Ibadah Syukur HUT ke-30 Sekolah Athalia

Klik di sini untuk melihat/men-download album dokumentasi rangkaian acara HUT ke-30 Sekolah Athalia.

Oleh: Sylvia Tiono Gunawan (Staf PK3)

Penyertaan Tuhan

Perjalanan selama tiga puluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Perjalanan ini juga tidak selalu dilalui dengan kegemilangan dan tanpa rintangan. Namun, perjalanan ini layak untuk dijalani, bahkan disyukuri, sebab ada Tuhan di sana dengan anugerah-Nya. Tuhan hadir, memimpin, menyertai, serta menopang Sekolah Athalia sampai hari ini. Perjalanan ini menjadi bukti nyata betapa luar biasanya Allah yang berkarya di sekolah ini.

Acara Ibadah Syukur dalam Rangka HUT ke-30 Sekolah Athalia

Oleh sebab itu, pada momen HUT ke-30 Athalia ini, Komunitas Sekolah Athalia bersama-sama menikmati Ibadah Syukur. Ibadah syukur khusus karyawan diadakan pada Jumat, 24 Oktober 2025, dan dilayani oleh Pdt. Yung Tik Yuk. Sedangkan ibadah syukur untuk umum beserta tamu undangan diadakan pada Sabtu, 25 Oktober 2025, dilayani oleh Ev. Anne Kartawijaya.

Ibadah Syukur ini kembali mengingatkan setiap anggota komunitas betapa besar dan ajaib kebaikan dan karya Tuhan di tengah Sekolah Athalia. Ibadah ini diwarnai dengan pujian, penghormatan, dan pengagungan atas kasih setia Allah kepada komunitas ini. Selain itu juga melalui kesaksian kisah hidup dari guru, siswa, dan orang tua yang secara langsung merasakan topangan tangan Tuhan.

Setiap kesaksian membuktikan bagaimana Tuhan setia dan terus bekerja dalam hidup setiap individu maupun komunitas Athalia. Kesaksian dari rekan-rekan mengingatkan kembali tentang bagaimana Tuhan berkenan memakai sekolah ini untuk terus menjadi berkat bagi banyak orang. Setiap pembelajaran dan setiap interaksi dipakai Tuhan untuk membentuk komunitas Athalia agar terus mengandalkan Tuhan dan makin serupa dengan Kristus.

Kebenaran firman Tuhan yang disampaikan oleh hamba-hamba-Nya juga mengingatkan setiap pendengar untuk terus berjalan bersama Tuhan. Diajak untuk mengalami Tuhan, baik di dalam komunitas Athalia maupun dalam kehidupan pribadi. Juga untuk memiliki perspektif yang benar dan mengikuti kehendak Tuhan dalam dunia pendidikan: mendidik anak untuk hidup takut akan Tuhan dan makin serupa dengan Kristus.

Komitmen untuk terus berjalan bersama Tuhan juga diteguhkan bersama-sama dalam ibadah ini. Ibadah diakhiri dengan pujian syukur atas apa yang telah Tuhan kerjakan di dalam dan melalui Sekolah Athalia. Selain itu juga sekaligus menaikkan doa agar Tuhan terus memimpin perjalanan Athalia selanjutnya.

Doa dan Harapan

Perjalanan Sekolah Athalia ke depan mungkin akan penuh tantangan, ditambah lagi dengan kemajuan zaman yang dapat menggerus iman anak-anak Tuhan. Oleh sebab itu, mari kita terus berdoa bagi Sekolah Athalia. Kiranya Tuhan terus menjaga dan memakai sekolah ini untuk membimbing setiap siswa menjadi murid Tuhan dan menghidupi rencana Tuhan baginya.

Doakan juga setiap anggota Komunitas Athalia—yayasan, pimpinan, karyawan, siswa, serta orang tua—agar bertumbuh dalam iman, memiliki karakter Kristus, dan menjadi terang di mana pun berada. Kiranya Sekolah Athalia terus meninggikan Tuhan dan dipakai Tuhan untuk menggenapi rencana-Nya di setiap zaman.
Soli Deo Gloria.

Sekilas tentang Met Camp Kelas VII SMP Athalia 2019

Oleh: Loura Palyama, guru Agama Kristen SMP

Tentang Metamorphosis Camp

Metamorphosis Camp atau Met Camp adalah sebuah kegiatan karakter yang wajib diikuti oleh siswa-siswi kelas VII SMP Athalia. Berbagai aktivitas yang dilakukan dalam Met Camp ini ditujukan untuk mengingatkan dan meneguhkan kembali karakter yang telah dikembangkan di SD. Karakter tersebut adalah karakter tanggung jawab. Dalam kegiatan ini juga ditujukan untuk memperkenalkan profil Caring and Sharing dalam proses pembentukan karakter di SMP Athalia.

Aktivitas-aktivitas Seru dalam Met Camp

Kegiatan Met Camp dimulai dengan permainan kelompok di luar ruangan. Games yang dipersiapkan bukan hanya berfokus pada aktivitas yang seru dan menyenangkan. Namun lebih dari itu, games ini memiliki makna yang dapat dipelajari oleh peserta camp. Adapun hal-hal yang dipelajari di antaranya: karakter inisiatif, tepat waktu, pengendalian diri, rajin dan kerja sama. Kesan yang sempat didengar dari peserta adalah adanya momen yang tak terlupakan, yaitu ketika peserta camp diberikan sebuah aturan. Aturannya yaitu saat haus hanya boleh minum air mineral sedangkan minuman yang disediakan di samping air mineral adalah es mambo. Ternyata, ada peserta camp yang cukup tergoda dengan es mambo nyaris tidak dapat mengendalikan diri. Di tengah kelelahan setelah beraktivitas dan udara panas di siang hari, permainan ini merupakan sebuah contoh proses belajar mengendalikan diri.


Kegiatan Met Camp lainnya adalah role play. Pada kegiatan ini panitia telah mempersiapkan beberapa orang yang melibatkan guru, siswa kelas 9, maupun petugas cleaning service. Mereka bertugas memerankan berbagai keadaan yang mengajak siswa untuk peka terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar mereka secara langsung. Kejadian rekaan telah direkam sebelumnya kemudian ditampilkan lalu didiskusikan secara bersama-sama dengan suasana yang ringan dan fun. Melalui cara ini dimaksudkan agar peserta mudah memahami maksud dan tujuan dari sesi ini dan dapat mengambil sikap yang tepat. Caring and Sharing dimulai dari tanggung jawab terhadap diri sendiri yang dilanjutkan dengan tanggung jawab kepada sesama dan lingkungan.


Ada juga sesi tanggung jawab terhadap diri sendiri dan sesama. Dalam sesi ini, peserta diajarkan untuk berbelanja dan memasak sendiri makanan untuk makan malam mereka. Para peserta berdiskusi dalam kelompok untuk menentukan menu makanan mereka serta memilih beberapa orang untuk berbelanja kebutuhan untuk memasak.

Hal-hal yang juga Dipelajari dalam Met Camp

Ada banyak hal yang mereka pelajari dari kegiatan ini, salah satunya mengenai jenis sayuran. Ada hal lucu ketika peserta camp pergi berbelanja. Ternyata banyak yang tidak tahu bentuk dari bumbu masak yang akan mereka beli. Oleh karenanya, hal ini berakibat mereka salah membeli bumbu yang diperlukan untuk memasak. Peserta camp diwajibkan memasak dan makan sayur. Mereka pun didorong untuk saling menolong satu dengan yang lain agar masakan mereka matang dan memiliki rasa yang enak. Mereka juga diajarkan untuk bertanggung jawab dengan dana yang diberikan.


Kegiatan lainnya adalah pembekalan sex education oleh Ibu Charlotte Priatna dan Bapak Martin Manurung. Kegiatan ini diadakan terkait dengan semakin bertumbuhnya mereka menjadi remaja. Beberapa konselor dari SD dan SMA serta beberapa staf PK3 pun terlibat sebagai fasilitator.


Di hari kedua, peserta camp belajar mengenai proses metamophosis yang tidak mudah dan membutuhkan usaha. Sudah saatnya mereka tidak hanya bertanggung jawab pada diri sendiri melainkan juga Caring and Sharing pada sesama.


Melalui Metamorphosis Camp banyak peserta yang mengaku menikmati dan belajar banyak dari kegiatan camp ini. Metamophosis Camp menjadi bermakna walaupun dibungkus dengan aktivitas yang ringan dan menyenangkan. Sungguh bersyukur untuk pelaksanaan camp yang berjalan dengan baik. Kiranya setelah Met Camp ini, siswa-siswi mau terus diproses dan belajar untuk lebih bertanggung jawab. Bertanggung jawab baik terhadap diri sendiri dan peka terhadap lingkungan serta orang lain.

Hari Kunjung Perpustakaan

Bulan September sangat spesial buat perpustakaan, bagaimana tidak? Ada dua momen yang spesial di bulan ini, yaitu “Bulan Gemar Membaca” dan “Hari Kunjung Perpustakaan”. Dua momen tersebut penting untuk mendongkrak minat baca pengajar, staf, dan siswa Sekolah Athalia.

Untuk memperingati hari spesial tersebut, khususnya “Hari Kunjung Perpustakaan” pada tanggal 14 September, Perpustakaan Sekolah Athalia mengadakan games yang bisa diikuti oleh pengajar, staf, siswa, office boys & girls dan juga pengajar yang sedang mengadakan studi banding ke Sekolah Athalia. Games ini adalah mencari harta karun yang ada di perpustakaan dengan menjawab pertanyaan yang sudah disediakan Pustakawan. Selain itu games ini juga mewajibkan pengunjung perpustakaan untuk meneliti sebuah gambar dan mencari kesalahan pada gambar tersebut. Antusias pengunjung perpustakaan luar biasa untuk mencari harta karun tersebut, karena ada hadiah menarik yang sudah menanti.

Pustakawan menyediakan 25 buah buku fiksi dan nonfiksi, 42 buah topi keren, 20 buah poster dan 2 buah tas. Selain itu setiap pengunjung perpustakaan akan mendapatkan makanan ringan dan juga pembatas buku. Semua hadiah dan makanan ringan yang disediakan sudah habis tidak bersisa :).

Semoga minat baca pengajar, staf, dan siswa tetap terpelihara, semakin antusias ke perpustakaan dan semakin banyak pengunjung Perpustakaan.

(Dihimpun oleh: Hana Kristina Purba, koordinator Perpustakaan Sekolah Athalia)

hari kunjung perpushari kunjung perpushari kunjung perpushari kunjung perpus

Baca juga: Hari Kunjung Perpustakaan

Penerimaan siswa baru untuk siswa dalam di Sekolah Athalia

Sosialisai Penerimaan Siswa Baru

Sosialisasi penerimaan siswa baru dan pembelian formulir untuk siswa dalam, tahun pelajaran 2018/2019, diselenggarakan pada Sabtu, 7 Oktober 2017 di Aula F gedung SMA Athalia. Acara ini dimulai dengan pemutaran video clip tentang profil Sekolah Athalia yang dilanjutkan dengan doa pembuka oleh kepala SMA bapak Anton Tamal.

Berikutnya acara ini disemarakkan oleh penampilan siswa yaitu fancy drill dari Boys’ Brigade Athalia dan paduan suara siswa Athalia. Setelah itu, John C, seorang alumnus Sekolah Athalia memberikan kesaksian tentang pengalamannya selama belajar di Sekolah Athalia, tentang karakter baik yang telah dipelajarinya selama bersekolah di tempat ini, dan bagaimana hal tersebut berpengaruh dalam dirinya bahkan setelah ia meninggalkan Sekolah Athalia untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pengenalan Proses Pembelajaran di Sekolah Athalia

Selanjutnya acara diteruskan dengan pengenalan proses pembelajaran di Sekolah Athalia oleh Bapak Presno Saragih. Ibu Charlotte Priatna selaku direktur Sekolah Athalia juga menyampaikan tentang program kemitraan sekolah, dimana Sekolah Athalia mengharapkan kerja sama yang baik antara sekolah, pendidik, dan orang tua dalam mendidik para siswa sehingga terjalin sinergi yang akan mampu memaksimalkan proses belajar siswa dalam mengembangkan dirinya. Diharapkan setiap siswa dapat menemukan dan menghidupi rencana Tuhan dalam diri mereka. Prosedur penerimaan siswa baru disampaikan oleh Bapak Daniel sebagai salah satu anggota Yayasan Athalia kilang berikut tanya jawab mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pendaftaran siswa baru tersebut. Acara diakhiri dengan pembelian dan pengembalian formulir pendaftaran. (Indri).

Pendataan daftar hadir orang tua siswa

Pendataan daftar hadir orang tua siswa

Bapak Anton Tamal, Kepala SMA Athalia

Bapak Anton Tamal, Kepala SMA Athalia

Fancy Drill oleh Boys' Brigade

Fancy Drill oleh Boys’ Brigade

Paduan Suara Siswa Athalia

Paduan Suara Siswa Athalia

John C, alumnus Sekolah Athalia

John C, alumnus Sekolah Athalia

Bapak Presno Saragih, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Athalia

Bapak Presno Saragih, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Athalia

Ibu Charlotte Priatna, Direktur Sekolah Athalia.

Ibu Charlotte Priatna, Direktur Sekolah Athalia.

Bapak Daniel L, anggota Yayasan Pendidikan Kristen Athalia Kilang.

Bapak Daniel L, anggota Yayasan Pendidikan Kristen Athalia Kilang.

Proses pembelian dan pengembalian formulir pendaftaran siswa baru dari siswa dalam Sekolah Athalia.

Proses pembelian dan pengembalian formulir pendaftaran siswa baru dari siswa dalam Sekolah Athalia.

PIT (Parents in Touch)

parents in touch

Apa itu PIT (Parents in Touch)?

Sekolah Athalia percaya bahwa anak-anak adalah karunia yang Tuhan titipkan pada orang tua dan sekolah agar mereka dapat bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan dan kasih karunia-Nya. Segala usaha yang dilakukan untuk membuat anak-anak ini bertumbuh dalam iman dan kerohanian akan lebih terberkati jika disertai dengan topangan doa yang tak pernah putus. Orang beriman setuju, bahwa ada kuasa dalam doa. Demikian juga dengan Sekolah Athalia. Untuk itulah, PIT (Parents in Touch) dibentuk. Lalu, apakah PIT itu?

PIT yang merupakan singkatan dari Parents in Touch merupakan persekutuan doa yang dibentuk oleh pihak Sekolah Athalia bersama-sama dengan orang tua siswa yang terbeban dan yang percaya bahwa ada kuasa dalam doa. Mereka bertemu untuk berdoa bersama dalam satu jam satu kali dalam seminggu untuk putra-putri mereka dan Sekolah Athalia.

Tujuan PIT

Adapun tujuan dari dibentuknya PIT (Parents in Touch) adalah:

  • menjadi perisai bagi anak-anak melalui doa.
  • mendoakan anak-anak agar mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka dan agar setia dalam iman mereka.
  • mendoakan para pendidik, staf, karyawan dan murid agar percaya dan beriman kepada Yesus Kristus.
  • mendoakan agar sekolah-sekolah dijalankan sesuai dengan nilai-nilai alkitabiah dan standar moral yang tinggi.
  • menjadi pendorong dan pendukung yang positif bagi Sekolah Athalia.
  • menyediakan dukungan doa dan dorongan untuk para orang tua yang memiliki masalah dengan anak-anak mereka.

Jadwal PIT

Kapan PIT (Parents in Touch) biasanya diadakan?

PIT diselenggarakan setiap hari Rabu, bertempat di aula E gedung F Sekolah Athalia,  pukul 07.30 WIB sampai dengan selesai. Kami mengundang para orang tua siswa, para pendidik, dan staf Sekolah Athalia untuk meluangkan waktu satu jam tiap minggu hadir dalam PIT. Setelah mengantar putra-putri ke sekolah, Bapak/Ibu dapat langsung bergabung di aula E gedung F Sekolah Athalia, atau untuk karyawan Sekolah Athalia setelah berdevosi di kelompok masing-masing. Mari, ditunggu kehadirannya Bapak/Ibu anggota Komunitas Sekolah Athalia! (Ind).

Baca artikel lainnya tentang PIT:

https://sekolahathalia.sch.id/perjalanan-mencari-komunitas-yang-bertumbuh-2/

https://www.instagram.com/share/reel/BAQ8iidWJ5