
Bu Lingling sedang menemani calon orang tua TK untuk touring.
Pusat-pusat informasi juga tersedia bagi para calon orang tua yang ingin mendapatkan informasi lebih dalam mengenai masing-masing unit, salah satunya untuk unit SD bersama ibu Dewi dan ibu Tini.
Suasana pembelian formulir pendaftaran untuk calon siswa TK.
Pembelian formulir pendaftaran SD Athalia.
Stand pendaftaran untuk SMP Athalia.
Pembelian formulir untuk SMA Athalia.
Tour ke Perpus bersama Ibu Lestari dan Ibu Gusti.
Ibu Julinar sedang menemani touring calon orang tua SMA.
Touring SMP bersama pak Jusuf.
Pak Nove juga memandu para calon orang tua dan calon siswa touring di gedung SMP.
Touring SMP dipandu oleh pak Beryl.
Bu Nana (kaos biru) sedang menyampaikan penjelasan pada calon orang tua SMP dalam touring di gedung SMP.
Spot Bermain
Untuk kelancaran acara, bagi orang tua yang membawa anak balita, tersedia spot untuk bermain anak di sudut kiri bagian belakang aula F ditemani oleh para pengajar dari TK Athalia. Berbagai macam mainan edukatif pun disediakan di tempat tersebut. (Indri).
Para pendidik dari TK menemani para balita yang ikut hadir saat Penerimaan Siswa Baru
Sosialisasi penerimaan siswa baru dan pembelian formulir untuk siswa dalam, tahun pelajaran 2018/2019, diselenggarakan pada Sabtu, 7 Oktober 2017 di Aula F gedung SMA Athalia. Acara ini dimulai dengan pemutaran video clip tentang profil Sekolah Athalia yang dilanjutkan dengan doa pembuka oleh kepala SMA bapak Anton Tamal.
Berikutnya acara ini disemarakkan oleh penampilan siswa yaitu fancy drill dari Boys’ Brigade Athalia dan paduan suara siswa Athalia. Setelah itu, John C, seorang alumnus Sekolah Athalia memberikan kesaksian tentang pengalamannya selama belajar di Sekolah Athalia, tentang karakter baik yang telah dipelajarinya selama bersekolah di tempat ini, dan bagaimana hal tersebut berpengaruh dalam dirinya bahkan setelah ia meninggalkan Sekolah Athalia untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pengenalan Proses Pembelajaran di Sekolah Athalia
Selanjutnya acara diteruskan dengan pengenalan proses pembelajaran di Sekolah Athalia oleh Bapak Presno Saragih. Ibu Charlotte Priatna selaku direktur Sekolah Athalia juga menyampaikan tentang program kemitraan sekolah, dimana Sekolah Athalia mengharapkan kerja sama yang baik antara sekolah, pendidik, dan orang tua dalam mendidik para siswa sehingga terjalin sinergi yang akan mampu memaksimalkan proses belajar siswa dalam mengembangkan dirinya. Diharapkan setiap siswa dapat menemukan dan menghidupi rencana Tuhan dalam diri mereka. Prosedur penerimaan siswa baru disampaikan oleh Bapak Daniel sebagai salah satu anggota Yayasan Athalia kilang berikut tanya jawab mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pendaftaran siswa baru tersebut. Acara diakhiri dengan pembelian dan pengembalian formulir pendaftaran. (Indri).
Pendataan daftar hadir orang tua siswa
Bapak Anton Tamal, Kepala SMA Athalia
Fancy Drill oleh Boys’ Brigade
Paduan Suara Siswa Athalia
John C, alumnus Sekolah Athalia
Bapak Presno Saragih, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Athalia
Ibu Charlotte Priatna, Direktur Sekolah Athalia.
Bapak Daniel L, anggota Yayasan Pendidikan Kristen Athalia Kilang.
Proses pembelian dan pengembalian formulir pendaftaran siswa baru dari siswa dalam Sekolah Athalia.
Sekolah Athalia percaya bahwa anak-anak adalah karunia yang Tuhan titipkan pada orang tua dan sekolah agar mereka dapat bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan dan kasih karunia-Nya. Segala usaha yang dilakukan untuk membuat anak-anak ini bertumbuh dalam iman dan kerohanian akan lebih terberkati jika disertai dengan topangan doa yang tak pernah putus. Orang beriman setuju, bahwa ada kuasa dalam doa. Demikian juga dengan Sekolah Athalia. Untuk itulah, PIT (Parents in Touch) dibentuk. Lalu, apakah PIT itu?
PIT yang merupakan singkatan dari Parents in Touch merupakan persekutuan doa yang dibentuk oleh pihak Sekolah Athalia bersama-sama dengan orang tua siswa yang terbeban dan yang percaya bahwa ada kuasa dalam doa. Mereka bertemu untuk berdoa bersama dalam satu jam satu kali dalam seminggu untuk putra-putri mereka dan Sekolah Athalia.
Tujuan PIT
Adapun tujuan dari dibentuknya PIT (Parents in Touch) adalah:
menjadi perisai bagi anak-anak melalui doa.
mendoakan anak-anak agar mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka dan agar setia dalam iman mereka.
mendoakan para pendidik, staf, karyawan dan murid agar percaya dan beriman kepada Yesus Kristus.
mendoakan agar sekolah-sekolah dijalankan sesuai dengan nilai-nilai alkitabiah dan standar moral yang tinggi.
menjadi pendorong dan pendukung yang positif bagi Sekolah Athalia.
menyediakan dukungan doa dan dorongan untuk para orang tua yang memiliki masalah dengan anak-anak mereka.
Jadwal PIT
Kapan PIT (Parents in Touch) biasanya diadakan?
PIT diselenggarakan setiap hari Rabu, bertempat di aula E gedung F Sekolah Athalia, pukul 07.30 WIB sampai dengan selesai. Kami mengundang para orang tua siswa, para pendidik, dan staf Sekolah Athalia untuk meluangkan waktu satu jam tiap minggu hadir dalam PIT. Setelah mengantar putra-putri ke sekolah, Bapak/Ibu dapat langsung bergabung di aula E gedung F Sekolah Athalia, atau untuk karyawan Sekolah Athalia setelah berdevosi di kelompok masing-masing. Mari, ditunggu kehadirannya Bapak/Ibu anggota Komunitas Sekolah Athalia! (Ind).