Oleh: Beryl Sadewa, guru SMP
Tujuan Kegiatan
Pada 17–18 Januari 2020, Sekolah Athalia—sebuah sekolah Kristen di BSD, Serpong— menyelenggarakan Caring and Sharing Camp bagi siswa-siswi kelas 8. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran untuk:
- Caring: mengasihi dan peduli terhadap sesama.
- Sharing: menerima dan rela berkorban bagi orang lain.
Nilai ini diajarkan sebagai cerminan kasih Allah yang mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal demi keselamatan manusia. Diharapkan, siswa dapat mengaplikasikan caring and sharing dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, lingkungan, maupun di rumah.
Kegiatan Hari Pertama: Permainan, Seminar, dan Group Sharing
Hari pertama dirancang dengan kegiatan permainan kelompok untuk menarik minat siswa sekaligus mengajarkan bahwa setiap individu memiliki peran yang unik dan penting.
- Permainan kelompok: Tiap kelompok diberikan misi di berbagai pos. Siswa belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan menyelesaikan tugas sesuai peran masing-masing.
- Seminar dan group sharing: Siswa belajar memahami diri sendiri dan teman-temannya, serta memperhatikan kebutuhan orang lain.
- Kerja bakti lingkungan: Mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
Selama sesi group sharing, siswa membagikan pengalaman mereka:
- Menyadari kemampuan teman-teman yang biasanya tidak menonjol dalam pergaulan, ternyata mampu berperan penting dalam kelompok.
- Merasa lebih percaya diri karena mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik.
- Melihat tindakan teman-teman yang peduli satu sama lain.
- Membuat komitmen untuk lebih peduli terhadap teman, terutama yang membutuhkan bantuan.
Hari Kedua: Memaknai Arti Keluarga
Hari kedua difokuskan pada pemahaman tentang keluarga.
- Sesi anak-anak: Dipandu oleh Riggruben, siswa diajak menggali penyebab miskomunikasi dengan orang tua. Dengan memahami posisi dan pola pikir orang tua, siswa belajar bahwa kasih orang tua tidak pernah surut meski mereka juga terus belajar.
- Sesi orang tua: Dipandu Ibu Charlotte, orang tua diajak merenungi pertanyaan penting: “Berapa harga anakku?” dan “Bagaimana aku memandang keberhargaan mereka?”
Inti dari sesi ini adalah: harga seorang anak bukan dari pencapaian atau penampilan, tetapi dari kasih Tuhan yang diberikan kepada mereka. Orang tua diajak untuk mencintai anak secara penuh, tanpa syarat.
Rekonsiliasi Anak dan Orang Tua
Di akhir kegiatan, anak-anak dan orang tua dipertemukan untuk melakukan:
- Rekonsiliasi: saling menyampaikan isi hati.
- Pemberian hadiah simbolik dari orang tua sebagai wujud kasih.
Kegiatan ini diharapkan meninggalkan kesan mendalam bagi anak dan orang tua, khususnya dalam memelihara relasi dan memperkuat ikatan keluarga.














































