HUT ke-30 Athalia: Rangkaian Acara

HUT ke-30 Athalia

Dalam rangka menyambut HUT ke-30 Athalia, Sekolah Athalia mengadakan rangkaian acara bertema ‘God’s Amazing Journey‘. Tema ini dipilih sebagai bentuk refleksi atas penyertaan Tuhan yang luar biasa sejak Sekolah Athalia berdiri 30 tahun yang lalu hingga saat ini.

Berikut adalah rangkaian acara HUT ke-30 Sekolah Athalia:

  1. Seminar 6uru: 12 April 2025
  2. Seminar Pasutri: 24 Mei 2025
  3. Family Day: 7 Juni 2025
  4. Alumni Homecoming: 5 Juli 2025
  5. AORTAlia (Alumni Orang Tua Athalia) Homecoming: 20 September 2025
  6. Ibadah Syukur: 25 Oktober 2025


Untuk informasi lengkap seputar jadwal dan detail acara, kunjungi Instagram resmi Sekolah Athalia di @komunitassekolahathalia.

Mari rayakan bersama momen penuh makna ini dan jadi bagian dari God’s Amazing Journey!

Baca juga: Ibadah Syukur HUT ke-25 Tahun Sekolah Athalia

Siapakah Athalia Parent Community?

Oleh: Pengurus APC

Athalia Parent Community (APC) merupakan komunitas orang tua siswa Athalia, sebuah sekolah di Serpong, dari Batita–SMA. Seluruh orang tua siswa merupakan anggota APC. Dibentuk pada 2002, APC digagas oleh para orang tua yang rutin mengikuti kelas parenting yang dibawakan oleh Ibu Charlotte Priatna. Fungsi utama APC, yaitu menjembatani komunikasi antara orang tua dengan sekolah sehingga terjalin kemitraan yang baik.

Berikut adalah struktur BPH (Badan Pengurus Harian) APC periode 2020-2022.

APC memiliki struktur organisasi yang terdiri atas BPH, CPR (Coordinator Parents Relation), CC (Class Coordinator), dan orang tua. BPH, CPR, dan CC merupakan pengurus sukarela yang memiliki hati melayani demi kepentingan siswa dan orang tua. CPR, bersama para CC, melakukan fungsi-fungsi konkret untuk mempererat relasi di antara orang tua siswa, serta relasi dengan sekolah.

Program APC

  • PIT (Parent in Touch). Ini merupakan kegiatan persekutuan doa mingguan yang dihadiri orang tua, guru, dan staf. Saat ini, karena kondisi pandemi, PIT diadakan secara daring setiap Rabu pukul 14.00-15.00.
  • GBK (Gerakan Berbagi Kasih). Ini merupakan gerakan berbagi yang dilakukan dengan sukacita dan sukarela oleh siswa, orang tua, guru, staf, bahkan Yayasan, kepada siswa yang orang tuanya sedang mengalami kesulitan keuangan agar bisa tetap bersekolah. Laporan rutin GBK bisa disimak di ALC News yang terbit setiap bulan.
  • Teacher’s Day. Ini merupakan kegiatan tahunan yang dipersiapkan oleh siswa dan orang tua bagi para guru dan staf.
  • Seminar. Berbagai kegiatan seminar bagi orang tua dilakukan untuk meningkatkan awareness, baik dalam hal parenting maupun relasi dengan pasangan (seminar pasangan, seminar parenting).
  • ABC (Athalia Book Club)*. Kegiatan bulanan yang diadakan oleh para orang tua yang memiliki kegemaran membaca. 
  • Family day. Kegiatan kebersamaan yang diadakan tahunan bagi siswa dan orang tua, serta melibatkan guru dan staf*. 
  • Kegiatan sosial. Pada umumnya, APC mengadakan kegiatan buka puasa bersama atau halal bihalal untuk para OB, CS, dan security.*

*Untuk sementara tidak ada kegiatan.

Kami menyambut para orang tua yang baru bergabung ke dalam Komunitas Athalia. Selamat datang di APC! Kami berharap semakin banyak orang tua yang terpanggil untuk melayani dalam wadah APC ini, membuat komunitas ini semakin solid sehingga kemitraan dengan sekolah senantiasa berjalan dengan baik.

Di Balik Layar Perayaan Teacher’s Day 2019

Sylvia Radjawane (orang tua siswa)

Perayaan Teacher’s Day Sekolah Athalia—sebuah sekolah Kristen di BSD, Serpong—dilaksanakan pada 11 Desember 2019. Tema yang diusung kali ini adalah Your Sacrifices Don’t Go Unnoticed, Pengorbananmu Tak Akan Terlupakan. Melalui acara tahunan ini, komunitas orang tua dan siswa ingin menyampaikan rasa hormat, terima kasih, dan penghargaan tertinggi bagi guru dan staf Sekolah Athalia. Ada dua catatan menarik dari persiapan acara ini.

Rundown acara yang mengalir

Saat memikirkan konsep acara, yang teringat adalah sosok guru sebagai pahlawan yang identik dengan pengorbanan, sesuatu yang dengan sadar dilakukan untuk kepentingan banyak orang.

Berangkat dari pengertian itu, panitia mencoba meramu konsep tentang pengorbanan seorang guru dalam balutan acara tiga segmen, yaitu Movie, Narration and Role-playing, Flash Mob, diakhiri segmen Gratitude.

Sosok “pahlawan” yang bisa mewakili konsep acara yang panitia inginkan ternyata ada pada sosok Prajurit Desmond Doss yang kisah heroiknya diangkat dalam film Hacksaw Ridge (dirilis pada 2016). Kutipan doanya yang luar biasa, “Tuhan, kumohon, bantu aku menolong satu orang lagi” mengilhami kami yang segera mengasosiasikannya dengan figur seorang guru.

Flash Mob menjadi ajang bergembira bersama guru, staf Athalia, dan para undangan lewat gerakan ritmik bersama yang menghibur. Rangkaian acara diakhiri dengan segmen Gratitude, kesempatan untuk menyampaikan terima kasih secara langsung kepada para guru dan staf lintas angkatan di sekolah Athalia.

Panitia juga sengaja mempersiapkan sambutan standing ovation untuk para undangan istimewa yang memasuki Aula F, dengan berdiri dan bertepuk tangan sebagai tanda “We welcome you with honor and respect”. Kami ingin menunjukkan penghargaan kami secara harfiah kepada mereka.

Konsep acara mengalir ini diharapkan dapat menghemat durasi acara sekaligus tidak menghilangkan atmosfer atas rangkaian pesan yang ingin disampaikan.

Indahnya berkolaborasi


Dengan konsep acara trilogi seperti itu, panitia membutuhkan banyak sumber daya manusia untuk mewujudkannya. Tidak saja dari segi jumlah, tetapi juga jenis potensi dan keterampilan tersendiri untuk berkontribusi dalam melaksanakan konsep ini.

Mobilisasi para calon pengisi acara di tengah kesibukan Penilaian Akhir Sekolah (PAS) bukanlah hal yang mudah. Bersyukur pada akhirnya panitia mendapatkan kolaborasi yang terbentuk dengan apik.

Para murid SMP Athalia berkutat dengan konsep dan pembuatan dekorasi. Mereka bahkan menggunakan waktu liburnya untuk berada di sekolah mengerjakan agenda ini. Para murid SMA Athalia melakukan pendekatan yang teratur untuk mengumpulkan siswa-siswi yang akan banyak berperan di acara utama. Di tengah padatnya kegiatan di sekolah, mereka rela berlatih acting layaknya untuk film perang.

Komunitas orang tua juga ikut berperan dalam persiapan acara. Para orang tua yang terbiasa berlatih line dance, bersama dengan CPR dan CC, terlibat aktif dalam Flash Mob. Konsep narasi yang mengiringi pemutaran film multimedia dan segmen Gratitude disusun oleh Athalia Book Club.

Pada akhirnya, kami bersyukur karena ada kesempatan sangat baik untuk bisa berterima kasih kepada para guru dan staf Athalia melalui persembahan acara spesial untuk mereka.

Seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua APC dalam sambutannya, “Sesering apa pun kami mengucapkannya, tidak akan pernah cukup rasa terima kasih kami. Tapi kami pun tidak akan lewatkan untuk mengutarakannya setiap kali ada kesempatan”. Acara Teacher’s Day inilah salah satu kesempatan itu.

Selamat Hari Guru, Pelita Bangsa Sekolah Athalia!

Your sacrifices don’t go unnoticed, for sure

Panitia TD 2019

Cairnya Kebersamaan dalam Natal Parents In Touch (PIT) 2019

Elisa Christanto, (orang tua siswa)

Parents In Touch (PIT) adalah kegiatan kolaborasi oleh orang tua, guru, dan staf yang ada di dalam wadah komunitas Athalia. Ini bukan sembarang kegiatan karena di dalam PIT-lah orang tua, guru, dan staf di komunitas Athalia bergandengan tangan saling mendukung di dalam persekutuan doa.

Pada Rabu, 11 Desember 2019, PIT merayakan Natal. Persekutuan kali ini terasa begitu istimewa karena PIT yang biasanya dibagi dua sesi, digabung sehingga kami bisa saling menyapa dan berkenalan—bagi yang belum saling mengenal. Kami juga kedatangan beberapa tamu spesial yang baru datang untuk pertama kalinya.

Pada Natal PIT kali ini, kami diajak untuk merenungi firman Tuhan yang diambil dari 1 Yohanes 2:2. Bu Nosta, sebagai pembawa firman, menyampaikan bahwa Yesus adalah pendamaian untuk segala dosa. Bukan hanya dosa kita, tetapi dosa seluruh dunia. Meski demikian, pendamaian dosa itu diberikan-Nya jika kita menuruti perintah-perintah-Nya. Sudah seharusnya kita berterima kasih dan bersyukur bahwa Yesus datang sebagai pendamai dosa-dosa kita.

Kebersamaan dalam Komunitas

Seperti sesi PIT biasanya, kami menutupnya dengan doa dan melanjutkannya dengan kebersamaan. Beragam hidangan telah tersedia. Momen kali ini terasa spesial karena baik para orang tua maupun staf menjadi penyedia santapan kami pada hari itu. Sembari menyantap makanan, kami larut dalam perbincangan. Kami saling bertukar kabar dan berbagi cerita.

Suasana itu tak berjarak, tak bersekat. Guru, orang tua, dan staf saling membaur, bercerita layaknya seorang sahabat. Saling mendengar cerita, bahkan tak kikuk untuk saling memuji dan melepas tawa bersama. Di mana lagi bisa kita jumpai persahabatan seperti ini jika bukan di dalam komunitas Athalia?

Saya merefleksikannya dari renungan yang disampaikan dalam Natal PIT yang lalu. Yesus hadir ke dunia untuk menjadi Juru Pendamai dosa dunia alias menjadi Juru Selamat. PIT menjadi sarana yang membentuk hati dan sikap setiap orang yang hadir agar semakin dimampukan dan dilayakkan untuk mendapat pendamaian atas dosa-dosa.

Di dalam PIT, kami menemui banyak kesaksian yang bisa memberkati kami. Saat melangkah keluar dari aula E, kami bisa membawa berkat itu dan menyampaikannya kepada lebih banyak jiwa di luar sana. Hati yang gelisah bagaikan tersiram air yang sejuk. Beberapa datang dengan hati yang sedih, hati yang keras, hati yang patah. Yang lainnya menopang, menguatkan, dan memberikan penghiburan. Di dalam komunitas ini, kami berbagi sukacita dan mendoakan setiap anak yang ada di sekolah ini.

Kerinduan bersekutu

Aktivitas yang terjadi setiap sesi PIT menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana hati dan sikap kami turut dibentuk di dalam persekutuan ini. Doa, yang notabene merupakan cara untuk bercakap-cakap dengan Tuhan, juga menjadi fokus utama dalam persekutuan ini.

Sebagai orang tua siswa yang merasa sangat diberkati oleh persekutuan ini, kami mengharapkan semakin banyak anggota komunitas ini yang bergabung dalam PIT. Kami merasa menemukan komunitas yang tepat untuk bersama mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Komunikasi kami dengan Tuhan di dalam doa semakin intens.

Kehidupan tanpa doa bagaikan makanan tanpa garam. Hambar, hampa, kelu, sendu, dan sulit menemukan sukacita. Dengan doa, apalagi berdoa bersama-sama di dalam nama Yesus Kristus, semuanya menjadi benderang dan terasa indah.

Mari, kita satukan hati untuk berdoa bersama dalam “Parents In Touch” setiap Rabu.

We wish you a Merry Christmas 2019, and happy New Year 2020.

God bless!

Parents In Touch
Parents In Touch
Parents In Touch
Parents In Touch
Parents In Touch
Parents In Touch