Allah Yang Maha Kuasa

Saya percaya Tuhanku Maha Kuasa. Dia sanggup melakukan apa pun yang kadang tidak terpikirkan oleh manusia. —Susiana, Orang Tua Siswa.

Selama empat hari pertama di HICU, Ariel berada dalam kondisi kritis. Empat hari itu pula, hati saya menangis melihat banyak selang di tubuh Ariel. Warna tubuhnya juga berubah menjadi kuning pekat sebagai efek dari sakit paru-paru yang sudah merembet ke hati. Sebagai seorang ibu, saya hanya bisa terus memohon belas kasihan Tuhan karena hanya Dia yang sanggup menyembuhkan Ariel. Saya berdoa agar dokter dan obat-obatan menjadi perpanjangan tangan-Nya untuk menolong Ariel kembali pulih.

Selama Ariel dirawat di HICU, ada sesuatu yang membuat saya heran. Setiap kali makan, anak saya minta disuapi oleh papanya. Padahal, biasanya dia lebih dekat denganku. Saya melihat mereka bisa mengobrol, bercanda, dan berdoa bersama meskipun Ariel masih kesulitan bicara karena sesak napas.

Baca Juga : Harapan Baru, Awal yang Lebih Baik untuk Masa Depan

Allah Yang Maha Kuasa

Pemulihan Hati dan Tubuh oleh Allah yang Maha Kuasa

Hari keenam Ariel dirawat di HICU menjadi titik balik bagi kami. Saat itu, ia yang justru mengajak kami berdoa bersama. Saya dan suami sangat kaget sekaligus terharu. Biasanya kami yang mengajaknya berdoa. Tapi kali ini, dia yang memimpin. Ariel memegang tangan saya dan suami, kemudian menyatukannya. Dengan suara tersengal-sengal karena sesak napas, dia mulai berdoa. “Tuhan, Ariel percaya bahwa sakit ini bukan untuk membuat Ariel menderita, tapi Tuhan mau membuat keluarga Ariel lebih baik lagi.

Doa itu membuat saya dan suami kaget. Kami berdua menangis. Seketika itu pula, saya merasa Tuhan membukakan mata dan hati saya sambil berkata, “Inilah Aku yang penuh kuasa.” Saya tidak bisa berkata-kata selain mengucap syukur di dalam hati. Tuhan sudah menjamah hati anak saya sedemikian rupa hingga dalam kondisi sakit pun dia bisa melihat rencana indah yang Tuhan siapkan untuk keluarga kami.

Selama sakit sampai harus dirawat di HICU, Ariel menjalani semua rangkaian pengobatan tanpa mengeluh. Namun, saya tidak pernah menyangka, anak saya punya pemikiran seperti dalam doanya itu. Tuhan sungguh menjamah dia!

Setelah melalui berbagai proses, akhirnya kondisi Ariel membaik sehingga dipindahkan ke kamar biasa. Setelah dirawat selama hampir satu bulan di rumah sakit, akhirnya dia diizinkan pulang! Sejak saat itu, Ariel menjadi lebih dekat dengan kami, terlebih papanya. Lagi-lagi, saya diingatkan bahwa Allah yang Maha Kuasa bisa memakai peristiwa apa pun untuk membuat hubungan ayah dan anak menjadi lebih dekat. Saya percaya, semua rancangan-Nya indah karena Ia sangat mengasihi kita.

Posted in Kisah Inspiratif and tagged , , , , , , , , , , , .