Memupuk Kemurahan Hati

Di tengah situasi pandemi yang penuh tantangan ini, banyak keluarga mengalami perubahan besar dalam hidup mereka. Tidak sedikit yang menghadapi tekanan ekonomi, kesehatan, maupun emosional. Dalam kondisi seperti ini, justru karakter kemurahan hati sangat diperlukan. Karakter ini membuat kita mampu melihat penderitaan orang lain dan tergerak untuk menolong. Kemurahan hati tidak hanya membantu mereka yang kesusahan, tapi juga menguatkan empati dan kasih dalam diri kita.

Sebagai orang tua, kita memiliki peran penting untuk menjadi teladan dalam hal kemurahan hati. Anak-anak belajar bukan hanya dari perkataan, tetapi dari sikap dan tindakan nyata yang mereka lihat setiap hari. Mulailah dari hal sederhana, seperti berbagi makanan kepada tetangga, mendoakan mereka yang sakit, atau menyisihkan uang jajan untuk membantu sesama. Libatkan anak dalam tindakan kebaikan tersebut, agar anak mengerti arti memberi dan peduli. Karakter ini, jika diajarkan secara konsisten, akan melekat dalam hati anak hingga dewasa.


Mari jadikan masa sulit ini sebagai kesempatan untuk memperkuat nilai-nilai kebenaran, khususnya murah hati. Jadilah contoh nyata bagi anak, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan aksi penuh kasih. Sebab, saat kita bermurah hati, bukan hanya orang lain yang diberkati, tapi hati kita pun diperkaya.

Sudahkah Anda menunjukkan kemurahan hati hari ini?

Baca Juga : Pengendalian Diri – Tembok Pertahanan Diri

tags :

#sekolahkarakter #pendidikankarakter #sekolahkristen #sekolahathalia #tipsparenting #videoparenting #belajarparenting #characterbasedlearningcommunity #komunitasathalia #murahhati #pedulisesama

Webinar Parenting TK – SD Athalia: “Stay @Home Feel @Home”

Dalam webinar ini, Ibu Charlotte, pendiri sekolah di bsd, Sekolah Athalia, mengajak kita semua untuk merenungkan masa-masa ini yang begitu krusial bagi para orang tua dalam menciptakan rumah yang nyaman bagi anak-anak. Orang tua tidak hanya menyediakan “house”, tetapi menciptakan “home” yang dapat merekatkan seluruh anggota keluarga dan bersatu di dalam kesukacitaan.

#sekolahathalia#webinarparenting#belajarparenting#belajarkarakter

#stayathome#homesweethome#keluarga

Menabur Sukacita

Sukacita sejati tidak ditentukan oleh kondisi luar. Baik dalam kelimpahan maupun dalam pergumulan, sukacita tetap bisa hadir dalam hati kita. Dalam masa yang penuh tantangan ini, sukacita menjadi kekuatan yang menjaga hati tetap tenang dan penuh harapan. Alih-alih melihat suatu hal dari sisi negatifnya, kita akan melihat sisi positifnya. Dalam video “Menabur Sukacita” ini, Bu Charlotte memberikan inspirasi agar kita dapat menumbuhkan sukacita di dalam keluarga.

Ketika orang tua bersikap positif dan penuh syukur, anak-anak pun ikut merasakan damainya suasana rumah. Sukacita yang terpancar bukan hanya mencerahkan hari diri sendiri, tetapi juga menularkan semangat kepada orang-orang di sekitar kita. Meski menghadapi tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau situasi tak menentu, kita tetap bisa memberikan sukacita dengan kata-kata penguatan, senyuman, dan tindakan kasih yang sederhana. Mari simak 3 tips dan trik menciptakan sukacita di rumah melalui video ini!

Menabur sukacita bukanlah perkara mudah, namun hal ini dapat dilatih. Ajak keluarga untuk memulai hari dengan doa, pujian, atau mengingat hal-hal yang bisa disyukuri. Jadikan sukacita sebagai budaya dalam rumah. Ingat, hati yang bersukacita adalah sumber kekuatan. Sudahkah Anda menabur sukacita hari ini?

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! (Filipi 4:4)

Baca Juga : Liburan di Rumah Bebas ‘Drama’

tags :

#sekolahathalia #komunitassekolahathalia #sekolahkarakter #sekolahkristen #rightfromthestart #benarsejakawal #characterbasedlearningcommunity #videoparenting #tipsparenting #parenting #dirumahaja #homelearning #familyfirst # familytime

Music: www.bensound.com – LEBIH SEDIKIT

Rendah Hati: Kunci Utama Membangun Relasi

rendah hati

Orang tua yang memiliki anak remaja sering kali menghadapi masa-masa sulit dalam membangun komunikasi dengan anaknya. Masa remaja dikenal sebagai fase terjadinya perubahan besar, baik secara emosional, psikologis, maupun sosial. Sikap remaja yang cenderung cuek, lebih suka bergaul dengan teman sebaya, dan tampak enggan mendengarkan nasihat orang tua kerap memicu ketegangan di rumah. Kondisi ini semakin terasa di masa kini, ketika situasi membuat anak dan orang tua harus menghabiskan lebih banyak waktu bersama di rumah, bahkan hingga 24 jam penuh.

Dalam situasi seperti itu, friksi kecil dapat dengan cepat berubah menjadi konflik yang lebih besar. Ketika orang tua merasa tidak dihargai dan anak merasa dikekang, jarak emosional di antara keduanya bisa semakin melebar. Jika tidak ditangani dengan bijak, hubungan yang seharusnya menjadi tempat bertumbuh bagi anak justru bisa menjadi sumber luka batin. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mencari pendekatan yang tidak hanya memperbaiki perilaku anak, tetapi juga membangun hubungan yang lebih sehat dan kuat.

Lantas, apa yang dapat dilakukan oleh orang tua agar relasi dengan anak tetap terjaga, bahkan bertumbuh, tanpa harus merusak kepercayaan yang sudah ada?

Rendah Hati, Kunci Utama Membangun Relasi

Dalam video singkat ini, Ibu Charlotte Priatna mengajak para orang tua untuk mengasah karakter rendah hati. Rendah hati bukan berarti menyerah atau mengabaikan prinsip yang benar. Sebaliknya, rendah hati adalah kesiapan untuk membuka diri, mengakui kelemahan, dan bersedia belajar dari kesalahan, termasuk dalam berelasi dengan anak. Dengan sikap rendah hati, orang tua tidak lagi hanya fokus menuntut anak untuk berubah atau introspeksi. Orang tua pun mau melakukan evaluasi diri: apakah cara berkomunikasi yang diterapkan sudah membangun? Apakah sikap kita sudah cukup memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh mandiri? dan lain sebagainya.

Siapkah kita, sebagai orang tua, untuk terus belajar dan bertumbuh?

Baca Juga : Kiat-Kiat Mendampingi Remaja Saat Menghadapi Masalah

Tags:

#tipsparenting #videoparenting #dirumahaja #belajarparenting #belajarkarakter #rendahhati #relasiorangtuadananak #parenthood #sekolahkarakter #sekolahathalia #characterbasedlearningcommunity #rightfromthestart

Music: www.bensound.com

Jangan Marah Dulu! Simak Cara Melatih Kesabaran

Shalom Bapak/Ibu dalam Komunitas Athalia. Bagaimana kabarnya selama #dirumahaja? Sebelum mulai, mari renungkan hal ini sejenak. Dalam kesibukan dan kepenatan di masa pandemi ini, seberapa sering kita mengingat pentingnya kesabaran dalam menjalani hari bersama keluarga?

Pandemi Covid-19 membuat banyak keluarga beraktivitas sepenuhnya di rumah. Awalnya mungkin terasa menyenangkan, tapi lama-kelamaan rutinitas yang monoton bisa menimbulkan rasa jenuh dan bahkan membuat orang tua kehilangan kesabaran. Anak-anak yang aktif sering bertengkar karena berebut remote TV, meminta perhatian terus-menerus, dan membuat rumah terasa kacau.

Dalam kondisi penuh ketidakpastian ini, kesabaran adalah kunci utama. Kita perlu menyadari bahwa anak-anak juga sedang berjuang menghadapi ketidakpastian. Mereka belum bisa mengelola emosi seperti orang dewasa. Sebagai orang tua, kita ditantang untuk lebih bijak, bukan hanya dalam mengatur rutinitas, tetapi juga dalam mengelola diri sendiri.

Alih-alih terpancing emosi, mari belajar mengatur ulang ekspektasi dan memperbanyak momen kebersamaan yang penuh kasih. Latihan kesabaran bukan berarti menahan amarah saja, tetapi hadir secara utuh, mendengarkan lebih banyak, dan menciptakan suasana rumah yang aman secara emosional. Inilah kesempatan emas untuk memperkuat ikatan batin dengan anak dan membentuk karakter mereka melalui keteladanan yang penuh cinta.

Mari kita jadikan masa ini peluang untuk bertumbuh dalam kesabaran. Tonton kembali video di atas bersama pasangan atau komunitas Anda dan renungkan, “Apakah aku sudah menunjukkan kasih dan kesabaran hari ini?

Baca Juga : 20 Strategi untuk Mengembangkan Karakter Baik pada Anak

Tags : 

#parenting #tipsparenting #videoparenting #charlottepriatna #karaktersabar  #sekolahathalia #sekolahkarakter #rightfromthestart #covid19 #dirumahaja #sekolahdirumah #belajardirumah #physicaldistancing #psbbtangsel

Hari Pertama Masuk Sekolah: Mari Bertumbuh Bersama dan Benar Sejak Awal!

Selamat datang untuk siswa-siswa Sekolah Athalia! Selamat kembali beraktivitas di sekolah tercinta! Selamat datang juga untuk para orang tua siswa baru, selamat bergabung di Komunitas Sekolah Athalia. Kiranya sekolah ini menjadi tempat bagi para siswa belajar dan terus bertumbuh dalam hal keimanan.

Pada 10 Juli, anak-anak memulai kembali aktivitas bersekolah mereka. Sejak pukul setengah tujuh, para siswa sudah mulai berdatangan dan saling menyapa teman-temannya. Untuk anak-anak yang lebih besar, SMP dan SMA, kembali ke sekolah berarti kembali bertemu dengan teman-teman dekat dan bisa secara intens berbagi cerita dan sukacita. Beberapa siswa terlihat begitu bersemangat hingga suara riuh bergema di lorong-lorong.

Selama tiga hari pertama, mereka mengikuti serangkaian kegiatan. Kegiatan-kegiatan ini untuk mengingatkan kembali budaya Athalia. Khususnya para siswa baru di kelas 7 dan 10 yang membutuhkan adaptasi yang lebih dalam, mereka wajib mengikuti PLP untuk “memuluskan” proses adaptasi di jenjang dan lingkungan yang baru.

Para siswa SMP dan SMA dengan tertib mengikuti arahan di kelas masing-masing. Sesi ice breaking sangat mencairkan suasana. Selama tiga hari, mereka lebih didorong untuk mempererat relasi dengan teman dan guru. Di kelas, mereka diberikan pemaparan mengenai peraturan-peraturan kelas yang sudah disepakati bersama dan melakukan komitmen pribadi untuk tahun ajaran baru ini.

Sementara itu, pada kelas yang lebih kecil, Batita hingga TK, anak-anak terlihat antusias menyambut kelas baru, khususnya siswa TK yang sudah lebih berani karena sudah pernah bersekolah sebelumnya. Pada kelas yang lebih kecil, Batita dan Pra-TK, orangtua dan siswa sama-sama antusias menghadapi hari pertama sekolah. Walau banyak juga yang merasakan separation anxiety karena berpisah dari orangtua. Untungnya, para ibu guru bisa dengan sigap menangani anak-anak tersebut dan mengajak mereka beraktivitas untuk mengalihkan rasa cemas yang dirasakan.

Hari-hari awal sekolah ini sebagai gerbang kehidupan baru anak-anak tersebut untuk menjalani hidup yang lebih mandiri dan bertumbuh bersama di Athalia dengan satu tujuan: memuliakan nama Tuhan. (dl)

Natal TK A & B: Hatiku untuk Tuhan Yesus

Narasumber : Tim PK3

Dalam rangka menyambut Natal TK A & B – pada tanggal 17 November 2018, tim PK3 mengadakan panggung boneka yang berjudul “Hatiku Untuk Tuhan Yesus” – yang bercerita tentang seorang anak yang mau memberikan hadiah untuk Tuhan Yesus di hari kelahiran-Nya. Dia merasa bingung dan minder melihat teman-temannya bisa membelikan hadiah untuk Tuhan Yesus berupa barang-barang yang mahal atau barang-barang yang indah. Dia merasa minder karena dia tahu mamanya tidak punya uang untuk membeli kado yang indah seperti temannya. Namun, berkat kesabaran mamanya, dia justru mempersembahkan hatinya sebagai hadiah terbaik untuk Tuhan Yesus – yaitu hati yang taat dan setia dalam melayani Tuhan Yesus.

Melalui cerita ini, diharapkan anak-anak menjadi mengerti bahwa Tuhan Yesus yang lahir ke dunia ini – adalah hadiah terindah dalam hidup mereka.

Anak-anak sangat menikmati pertunjukan panggung boneka ini. Terlebih saat mereka membawa dan meletakkan kado-kado di bawah pohon natal sebagai hadiah untuk Tuhan Yesus.

Selamat Natal 2018, Tuhan memberkati. (LY)

Prestasi Paduan Suara Sekolah Athalia

Selamat untuk Paduan Suara Sekolah Athalia yang telah meraih Gold Medal untuk Padus TK Athalia, Silver Medal untuk Padus SD Athalia, dan Silver Medal untuk Padus SMP Athalia dalam Festival Paduan Suara Penabur Tingkat Nasional 2013, yang diselenggarakan pada tanggal 11-14 September 2013.



Padus TK Athalia



Padus SD Athalia



Padus SMP Athalia