Rooted in God’s Story

Rooted in God's Story

Sylvia Tiono Gunawan (Staf Kerohanian)

 

Akar merupakan bagian pohon yang umumnya berada jauh di dalam tanah dan tidak terlihat. Namun, akar memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Akar yang sehat menyerap sari-sari makanan dengan baik sehingga tanaman dapat bertumbuh kuat, sehat, bahkan berbuah. Sama seperti akar pohon yang tertanam sehat dan kuat berdampak pada pertumbuhan pohon, demikian pula iman. Iman yang tertanam kuat di dalam Kristus akan menolong pertumbuhan rohani setiap orang percaya.

Berakar pada Firman Tuhan

Rasul Paulus, dalam surat Kolose, mengingatkan kita bahwa menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan iman orang percaya. Perjalanan hidup yang masih Tuhan izinkan untuk kita lalui harus terus diisi dengan kehidupan yang seturut kehendak-Nya. Hal ini hanya dapat terjadi ketika kita terus berakar di dalam Dia. Dengan berakar pada Firman-Nya—kisah kasih dan karya Allah yang tertuang dalam Alkitab—kita akan diteguhkan dan diarahkan untuk menapaki hari depan.

 

Berakar dalam Kisah Tuhan

Berakar dalam kisah Tuhan berarti belajar memahami dan menghayati karya Tuhan dalam Alkitab serta membiarkan kisah itu membentuk hidup kita. Hal ini berarti kita terus belajar mengenal Tuhan lebih dalam. Kita terus berusaha memahami siapa Dia, apa yang Dia inginkan, dan bagaimana Dia bekerja. Kehidupan yang berakar pada kisah-Nya berarti menjadikan Dia pusat hidup kita. Dalam praktiknya, semakin kita mengenal Dia, semakin kita percaya kepada-Nya. Hidup kita pun akan diubahkan menjadi makin serupa Kristus dari waktu ke waktu.

Berakar dalam kisah-Nya tidak terjadi secara otomatis, melainkan membutuhkan upaya yang terus-menerus dan penuh kesungguhan dari setiap orang percaya. Artinya, sebagai tenaga pendidik, orang tua, dan murid yang telah menerima Kristus, kita belajar meninggalkan kebiasaan hidup yang tidak sesuai dengan firman-Nya, menjalani setiap detail kehidupan dengan cara Tuhan, terus-menerus mencari kehendak-Nya, serta bertanya kepada Tuhan dalam mengambil setiap keputusan, baik yang besar maupun yang kecil.

Kehidupan yang berakar pada Tuhan akan memfilter cara pikir dan cara hidup kita. Kita dituntun untuk melihat kehidupan ini dengan cara pandang-Nya, membuat keputusan dengan cara pikir-Nya, serta menghadapi kesulitan dengan iman yang tetap teguh. Dalam prosesnya, Roh Kudus tidak meninggalkan kita menghadapi kehidupan ini sendirian. Ia akan menolong dan menopang kita sehingga kita bukan hanya makin berakar di dalam Dia, tetapi juga dapat bertumbuh dan berbuah bagi kemuliaan nama Tuhan. Oleh karena itu, sebagai tenaga pendidik, orang tua, dan murid, marilah kita terus berakar di dalam Tuhan agar hidup kita menyenangkan hati-Nya dan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita.

 

Kepenuhan Hidup dalam Kristus (Kolose 2:6–7)
“Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu, hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia. Hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”

Posted in Renungan and tagged , .