Si Kecil Tidak Mau Sekolah Minggu? Coba Terapkan Ini!

Oleh: Elisa Sri Indahati – Staf R&D SD Athalia

Adek gak mau Sekolah Minggu, mau ikut mama aja!”
Adek ngantuk, gak mau sendirian di Sekolah Minggu.”

Kalimat seperti ini sering keluar dari mulut anak-anak kita yang tidak mau pergi ke Sekolah Minggu. Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang tidak mau repot dan enggan berdebat dengan anak. Beberapa bahkan menawarkan solusi praktis, seperti membiarkan anak ikut ibadah raya umum dan diberikan hp agar tidak berisik.

Setelah lebih dari 2 tahun masa pandemi menjalani ibadah online, kembali ke Sekolah Minggu secara langsung mungkin terasa sulit bagi anak. Mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru, bertemu teman yang belum dikenal, dan belajar mandiri. Tak jarang, ada anak yang hanya duduk diam di pojok ruangan atau bahkan menangis.

Namun, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk membantu anak merasa lebih nyaman dan bersemangat ikut Sekolah Minggu, lho! Yuk, intip tips berikut ini.

1. Menemani anak di kelas.

Ketika anak menangis dan menolak ke Sekolah Minggu, orang tua sering menyerah dan berakhir membawanya ke ibadah umum. Jika hal ini dilakukan sekali dua kali mungkin tidak masalah. Tetapi jika dibiarkan terus-menerus, anak bisa menjadikannya kebiasaan.

Sebagai alternatif, orang tua bisa menemani anak selama beberapa kali pertemuan pertama. Walaupun berarti harus mengorbankan sedikit waktu ibadah pribadi, hal ini membantu anak merasa lebih aman. Setelah merasa nyaman, anak akan lebih mudah beradaptasi dan bisa belajar menikmati pengalaman rohani ini sendiri.

2. Cari jam ibadah yang cocok dengan kondisi anak.

Beberapa anak menyukai suasana ramai (jumlah kehadiran banyak) karena bisa berbaur tanpa menjadi pusat perhatian. Namun, ada juga anak yang lebih nyaman dengan suasana sepi (jumlah kehadiran sedikit) karena mendapatkan perhatian lebih dari kakak Sekolah Minggu.

Kenalilah karakter anak. Orang tua bisa mencoba membawa anak ke sesi yang berbeda untuk melihat mana yang paling cocok untuk mereka. Setelah menemukan waktu yang tepat, buatlah jadwal rutin agar anak bisa membangun kebiasaan dan menemukan komunitasnya sendiri.

3. Datang lebih awal untuk adaptasi.

Tiba di gereja tepat saat ibadah dimulai bisa membuat anak merasa canggung karena belum mendapat waktu untuk menyesuaikan diri dengan ruang kelas, kakak Sekolah Minggu, dan teman-teman. Untuk itu, datanglah lebih awal, sekitar 10-15 menit, agar anak bisa beradaptasi terlebih dahulu. Pendekatan ini membantu anak merasa lebih tenang dan nyaman sebelum kelas dimulai.

4. Membantu anak berkenalan dengan teman baru.

Anak yang baru beradaptasi cenderung memilih-milih teman. Sebagai orang tua, kita bisa membantu mereka untuk berkenalan dengan teman-teman lainnya. Duduklah di dekat anak lain yang kira-kira cocok, lalu ajak anak untuk berbicara atau bermain bersama. Setelahnya, orang tua dapat menanyakan perasaan mereka mengikuti ibadah hari ini serta perasaan mereka berteman dengan orang baru. Untuk mendorong keterlibatan lebih lanjut, ajak anak membuat kartu ucapan atau membawa hadiah kecil untuk teman barunya di pertemuan berikutnya.

Dengan cara ini, anak akan lebih antusias menunggu hari Minggu karena ingin bertemu temannya lagi.

Baca juga : 20 Strategi untuk Mengembangkan Karakter Baik pada Anak

5. Berikan apresiasi atas perkembangan anak.

Setiap kali anak mengalami progres, berikan penghargaan. Penghargaan tidak harus dalam bentuk barang agar anak tidak fokus pada penghargaan, melainkan rasa bangga atas pencapaian yang telah diraih. Pujian, pelukan, atau ucapan seperti “Mama dan papa bangga adek tadi berani masuk kelas sendiri” sudah cukup untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. Jika dilakukan dengan konsisten, anak akan mulai melihat Sekolah Minggu sebagai pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.

Nah, itu adalah tips untuk orang tua agar si kecil berani dan mau ibadah Sekolah Minggu sejak dini. Demikian tips kecil yang dapat saya bagikan, semoga para orang tua dapat berjuang untuk membawa si kecil mau dan rajin Sekolah Minggu. Tuhan Yesus memberkati!